Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 25 ~ Tak Menyangka.



Di dalam Istana Wai tansu.


Terlihat seseorang tengah bersujud sambil berbicara kepada seseorang yang tengah berada dihadapannya.


"Ratu, saya mendapat kabar bahwa Putri Lin Yar'an telah berada didalam Istana Kibo, Kaisar Aximing sendirilah yang memintanya." Ucap, seseorang Pria dengan berpakaian hitam tengah memberikan informasi atas kedatangan dari Putri Lin Yar'an.


Terlihat lekuk senyum licik yang menghiasi Wajah seorang Wanita yang tengah membelakangi Pria itu, terlihat ia tengah menggenggam sebuah cangkir yang berisikan teh hijau.


"Bagus, ternyata Kaisar masih sadar diri juga!" Dalam benak Ratu Fahrani yang segera meminum teh hangat yang saat itu tengah berada didalam sebuah cangkir yang dia genggam.


"Dan... Saya juga sempat mendengar bahwa Putri Lin Yar an berkata bahwa penyakit batuknya sudah pulih kepada keluarga Kaisar, hal itu tampak membuat semua orang tertegun akan apa yang dikatakan oleh Putri Lin." Sambung seorang Pria yang masih bersimpuh dihadapan Ratu Fahrani.


Ratu Fahrani yang tengah meminum teh hijau, dengan tersentak ia segera menjauhkan cangkir yang hampir mendekati bibirnya, cangkir yang saat itu ia genggam dengan cepat ia letakkan diatas sebuah meja bundar dengan ukuran kecil, lalu Ratu Fahrani membalikkan tubuhnya untuk dapat menatap seseorang yang saat itu tengah ia minta untuk memata-matai Istana Kibo.


"Apa katamu?! Penyakit Lin sudah sembuh?! Apa kau tidak salah dengar?!" Kata, Ratu Fahrani dengan tatapan yang terlihat begitu sangat tidak mempercayai apa yang dikatakan oleh orangnya.


"Tidak mungkin saya salah dengar, jikalau Anda tidak mempercayainya, silahkan Anda melihatnya sendiri, saya juga melihat bahwa Putri Lin sudah sangat berbeda dari dirinya yang terdahulu." Ucap, seorang Pria yang tengah menatap Wajah dari Ratu Fahrani dengan sepasang bola Mata merah.


Ratu Fahrani yang begitu amat mempercayai orangnya itu, sungguh tak dapat ia menolak apa yang dikatakan oleh orang suruhannya ketika berbicara demikian, karena selama ini informasi yang disampaikan olehnya selalu benar adanya.


"Tidak perlu, aku sungguh begitu sangat mempercayai dirimu, sebelum ada orang lain yang melihat keberadaanmu, sebaiknya kau segera meninggalkan tempat ini. Namun, sebelum itu... Aku masih akan tetap membutuhkan informasi dari dirimu Chao." Seru, Ratu Fahrani yang tengah menatap dingin Wajah orang suruhannya dengan sepasang bola Mata hijau.


Chao yang melihat sorot dari sepasang bola Mata hijau itu sungguh mengingatkan dirinya dengan Putri Lin Yar'an yang terlihat sudah sangat berbeda dari dirinya yang terdahulu.


"Baik, saya mohon pamit." Kata, Chao, Pria dengan sepasang bola Mata merah yang tampak dingin, rambut panjang yang terikat menambah kegagahan dari dirinya, lalu dengan cepat Chao bangkit dari tempatnya dan meloncat ke luar jendela untuk dapat meningkatkan Ratu Fahrani sendiri.


Ratu Fahrani yang tengah menatap diri Chao keluar melalui jendelanya, tampak sorot dari sepasang bola Mata hijau itu menatap bingung, Ratu Fahrani sungguh sangat tidak menyangka dengan kabar yang baru saja ia dengar dari Chao seseorang yang begitu sangat ia percayai didalam hidupnya.


"Apakah benar Lin Yar'an sudah pulih dari penyakit berbahaya itu?! Hmh... Aku yakin kabar ini sebentar lagi pasti akan sampai ke telinga Raja." Kata, Ratu Fahrani yang tengah berbicara dengan dirinya sendiri, lalu dengan langkah cepat ia segera keluar dari dalam sebuah kamar yang sangat besar dan berjalan untuk dapat menemui sang Raja.