
Tak lama kemudian, Sistem Dewi tiba-tiba saja muncul dia menatap Lu'er yang tengah menikmati kasur yang begitu amat empuk dan mampu membuat orang lain merasa sangat nyaman.
"Kakak cantik...." Kata, Sistem Dewi yang tengah menatap diri Lu'er yang sedang berbaring diatas kasur besar.
Lu'er yang masih memejamkan sepasang Matanya dengan tersentak ia segera membuka Matanya dan menatap Sistem Dewi yang tengah melayang-layang dihadapannya.
"Ada apa?" tanya, Lu'er dengan raut Wajah malas ketika melihat kehadiran dari Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang melihat sikap dari Lu'er tampak dingin kepada dirinya, membuat Sistem Dewi merasa bingung dengan perubahan sikap yang tiba-tiba saja sudah berbeda dengan cepat.
"Aish... Aku datang kemari ingin memberikan dirimu sebuah informasi." Kata, Sistem Dewi yang segera menunjukkan raut Wajah heran dihadapan Lu'er.
Lu'er yang tengah menatap Sistem Dewi terlihat ia begitu sangat tidak memperdulikan kabar apa yang tengah ia bawa, Lu'er kemudian memejamkan sepasang Matanya lagi sambil membalas perkataan dari Sistem Dewi.
"Tidak mau tau!" Ucap, Lu'er yang terlihat begitu sangat kesal kepada Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang tidak mengerti akan apa yang telah terjadi kepada diri Lu'er, dengan raut Wajah licik Sistem Dewi segera mendekati Lu'er dan menatap Wajahnya.
"Jika kau masih seperti ini, maka aku hanya bisa melakukan satu cara agar kau tidak kesal lagi terhadap diriku, yaitu... Sini Kakak cantik, aku cium kau... Ummmm." Kata, Sistem Dewi yang segera menutup sepasang Matanya, sambil memanyunkan bibirnya dihadapan Lu'er.
Lu'er yang tersentak akan apa yang baru saja dikatakan oleh Sistem Dewi membuat dirinya merasa sangat geram dan juga sangat jijik, dengan cepat Lu'er membuka sepasang Matanya, lalu ia menatap diri Sistem Dewi yang sudah bersiap untuk mencium dirinya.
"Sistem sialan! Mamah... Ada Monster mesum!!" Ucap, Lu'er yang segera meninju dengan sangat keras Wajah Sistem Dewi, lalu Lu'er segera bangkit dan duduk diatas kasur sambil menatap tajam Wajah Sistem Dewi yang terlihat kesakitan akan pukulan yang ia berikan.
"Aaaaarh...?!" Teriak Sistem Dewi yang terpental cukup jauh dari tempatnya saat itu, pipi kanannya terlihat membengkak karena pukulan yang sangat keras dari Lu'er, dengan tampang teraniaya Sistem Dewi menatap Wajah Lu'er, ia tampak begitu sangat tidak berani lagi untuk menggoda Lu'er.
"Informasi apa yang sebenarnya kau maksud itu?! Cepat katakan, suasana hatiku sedang tidak baik, jika kau berani berulah maka pikiran apa yang nantinya akan kau dapatkan dariku!" Bentak, Lu'er dengan tatapan kesal terhadap Sistem Dewi.
Sistem Dewi yang terlihat sangat tidak berani lagi untuk menggoda Lu'er, tanpa berbasa-basi Sistem Dewi segera menyampaikan sebuah informasi yang ia dapatkan dari para Dewi.
"Ada kabar baik, saat ini kau sudah mendapatkan kekuatan Hewan, selamat Kakak cantik." Jelas, Sistem Dewi yang terlihat masih berada pada jarak yang cukup jauh pada diri Lu'er.
Lu'er tampak bingung dengan apa yang dikatakan oleh Sistem Dewi, karena dia yang masih belum terlalu paham dengan tenang Lu'er kembali bertanya kepada Sistem Dewi.
"Kekuatan Hewan? Seperti apa itu?" tanya, Lu'er dengan raut Wajah penasaran.
Sistem Dewi yang terlihat masih kesakitan akan pukulan yang diberikan oleh Lu'er hingga masih membekas pada Wajahnya, dengan hati-hati Sistem Dewi kembali menjelaskan kabar yang ia bawa itu.
"Kau akan dapat mengerti bahasa Hewan, bukan hanya itu kau juga dapat mengendalikannya, dan aku berharap kau juga mampu untuk mengendalikan Hewan roh." Terlihat Sistem Dewi yang tengah menjelaskan semua kabar yang ia dapatkan dengan tampang serius dihadapan Lu'er.
Lu'er kembali tertegun ketika mendengar penjelasan dari Sistem Dewi, lalu dengan cepat Lu'er segera berbicara kembali kepada Sistem Dewi dengan tatapan tajam.
