
Alarico tersenyum saat ibunya makan dengan lahap di setiap suapan tangan Alarico langsung. Bahkan Ibunya minta nambah. Alarico sedikit senang dan semangat menyuapi makan ibunya.
"Mommy jangan sakit Mommy harus seneng terus jangan sedih, Alarico datang kesini buat mommy aja kalo Mommy gak makan Mommy gak kasihan Al, Al sedih banget kalo Mommy gak mau makan gini," ucapnya pelan pada mommynya.
Sang ibu terdiam mengangguk sedikit tersenyum.
"Al udah kerja sekarang kita bisa jalan-jalan pake uang Al sendiri, Bukan uang dari Papa, jadi Mommy harus rajin makan dulu ya," ucap Alarico dengan wajah berbinar senang berusaha menahan tangisnya dan air matanya.
Alarico juga diam saat ibunya diam.
Kunjungan dengan ibunya selesai Alarico pamit pulang setelah sang ibu kembali masuk kedalam bertemu dengan ibu sambungnya.
"Alarico pulang dulu Mom, Jaga kesehatan kalo Alarico dateng Mommy masih lemes Al gak bisa bawa mommy keluar nanti," ucapnya. Seketika Alarico mencium tangan sang ibu dan pergi sambil salam.
Saat melewati ayahnya yang baru masuk Alarico dengan wajah datarnya melewati ayahnya begitu saja. Menyapa ataupun salam saja pun tidak akan mau palingan jika lagi ada surga di dalam kepalanya Alarico akan baik pada sang ayah.
Seketika keluar dari rumah Alarico tak melihat abangnya dan mengedikkan bahunya Alarico berjalan maju terus sampai keluar gerbang kecil. Berjalan kaki dengan santai tanpa ada yang terjadi tadi rasanya biasa aja.
Langkah kaki Alarico lebih sering di atas tanah belakangan ini, setelah kejadian itu Alarico sama sekali tak menginginkan semua hal dari sang ayah.
Alarico bahkan tanpa sepengetahuan sang ayah membuat tabungan dan mencicil beberapa angsuran dengan kerjaannya dan belajar di kampus dengan rajin.
Syera sebenarnya memperhatikan Alarico.
Di tempatnya Syera keluar untuk membeli telur tapi, tidak salah jalan atau salah gang Syera tiba-tiba di hadang dua orang dengan pakaian hitam.
Seketika itu seseirang di belakang Syera menggunakan masker hitam berdiri.
Dua orang yang mau menghadang Syera tadi pura-pura tak lihat dan jalan berlalu seketika itu orang itu membuka maskernya dan membuka topinya.
"Lo keluar malem Ra?" Seketika Syera berbalik tolehan kesamping.
"Apaa?"
Rayanza benar-benar nekat mrngikutinya dan sekarang sisi positifnya adalah Syera aman dari dua irang berniat jahat. Syera terdiam seketika sampai didepan kontrakannya dan masuk begitu saja tak menawari Rayanza mampir atau apa.
Rayanza yang tadinya memasang wajah senyum saat bersama Syera langsung mendatarkan wajahnya.
Rayanza tak akan main-main jika ada yang menyentuh miliknya. Syera adalah miliknya di lirik lihat bahkan menyenggol seujung benang kain yang ada di tubuh Syera. Rayanza akan lanhsung menghabisi dua orang tadi.
Disini gak buntu sempit tiga orang berkelahi habis habisan dan dua kalah dengan lebam di wajahnya sampai ada yang terbatuk darah.
"Lo ganggu cewek tadi lagi saat gue gak ada abis lo sama gue," ucap Rayanza dengan wajah yang datar kelewat santai bicaranya melempar orang yang di cengkram kerahnya ke dinding lalu menginjak tangan orang yang mau menampar wajahnya.
Salah besar ternyata mereka menganggu wanita milik lelaki iblis seperti Rayanza. Akibatnya membuat mereka sangat sakit sekarang.