Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 11 ~ Perbincangan Yang Memuaskan.



Di perjalanan terlihat Lu Er tengah kebingungan kemana ia harus pergi saat ini, dengan nada bicara yang sedikit kesal Lu Er segera berbicara kepada Sistem Dewi yang tengah memandangi Wajahnya dari balik cermin kecil yang tengah melayang dihadapannya. Tak lama kemudian Sistem Dewi menampakkan wujud aslinya, terlihat tubuh seorang Pria yang tengah berdiri disamping Lu'er.


"Heh, Sistem narsis, sekarang aku harus pergi ke mana?" ucap, Lu'er yang segera melirik ke arah samping kiri untuk dapat menatap Sistem Dewi, dengan sedikit terkejut ia melihat perubahan bentuk dari tubuh Sistem Dewi yang semula berbentuk seperti bola ping-pong, sekarang terlihat seperti balon sosis dengan warna biru tua.


Ketika itu Lu'er melihat Sistem Dewi tengah bergaya didepan cermin, membuat dirinya tak mampu menahan sindirannya kepada Sistem Dewi yang tengah bergaya.


"Aduh... Duh... Sungguh asyiknya memandangi diri sendiri didepan cermin, tetapi... Jika kau masih tetap tidak mendengarkanku, maka jangan salahkan aku jika untuk selamanya kau tidak bisa bergaya didepan cermin lagi!" Lirikkan Mata hijau Lu'er begitu sangat dalam dan dingin.


Seketika saja Sistem Dewi merasakan hawa dingin yang membuat dirinya merasa begitu sangat merinding.


"Eh... Kakak cantik, jika kau melakukannya maka kau tidak akan pernah bisa tau seberapa indah dirimu untuk dapat dikagumi oleh orang lain, contohnya seperti diriku, aku terlahir tamvan, mempesona seharusnya kau bangga menjadi Majikanku." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat tengah menyombongkan diri dihadapan Lu'er.


"Aku baru tau jika kau itu adalah laki-laki dengan tubuh seperti hehe... Makanan cepat saji, eh, tunggu sebentar... Bukankah kau yang memaksa diriku untuk menjadi Majikanmu?!" Timpal Lu'er, dia tengah menatap dingin Sistem Dewi yang berada disampingnya.


"Hehe benar juga, huh enak saja! Tetapi itu bukan masalah besar, karena kenyataannya aku ini memang sangat tamvan." Ucap, Sistem Dewi yang tengah melirik ke arah Lu'er dengan tatapan nakal.


Lu'er yang merasa sangat risih akan ke genitan dari Sistem Dewi membuat dirinya dengan segera berjalan untuk berada dibelakang tubuh Sistem Dewi dengan tampang dingin dan menyeramkan, Lu'er berbisik kepada Sistem Dewi.


"Jika kau masih berbicara lagi maka aku tidak akan segan memotong habis Burungmu, hihi...." Ucap, Lu'er dengan tatapan licik ketika menatap tubuh gagah Sistem Dewi.


Sistem Dewi sungguh merasa sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia dengar dari Mulut Lu'er jika diingat kembali Lu'er adalah seorang gadis dewasa yang tidak pernah bermain-main dengan perkataannya, seluruh tubuh Sistem Dewi segera bergetar ketakutan setelah mendengar perkataan dari Lu'er kepada dirinya.


"Seharusnya kau tau, aku tidak pernah bermain-main dengan perkataanku, benarkan Sistem narsis?" ucap, Lu'er dengan tampang licik tersirat berjuta makna dalam senyumannya itu.


"Huhu... Menyedihkan, mengapa aku harus bertemu dengan Majikan seperti dia?" dalam benak Sistem Dewi yang merasa sangat teraniaya ketika berada didekat Lu'er.


"Jangan galak-galak ya, Kakak yang cantik hehe... Jika kau bertanya kemana kita akan pergi jawabannya adalah kembali ke Istana Shulin, itu adalah sebuah Istana kecil dan sederhana sebelumnya Permaisuri Lin Yar'an menetap disana selama beberapa bulan terakhir." Ucap, Sistem Dewi yang segera menjelaskannya kepada Lu'er.


Lu'er yang mendengar penjelasan dari Sistem Dewi membuat dirinya merasa sangat tertegun, ia begitu tak menyangka ternyata Permaisuri Lin Yar'an bukan hanya tidak diperdulikan ia juga sangat diasingkan.


"Apa?! Bagaimana mungkin? Mengapa Permaisuri Lin Yar'an tidak tinggal didalam Istana Kaisar, ataupun Elpis? Mengapa semua orang begitu sangat tidak memperdulikan dirinya?" ucap, Lu'er dengan perasaan tak menyangka.


Sistem Dewi yang mendengar pertanyaan dari Lu'er, dan jawaban yang ia berikan membuat Sistem Dewi kembali berbicara kepada Lu'er.


"Ish... Ish... Ish... Bukan seperti itu, Permaisuri Lin Yar'an itu terkena penyakit menular, ia setiap saat selalu batuk itu pun bukan batuk sembarangan melainkan batuk yang disertai darah, menurut kaca mataku, Permaisuri Lin Yar'an sendirilah yang meminta untuk mengasingkan diri dari orang banyak, ia tidak ingin sampai membuat orang lain terluka karena dirinya." Ucap, Sistem Dewi yang tengah menjelaskan kebenaran kepada Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi ketika mengetahui alasannya membuat Lu'er merasa sangat iba dengan Permaisuri Lin Yar'an yang malang itu.


