Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 20 ~ Pembalasan.



Setelah semuanya usai, Lu'er dengan perlahan berjalan untuk dapat meninggalkan tempat pemandian, rambut panjang dengan warna hitam, terlihat sebagian rambutnya yang terkepang, membentuk bandu, sepasang bola Mata hijau, bibir tipis kecil dengan warna pink, hidung mancung dan runcing, kulit bersih nan putih tanpa terlihat sedikitpun kecacatan fisik dari Permaisuri Lin Yar'an, cantik natural tanpa polesan apapun, hal itu membuat Lu'er berpikir bahwa Putra Mahkota sudah gila jika dia menyia-nyiakan Wanita cantik dan baik seperti Permaisuri Lin Yar'an.


"Aku rasa Mata Putra Mahkota itu sudah rusak, harus segera diservis! Atau dia memang tidak dapat membedakan mana Wanita yang benar-benar cantik dan mana yang hanya sok cantik! Upss." Ucap, Lu'er yang tengah berbicara kepada dirinya sendiri.


Kemudian, Lu'er segera berjalan untuk dapat keluar dari dalam Istana Shulin, ketika ia tengah menunggu seorang Kasim menghampiri dirinya, ia tanpa sengaja memalingkan pandangannya ke arah samping kanan dilihatnya Pelayan Zhu yang tengah berjalan untuk dapat menghampiri dirinya.


"Siapa yang mengizinkan dirimu untuk bangkit! Bukankah aku sudah memerintahkan kepadamu untuk tetap bersujud disini!" Kata, Lu'er yang terlihat tengah menatap tajam Wajah Pelayan Zhu.


Pelayan Zhu yang mendengar perkataan dari Lu'er membuat dirinya tertegun, ia sungguh tidak menyangka ternyata Wanita itu masih mempermasalahkan kejadian kemarin malam.


Beberapa Pelayan Wanita lainnya yang terlihat tengah berjalan dari arah belakang, dengan perasaan gugup salah seorang Pelayan Istana berbicara kepada Lu'er.


"Ampun... Permaisuri, bukan maksud dari Bibi besar jika ia tidak mengindahkan perintah darimu, tetapi... Lihatlah Bibi sudah sangat tua, jikalau dia dibiarkan bersimpuh semalaman diluar Istana mungkin saja ia akan terkena flu." Timpal, salah seorang Pelayan Istana yang terlihat tengah berjalan untuk dapat menghampiri Lu'er.


Lu'er yang mendengar perkataan dari salah seorang Pelayan yang ikut berbicara, membuat dirinya dengan segera menatap ke arah Pelayan yang saat itu tengah berada dihadapannya.


"Lantas aku perduli! Dia matipun aku tidak akan pernah perduli! Pelayan tua, patuhi perintahku bersujud sekarang juga!" Bentak, Lu'er dengan sepasang Mata yang tajam ketika menatap Wajah Pelayan Zhu.


Beberapa Penjaga Istana yang tengah berada ditempat itu, terlihat begitu sangat tidak menyangka akan perlakuan dari Permaisuri Lin Yar'an yang terlihat begitu sangat kejam. Quon yang terlihat tengah berjalan dari arah luar Istana Shulin, tampak sangat kesal ketika ia melihat dengan Mata telanjang bahwa Permaisuri Lin Yar'an tengah menyiksa Ibundanya.


"Permaisuri Lin Yar'an yang terhormat, mengapa Anda begitu sangat tidak berperasaan seperti ini?!" Kata, Quon yang terlihat tengah berjalan untuk dapat menghampiri Pelayan Zhu dan juga Lu'er.


Lu'er yang melihat Quon tengah menghampiri Pelayan Zhu, terlihat raut Wajah tidak suka yang tengah Lu'er perlihatkan kepada Quon.


"Tidak berperasaan katamu? Lantas bagaimana dengan sikap kalian dimasa itu terhadap diriku? Apakah perlakuan kalian itu tidak termasuk kejam?! Oh... Iya, aku bersikap seperti ini karena aku hanya ingin mencerminkan bagaimana sikap kalian terdahulu kepada diriku! Ingat ya, ini kalian sendiri yang memintanya? Bagaimana? Asyik tidak, diperlakukan sama dengan diriku dimasa itu?!" Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menyilangkan kedua tangannya didepan perut.


