Cruel Empress

Cruel Empress
Chapter 84 ~ Menjadi Penasaran.



Pangeran Rui kemudian segera menghampiri Zi, Burung besar yang tengah berada didekat Pohon besar.


"Zi, antar kami kembali ke Istana, Nona Lin." Ucap, Pangeran Rui yang telah berada dihadapan Zi, Burung besar itu.


Zi, mulai menatap ke arah Pangeran Rui yang tengah membawa Lu'er dalam rangkulannya. Terlihat tatapan yang diberikan Burung itu tampak bingung ketika melihat situasi semacam itu.


Tanpa menunggu lama lagi, Burung itu segera merendahkan tubuhnya agar Pangeran Rui dapat menaiki tubuhnya dengan mudah. Pangeran Rui begitu sangat cepat, terlihat dia tidak membuang waktunya untuk dapat mengantarkan Lu'er kembali ke Istana Kibo.


Lu'er yang masih berada didalam dekapan Pangeran Rui hanya terdiam. Lalu, dia mulai teringat akan Sistem Dewi, sedari tadi dia tidak melihat keberadaan dari Makhluk itu.


"Tunggu, dimana dia? Ah... Benar, setelah pertarungan itu aku kehilangan kontak dengan dirinya, saat ini aku tidak tau dia berada dimana? Mungkinkah dia akan baik-baik saja? Hm... Meskipun dia sangat menjengkelkan, akan tetapi jika dia binasa, maka selamanya aku tidak akan pernah bisa kembali ke duniaku!" Dalam benak Lu'er, ia terlihat sangat serius ketika tengah berpikir.


Pangeran Rui yang sebenarnya telah beberapa kali mencoba untuk berbicara kepada Lu'er. Namun, terlihat Wanita itu hanya diam saja. Membuat dirinya merasa sangat resah. Kemudian, Pangeran Rui mencoba sekali lagi untuk berbicara kepada Lu'er.


"Lin... Apakah kau baik-baik saja?" tanya, Pangeran Rui yang terlihat tengah merendahkan Kepalanya dihadapan Lu'er.


Mendengar suara Pangeran Rui yang memanggil namanya, Lu'er segera mendongak ke atas untuk dapat melihat Wajah dari Pangeran Rui. Jarak yang terlalu dekat membuat Kepala Lu'er, membentur keras dagu Pangeran Rui.


"Ah... Iya, aw....?!" Ucap, Lu'er yang terlihat kesakitan, telapak tangan kanan segera menyentuh Kepalanya yang sakit.


Pangeran Rui yang juga merasa kesakitan, segera ia menjauhkan Kepalanya dari Wajah Lu'er.


Ma... Maaf... Apakah kau baik-baik saja? Itu pasti sangat sakit, bukan?!" Tanya, Pangeran Rui yang segera mengangkat Tangan kanannya untuk dapat membelai Kepala Lu'er, yang terasa sakit.


Lu'er, terdiam sejenak ketika Pangeran Rui bersikap seperti itu kepada dirinya. Wajah Pria itu begitu sangat lembut, tatapan yang diberikannya pun begitu tulus.


"Aku baik-baik saja, ini sudah lebih baik." Kata, Lu'er yang segera menggenggam Lengan kanan Pangeran Rui, dan mencoba untuk dapat dijauhkan dari Kepalanya.


Pangeran Rui tersenyum tipis saat mendengar jawaban dari Lu'er. Kemudian, dia segera menatap ke arah jalan dihadapannya. Suasana menjadi sangat canggung karena tidak ada perbincangan diantara mereka.


Lalu, Lu'er yang merasa penyebab situasi itu dapat terjadi. Dia segera mencoba untuk mencairkan suasana dengan bertanya kepada Pangeran Rui.


"Pangeran, jika aku boleh bertanya, sebenarnya ada masalah apa antara dirimu dan Wanita yang disebut Ratu oleh sekelompok orang aneh itu?" ucap, Lu'er yang terlihat cukup penasaran dengan apa yang akan dikatakan oleh Pangeran Rui.


Pangeran Rui yang mendengar pertanyaan dari Lu'er, terlihat sorot Matanya yang cukup ragu saat akan menjawabnya. Dia terdiam sejenak sampai pada akhirnya dia mulai berbicara.