"Sungguh mulia sekali hati Lin Yar'an itu, tetapi sungguh sangat disayangkan ia harus menanggung rasa sakit itu sendirian sampai ajal menjemputnya. Dasar Putra Mahkota dan Selir sialan! Kalian pasti akan mendapatkan balasan atas perbuatan yang telah kalian lakukan kepada Lin Yar'an!" Ucap, Lu'er dengan perasaan marah dalam dirinya.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, Sistem narsis mari kita kembali ke Istana Shulin." Ucap, Lu'er dengan tiba-tiba ia menjadi sangat bersemangat.


"Baiklah." Balas Sistem Dewi yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan perasaan senang, kemudian ia kembali mengubah wujudnya menjadi seperti bentuk bola. Namun kali ini dilengkapi dengan kedua lengan dan kaki.


Ehem... Sistem narsis, sebenarnya misi seperti apa yang harus aku kerjakan?" tanya Lu'er dengan perasaan bingung, sambil terus berjalan menyusuri jalan.


Sistem Dewi yang segera menatap ke arah Lu'er dengan cepat ia menjelaskan apa-apa saja yang nantinya harus dikerjakan oleh Lu'er.


"Itu tergantung pada diriku, dan situasi juga kondisi yang berada dimana kau berpijak, aku bisa menyuruhmu memanjat tembok, memakan pecahan kaca, apapun... Karena semua itu suka-suka diriku." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat sangat bahagia ketika menggoda Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari Sistem Dewi membuat dirinya merasa sangat jengkel, dengan cepat kedua lengan Lu'er mencubit kedua pipi Sistem Dewi dengan sangat kuat.


"Sepertinya kau sangat tidak menginginkan barangmu lagi ya, jika kau ingin menantangku, haha... Boleh-boleh saja." Ucap, Lu'er dengan tatapan dari sepasang bola Mata hijau besar yang terlihat sangat mengerikan.


Sistem Dewi yang terkejut sesegera mungkin ia memberontak untuk dapat melepaskan diri dari cengkeraman Lu'er ia kemudian menjauh dari diri Lu'er dengan jarak lima meter.


"Aaaah... Tidak... Aku hanya bercanda saja, misi yang nantinya akan aku berikan kepadamu itu jauh lebih sulit dari dugaanmu, tetapi semua akan terjadi seiring berjalannya waktu." Ucap, Sistem Dewi yang terlihat sangat panik dihadapan Lu'er.


Lu'er hanya terdiam, ia sudah memahami maksud dari perkataan Sistem Dewi kepada dirinya. Lu'er kemudian melanjutkan langkahnya sambil menatap langit malam yang dipenuhi dengan ribuan bintang dilangit.


Ketika ia tengah menatap langit malam, tiba-tiba saja ia teringat akan perkataan dari Pangeran ke-tiga kepada Xiuhuan.


"Anak haram? Hmh... Mungkinkah Sistem narsis ini mengetahui masa lalu dari Xiuhuan?" dalam benak Lu'er yang tengah menatap langit malam.


"Sistem narsis, apakah kau mengetahui asal-usul Xiuhuan?" tanya Lu'er yang segera menatap ke arah Sistem Dewi dengan tatapan tegas.


Sistem Dewi yang mendengar pertanyaan dari Lu'er terlihat ia juga tengah merasa kebingungan tentang kasus Xiuhuan.


"Maksudmu Pangeran ke-lima? Hmh... Aku tidak dapat mengetahui apapun tentang dirinya, aku hanya dapat mengetahui masa lalu dari Permaisuri Lin Yar'an, selebihnya aku tidak tau apa-apa, jadi jika kau menginginkan pertanyaanmu itu terjawab maka kau harus berusaha sendiri untuk mencari tau kebenarannya." Ucap, Sistem Dewi yang tengah menatap Wajah Lu'er.


Lu'er merasa sangat bingung mengapa bisa Sistem Dewi tidak mengetahui apapun tentang masa lalu orang lain selain Lin Yar'an.


"Tetapi kau mengetahui bagaimana perlakuan dari Putra Mahkota dan juga para Selir, kau juga dapat mengetahui nama-nama mereka, mana mungkin kau tidak tau masa lalu mereka?" ucap, Lu'er dengan tampang tak percaya.


Sistem Dewi yang mendengar perkataan dari Lu'er segera ia menjawab semua pertanyaan dari Wanita itu.


"Aku hanya mengetahuinya sekilas saja, tidak sampai ke inti, aku dapat mengetahui sifat mereka karena dari ingatan Permaisuri Lin Yar'an yang sudah tersimpan dalam memoriku, jadi selebihnya aku tidak tau apapun, jika kau ingin mencari tau kebenarannya maka berusahalah, aku hanya mampu membantu dirimu seadanya, aku ini hanya sebuah Sistem, cara kerjaku menurut bagaimana kau mengatasi masalahmu dengan begitu aku baru bisa memberikan apapun yang kau inginkan." Ucap, Sistem Dewi yang tengah menjelaskan semuanya kepada Lu'er.


Lu'er hanya terdiam ketika mendengar jawaban dari Sistem Dewi, lalu ia segera membalas perkataan Sistem Dewi dengan tegas.


"Apapun katamu? Kalau begitu aku ingin kembali ke duniaku yang dulu." Balas, Lu'er dengan tegas.


"Baiklah, tetapi kau harus menuntaskan semua misimu didunia ini." Ucap, Sistem Dewi yang tengah menatap serius Wajah Lu'er.


"Deal!" Jawab Lu'er dengan memberikan jempolnya dihadapan Sistem Dewi.