Quon dan Pelayan Zhu tampak sangat tidak menyangka dengan apa yang telah Permaisuri Lin Yar'an ucapkan, bukan hanya mereka yang merasa ketakutan tetapi juga seluruh orang yang tengah berada didalam Istana Shulin tampak tengah terdiam kaku sambil menelan ludah mereka.


Dengan perasaan takut, tubuh yang seketika bergetar dengan cepat, seakan Pelayan Zhu tidak dapat menjaga keseimbangannya, ia segera bersimpuh dihadapan Lu'er dengan tatapan kaku. Lu'er yang melihat hal itu segera ia menatap ke arah Quon.


"Kau... Lakukan hal yang serupa, bukankah dirimu itu adalah Putra yang sangat berbakti kepada orang tua, jadi sangat tidak adil bukan, jika membiarkan Ibumu merasakannya sendirian." Ucap, Lu'er yang terlihat tengah menantap Wajah Quon dengan sedikit menyeringai.


Quon yang sebenarnya sangat tidak terima akan perlakuan dari Lu'er. Namun, karena ia tidak dapat menolak permintaan dari Lu'er segera ia mengikuti Pelayan Zhu untuk dapat bersimpuh dihadapan Lu'er. Lu'er yang melihat hal itu tampak begitu sangat senang, kemudian ia segera berbicara kepada Quon dan Pelayan Zhu dengan tegas.


"Aduh...Duh, senangnya memiliki seekor binatang peliharaan yang sangat penurut." Kata, Lu'er yang tengah memperhatikan Wajah kesal dari Pelayan Zhu dan juga Quon.


Lu'er kemudian segera berjalan untuk dapat mendekati Quon. Dia yang melihat Quon tidak menundukkan kepala dihadapannya, membuat Lu'er mengangkat kaki kanannya dan sesegera mungkin ia menendang dada Quon dengan sangat kuat.


"Tundukkan kepalamu bodoh!" Ucap, Lu'er yang masih menatap tajam Wajah Quon.


Quon yang terlihat begitu sangat murka, tampak dia hanya mampu menahan diri ketika Lu'er menyiksa dirinya dengan sangat kejam. Quon yang terdorong akibat tendangan dari Lu'er, membuat dirinya dengan cepat bersimpuh dihadapan Lu'er sambil menundukkan kepalanya.


Lu'er yang melihat hal itu tampak begitu sangat senang. Namun, ia tetap menahan rasa senangnya dengan raut Wajah dingin, Lu'er kemudian segera menatap ke arah Penjaga Istana Shulin dan juga Pelayan yang tengah berada ditempat itu.


"Jika aku melihat ada dari kalian yang berani membantu mereka, atau mereka berani beranjak dari tempatnya, maka aku tidak akan segan untuk menghukum kalian dengan hukuman yang jauh lebih berat dibandingkan dengan ini! Ingat ya, aku tidak pernah bermain-main dengan perkataanku sendiri!" Lu'er tampak tengah memperhatikan setiap orang yang berada didalam Istana Shulin dengan dingin.


Semua orang tertegun ketika mendengar perkataan dari Lu'er, sudah dapat dipastikan tidak akan ada yang berani untuk membantu Pelayan Zhu dan juga Putranya. Pelayan Zhu yang terlihat tengah terpinga-pinga, terlihat ia tengah menggenggam erat kedua telapak tangannya, sambil menunjukkan raut Wajah kesal terhadap Lu'er.


"Oh Permaisuri Jia Li, aku mohon bantulah diriku!" Dalam benak Pelayan Zhu yang terlihat tengah bersimpuh dihadapan Lu'er.


"Sungguh sangat sadis sekali, sebenarnya apa yang telah terjadi kepada dirinya? Mengapa ia begitu sangat berbeda dari sebelumnya?!" Dalam benak salah seorang Penjaga Istana yang tengah berada ditempat itu.


"Dia benar-benar tidak bisa diusik oleh siapapun?! Aku harus bersikap baik kepadanya, agar aku hidup dengan baik didalam Istana Shulin ini." Dalam benak salah seorang Pelayan Wanita yang terlihat tengah menatap Lu'er dari arah samping.