Sistem Dewi yang mendengar perkataan dari Lu'er yang cepat tanggap, dengan tatapan serius ia segera menganggukkan kepalanya dihadapan Lu'er.
"Benar sekali, dan jika kau ingin mendapatkan kekuatan yang lebih dari itu, maka kau harus mencarinya." Jelas, Sistem Dewi yang tengah menatap Wajah Lu'er dengan tegas.
Lu'er yang masih menatap Wajah Sistem Dewi, ia tampak terdiam sejenak. Namun, pandangannya masih belum teralihkan.
"Hmh... Aku sungguh sangat tidak menyangka, ternyata aku masuk ke dalam dunia masa lalu yang penuh dengan suasana fantasi, mungkinkah ini awal dari petualanganku? Sudah aku duga, misi yang Sistem Dewi berikan kepada diriku tidaklah semudah kelihatannya, selain harus membalaskan dendam, juga harus menguak misteri, dan sekarang apakah aku harus menjadi seorang petarung?? Dunia masa lalu yang sangat unik, sekaligus membingungkan, setidaknya ditempat ini aku tidak akan merasa bingung dengan adanya Sistem narsis ini, bukan?" Dalam benak Lu'er yang tengah berbicara didalam hatinya, sambil terus menatap tajam Wajah Sistem Dewi.
"Hmh... Jika aku mampu mengendalikan para Hewan, berarti aku juga mampu untuk menjadi Mata mereka, mencari informasi secara diam-diam? Sepertinya kekuatan yang sudah diberikan Dewi kepada diriku ini cukup berguna, baguslah... Informasi yang kau berikan cukup menarik." Ucap, Lu'er yang telah tersadar dari lamunannya.
Syat... Tak lama kemudian Lu'er melihat sesuatu yang terlihat terbang dari arah jendela.
Dengan cepat Lu'er segera memalingkan pandangannya ke arah kiri untuk dapat melihat siapa yang telah menguping pembicaraannya itu.
"Siapa disana?!" Kata, Lu'er dengan raut Wajah yang terlihat begitu amat penasaran.
Lalu terlihat gulungan kertas dengan tali pita berwarna merah terjatuh diatas lantai, Sistem Dewi yang juga turut menoleh ke arah jendela kamar, dengan tidak sengaja melihat gulungan kertas itu, lalu ia segera berbicara kepada Lu'er untuk memberitahukan kepada dirinya benda apa yang telah ia lihat.
"Kakak cantik... Lihatlah, sepertinya orang itu telah memberikan sesuatu kepada dirimu." Ucap, Sistem Dewi yang tengah memperhatikan gulungan kertas yang terjatuh diatas lantai.
Lu'er kemudian segera memperhatikan gulungan kertas yang tengah tergeletak diatas lantai, tak mengulur waktu lagi, ia segera bangkit dari duduknya. Lalu, ia segera berjalan untuk dapat menghampiri dan mengambil gulungan kertas itu.
Ketika gulungan kertas itu sudah berada dalam genggamannya, Lu'er tampak begitu sangat penasaran apa tujuan dari orang itu mengirimkan dirinya sebuah kertas, dan siapa orang yang telah memerintahkan dirinya untuk melakukan hal itu kepadanya.
"Kertas apa ini? Biar aku lihat." Dengan segera Lu'er membuka pita merah, dan perlahan ia membuka gulungan kertas itu sampai terlihat sebuah tulisan beserta dengan nama orang yang mengirimkannya.
Sistem Dewi yang tengah berada dibelakang Lu'er tampak begitu sangat tersentak ketika mengetahui isi dan juga pengiriman surat itu. Lu'er hanya terdiam ketika sudah mengetahui maksud dari orang yang mengirimkan pesan kepada dirinya.
Tak lama kemudian Sistem Dewi segera berbicara dengan nada sedikit tinggi, sambil menunjukkan raut Wajah bingung.
"Hah?! Ratu Fahrani yang mengirimkannya? Mengapa dia terlihat begitu sangat dekat, dan se-perhatian ini kepada Lin Yar'an?" ucap, Sistem Dewi yang terlihat begitu sangat tidak menyangka ketika telah mengetahui isi surat itu.
Lu'er kemudian menggulung kembali kertas itu sambil menatap tajam ke arah luar jendela, dengan tatapan dingin Lu'er kembali berbicara.
"Hmh?! Sangat mencurigakan, bukan Sistem narsis?" kata, Lu'er yang terlihat seperti telah mengetahui suatu hal, ketika telah usai membaca surat yang dikirimkan oleh Ratu Fahrani kepada dirinya.
Notes : Maaf ya kakak kalau ceritanya kurang menarik, maklum saya masih pemula dan juga masih belajar, mohon dukungannya dari kakak semua, bagi yang suka karya ini jangan lupa dukungannya, terima kasih🖤