"Hmm, aku pernah berkata kepadamu bukan, bahwa kekuatan dari Anak Dewa itu tersegel didalam Desa Phoenix? Dahulu, ketika aku masih berusia belia, seluruh anggota kerajaan berpikir bahwa, jika Ratu Siluman itu memelihara diriku, maka aku akan mendapatkan kekuatan yang besar, sehingga aku dapat menyelamatkan keluarga dan juga rakyatku. Akan tetapi saat aku sudah beranjak dewasa, aku memilih untuk terus berpura-pura menjadi seorang Pangeran yang lemah, dan melarikan diri dari Istana, seperti saat ini, apakah sudah cukup jawaban yang aku berikan kepadamu?" ucap, Pangeran Rui yang segera merendahkan pandangannya untuk dapat melihat Wajah Lu'er.


"Belum... Belum cukup Pangeran, kisah yang kau ceritakan kepada diriku, malah membuatku menjadi semakin penasaran, dia jelas bukanlah seorang Pria yang lemah, pastilah menjadi Pria yang sehebat ini harus melalui proses yang sangat panjang! Lantas, bagaimana dirimu saat kita belum pernah berjumpa?" dalam benak Lu'er yang tanpa sengaja mulai memikirkan Pangeran Rui.


Kemudian, Lu'er mulai tersadar lalu dia kembali berbicara kepada Pangeran Rui.


"Dapatkah aku menyimpulkan bahwa keluargamu, terutama Ayahmu itu begitu sangat gegabah, tidak apa-apa Pangeran, setidaknya kau masih memiliki seseorang yang mampu memahami dirimu." Ucap, Lu'er yang segera menunjukkan senyuman manis diWajahnya.


Pangeran Rui pun segera tersenyum kecil saat melihat Lu'er tersenyum kepadanya.


"Benar, setidaknya aku tidak sendiri, aku bersamamu, maka dari itu tolong jangan pergi, Lin..." Dalam benak Pangeran Rui yang segera menatap langit malam.


Lu'er terdiam ketika melihat Pangeran Rui. Tidak lama kemudian, Lu'er merasa sakit yang tidak mampu ditahan olehnya.


"Ahhh...." Teriak, Lu'er yang terlihat kesakitan, Tangan kanannya segera dia letakkan diatas Perutnya.


Pangeran Rui yang tersentak, segera dia memalingkan pandangannya dan mulai melihat Lu'er, yang tampak kesakitan.


"Hei?! Ada apa?!" Tanya, Pangeran Rui yang terlihat sangat panik saat melihat Lu'er kesakitan.


Lu'er hanya menggelengkan Kepalanya, kemudian dia mulai menatap Wajah Pangeran Rui dengan memasang senyuman diWajahnya.


"Aku sudah katakan sebelumnya, jika kau masih belum pulih! Luka yang kau dapatkan bukanlah luka biasa, apakah kau tau itu?! Aku akan membawamu kembali ke dalam Gubuk!" Kata, Pangeran Rui yang terlihat kesal kepada Lu'er.


Lu'er dengan cepat membantah ucapan dari Pangeran Rui dengan tegas.


"Tidak! aku ingin pulang! Lagipula, kita sudah setengah jalan, percayalah padaku, semua akan baik-baik saja, aku tidaklah selemah itu Pangeran! Apakah lagi-lagi kau meragukan diriku?" kata, Lu'er dengan tegas kepada Pangeran Rui. Lalu, dari dalam Lengan baju kiri, Lu'er melihat sinar keemasan yang cukup terang.


Pangeran Rui terkejut saat melihat hal itu, Lu'er pun tak mengerti apa maksud dari hal itu. Akan tetapi Lu'er kembali teringat bahwa Bunga Si, dapat menyembuhkan seseorang dan dapat menyakiti seseorang. Lu'er, sedikit ragu dengan hal itu. Namun, dia segera mengangkat Tangan kirinya untuk dapat diletakkan diatas Perutnya yang terasa sakit.


"Fiuh... Ini terasa lebih baik, kau lihat aku baik-baik saja?" kata, Lu'er yang terlihat sedikit nyaman dengan hal itu.


Pangeran Rui terdiam kesal saat melihat Lu'er yang bersikeras untuk tetap melanjutkan perjalanan.


"Sebenarnya dia itu terbuat dari apa? Mengapa dia begitu sangat keras kepala sekali?!" Dalam benak Pangeran Rui yang terlihat tidak senang.