
Syera terdiam kenapa selalu Alarico bicara hal yang membuat jantung Syera lepas dari tempatnya.
Tolonglah Syera ini capek harus masang balik jantung ke tempat semula.
Alarico memang tidak salah apapun yang salah Syera kenapa sampai sekarang Syera bahkan belum bisa memahami Alarico.
Kesal sendiri jadinya marah sendiri jadinya. Syera terdiam saat Alarico duduk di kursi mengelilingi pohon Syera duduk di hadapan Alarico.
"Al.. Semua yang kamu perbuat itu hak kamu, akupun gak ngelarang kamu bicara dalam bentuk lembut kasar baik buruk ke aku, enggak aku gak mau batesin kamu, Mommy kamu aja bebasin kamu karena tahu didikannya dan ayahnya gak pernah salah," ucap Syera.
"Tapi, dengan lo diemin gue dua hari bahkan dua jam aja aneh ra bagi gue, Ok... gue emang gak sesuai harapan lo gue emang gak cocok dari awal tapi, Ra..gue berusaha cocok buat lo gue malah aneh dan males." Alarico menatap Syera.
"Oiya.. berusaha gitu kamunya, hem.. gak salah sih Al, cuman kamu adalah kamu, aku seneng kamu jadi lebih baik dari sebelumnya aku seneng kamu jarang rokok minum-minuman, seneng aku tapi, satuhal yang harus kamu tahu itu tentang diri kamu, kamu harus temenan dan cintai diri kamu, Aku emang ngebatesin sih rokok minum dan lainnya tapi, supaya kamu lebih ngerasa baikkan Badan kamu bagus luarnya kalo dalemnya yaampun gimana?"
"Lo selalu perhatian, gak salah gue nikahin lo." Alarico tersenyum.
"Al.. aku tanya lagi pertanyaan yang di jalan tadi tentang..." Syera terdiam saat Alarico bangkit mengangkat telpon dan pergi begitu saja.
Seketika itu Alarico menaiki motornya Syera terdiam menatap Alarico pergi dengan motornya.
Kenapa juga dirinya Syera ini berharap lebih memang membosankan ya membosankan gak berguna ya gak berguna, udahlah apa lagi yang mau di jelasin Syera bahkan tak ada apapun di bandingin semua yang ada di sekitar Alarico.
Maksudnya tadi angkat telpon terus ngejauh naik motor bahkan tatapan mereka sempat bertemu Syera di buat diam seribu bahasa dengan sikap Alarico.
Sekarang di tinggal sendirian di sini di taman? Apa sekarang Syera di buang? Ah... benar Anissa! dan Syera yang membosankan. Gak ada hal baik bahkan bagus buat Syera tunjukin ke Alarico semuanya mungkin aneh dan buruk.
Yaa.. Tentang tipe ideal Alarico, Anissa jawabannya.
Syera berpikir Alarico sengaja berucap yanh membuat jantung Syera melompat keluar itu hanya ucapan biasa bagi Alarico tapi, bagi Syera itu kata yang membuat Syera bingung dan membeku seketika.
Kenapa perasaan ini sangat lemah kenapa juga Syera harus menikah dan Alarico suaminya, terpaksa semua yang tidak di sukai di sukai dengan kata wajib, walau beberapa gak wajib.
Syera bahkan gak bermimpi apapun untuk tahu siapa Alarico. Tentang dekat di waktu Sma memang, Syera Akui sempat ia menyukai Alarico tapi, semua itu hanya sebatas suka dan Syera menghindar jauh untuk apa menyukai mereka yang memiliki batasan dan penulaian sendiri.
Syera aneh dan polos, dua kata itu pantas untuknya.
Alarico berjalan ke tempat terakhir dirinya pergi ternyata rasa khawatir di hatinya percuma. Syera ada didepan matanya duduk membelakangi bohon dan meja mengelilingi pohon itu.
Terdengar suara langkah kaki dan pelastik seketika itu Syera menoleh dan kaget sedikit.
"Kamu! Kaget." Syera memegang dadanya yang terkejut masalahnya taman sepi sekarang dan Syera melamun dengan pikiran di kepalanya.
"Sempet mikir buruk?"
Alarico yang bahkan mengeluarkan beberapa pesanan makanann dan minuman yang ia pesan lewat aplikasi mendadak harus ia jemput sendiri karena kurir makanannya pecah ban motor depan.
Alarico langsung pergi tanpa mengatakan apapun pada Syera.
"Kenapa? Eh.. enggak kok aku gak mikir gitu, Salah sangka anda yee!" Syera membuang mukanya sambil mengaca wajahnya di ponsel bekas air mata tadi tidak ada, ya iyalah gak ada orang mau nangis malah kaget masuk lagi kan tuh air matanya.
"Jangan mikir kalo gue buang Lo." Syera berdehem menjawab ucapan Alarico.
"Yaa, Gak jugalah gue peka kali gak Oon amat," ucap Syera santai.
Seketika Alarico memeberikan suapan Eskrim di sendok ke Syera. Sambil bergumam Syera menoleh pada Alarico.
Isyarat tatapan buka mulut.
"Gak Mau gue makan sendiri," ucap Syera mengambil alih tapi, Alarico lebih cepat menghindar.
"Syera Alinda!" Seketika Syera membuka mulutnya dan masuklah suapan eskrimnya.
Alarico langsung memberikan pada Syera.
"Idih... pencitraan!" Syera melirik ketempat dimana tiba-tiba ada beberapa gadis sma menatap Alarico.
"Karena Lo adalah hal berharga yang gak boleh di sia-sia in termasuk kasih paham ke mereka kalo Cowok seganteng gue udah punya pawang secantik lo!"