Alarico

Alarico
Delapan puluh enam



Syera yang baru sampai di perempatan depan kampus meminta sopir menurunkan didepan warung Bu Leha.


"Gak sampe kampus sana aja non?" Sang sopir tak enak jika menurunkan nyonya mudanya di pinggir jalan.


"Gak papa Pak Mat, Nanti Syera masuk sendiri, Syera masih belum biasa, anggep aja kita lagi main taksi-taksi an Online," ucap Syera sambil melebarkan senyumnya.


Pak Mat melihat sepion depan yang memantulkan wajah Syera, akhirnya mengangguk dengan senyuman tipis juga Syera membuka pintu.


"Iya Non Hati-hati yaa.."


"Ok Pak makasih, Assalammualaikum."


"Waalaikum salam, " jawa sang sopir tak lama Syera melambai setelah turun menutup pintu.


Seketika akan menyebrang seketika itu Syera melihat motor Alarico masuk bersamaan dengan membonceng perempuan. Syera menatap santai tapi, dalam hati rasanya ingin mengamuk dan marah.


Seketika itu kepalan kedua tangannya di pegang oleh Zulaika dan Dinda yang tidak tahu kapan datang atau Syera tak sadar jika kedua temannya sudah di belakangnya sejak tadi tapi, turun dari mobil Syera sama sekali tak melihatnya.


"Pagi semangat cerianya dong Rara!" seru Dinda Heboh. Syera hanya menyambutnya senyuman dan matanya beralih ke sebrang kampus.


Mereka menyebrang setelah jalanan mulai senggang dan sampai di depan gerbang mereka masuk dan bersama tak langsung kekelas. Zulaika di ikuti Syera dan Dinda pergi mengarah ke Galang.


"Nih gue beliin lo kueh lapis tepat Bu Leha, Lo kemaren bilang apa aja dan ini kueh enak yang gue sering makan tempat Bu Leha gue sering pesen karena Bu Leha buat sendiri."


Galang Tama dan Soleh menatap aneh tapi, Galang tetep bergerak dengan tangannya meraih bungkusan kuning dengan bergambar emoti tersenyum.


"Kok cuman Galang lo kalo mau ngasih buat Galang tempat sepi aja jangan ada gue juga Zul," ucap Soleh nyeletuk aneh.


"Gak maksud apapun gue ngasih nih kueh ya, Kalo gue bilang kalian juga belum tentu ada di saat itu. Pas kemarena ban gue bocor dan Galang kebetulan lewat Gue pas bawa dokumen penting kak Anya kalo gue telat bisa bahaya hp gue eror. Ya Terpaksa gue minta tolong Galang anterin gue dan Ban Mobil gue di benerin sama dia sendiri, Gue mau bilang makasih kata dia gak usah gue ikhlas, ya tetep kalo udah di tolongin guenya gak enak Dodol," ucap Zulaika lalu berlalu di ikuti Syera dan Dinda.


Sejak Zulaika datang bersama Syera dan bicara banyak lalu bertengkar kecil dengan Soleh. Beberapa kali Alarico memperhatikan wajah Syera tapi, Syera sok sibuk menatap ponselnya kedua jempolnya terus mengetik sesuatu yang bahkan Alarico tidak tahu dan tatapan matanya terfokuskan kebawah di atas layar ponselnya dan lengannya terus di gandengan Dinda.


Alarico merasa tak nyaman tapi, ia masih tak mengerti kenapa Syera begitu.


"Al... Gue nemu nih tisu oiya.. Gue Anissa, Kalian temen-temennya Alarico ya... Gue adeknya Salsa." Anissa langsung memperkenalkan diri tanpa di minta dan mengulurkan tangannya. Seketika itu Soleh yang menjabatnya.


"Iya salam kenal Gue Soleh, Dia Tama, dan Galang, Ada perlu apa Lo ke kampus," ucap Soleh seketika melirik sekilas Alarico lalu di susul lirikan sekilas Tama dan Galang.


"Oh.. itu, gue cuman mau mampir aja sekedar luangin waktu gue yang sibuk di London buat Al, lagi pula gue juga penasaran tempat sekolah Al sekarang ternyata Universitas Samudra lebih besar dari yang dulu ya," ucap nya mencoba membuat pembicaraan terasa tak hambar.


Tapi, Tama dan Galang sudah malas entah kenapa wajah Anissa terlihat tidak membuat mereka semangat bicara, mungkin karena ekspresi Alarico yang acuh.


"Gak juga. Oiya... Gue ada jam Kita pamit dulu, Al kita duluan Bay-bay," ucapnya sambil Soleh melambaikan tangan pada Anissa yang tersenyum. Seketika menoleh pada Alarico, Alarico berdiri dan pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Soleh kembali membalik badan. Galang berdecih.


"Kalo gak suka jangan di keliatanin, nanti lo kehilangan pesona didepan cewek-cewek lo!" Peringatan Soleh pada Galang.


Seketika itu Galang terdiam.


"Gue langi males ngomong kayak Tama noh diem aja ngomong kalo perlu," ucap Galang seketika mendengarkan musik dengan Aerphone nya. Soleh menatap Tama, Tama mengedikkan bahunya acuh.


Syera baru saja berpisah dengan dua temannya tiba-tiba Anissa datang duduk di sebelahnya.