Alarico

Alarico
Seratus empat



Syera dan zulaika terdiam seketika Zulaika menyikut Dinda.


"Udin... Lo minta maaf Lo! Lo ngomong apaan barusan ama Syera, Alarico bisa ngamuk lo!" Kata Dinda memberikan saran cepat untuk Soleh yang asik memakan eskrimnya.


Syera tersenyum manis juga gugup saat sepasang mata tajam menatapnya lembut tapi, ekspresi wajah yang datar.


"Halah.. Si bos gak ada, Lagian kalo ada pun Al gak bakalan marah tenang aja Gue pasti udah tahu itu," ucap Soleh sangat sombong sampai seketika tepukan di bahu Soleh terasa.


"Mau hapalin apaan lo tentang Gue Hem!" Alarico bersuara saat itu juga Soleh terkejut juga gemetaraan. Tama justru santai menganggap tidak terjadi apapun saat ini.


Saat itu juga Syera terkena lembaran kertas membuat semua yang bersama Syera kaget Alarico juga langsung Auto fokus ke Syera.


"Waah.. wah.. masih berani sekolah. Sekarang, Lia kalian udah cek ig sama Sosmed belum cuitan-cuitan juga rame loh... Liat ternyata Syera Alinda dengan suka rela di perkosa sama laki-laki tua bangka kalian liat dan inget baju yang pernah Syera pake sama? Sama lah masa enggak! Coba kalian peratiin bagian sisi kanan dan artikelnya pelakunya bilang apa, SUKA SAMA SUKA!"


Harisya dengan santainya datang dan mencemooh Syera.


Tak ada kata kapok untuk mereka tapi Alarico langsung menatap Harisya dengan dingin.


"Al.. kenapa Lo kaget lo mau liat nih gue kasih liat," ucap Harisya menatap Alarico memuja seketika semuanya menatap Alarico dan Syera juga semua teman yang duduk dengan Syera.


Kedua tangan diatas pangkuan Syera di bawah meja mengepal kuat meremas ujung pakaiannya.


Alarico menatap datar Harisya dan menerimanya saat Zulaika akan bertindak saat itu Tama menjegah tangannya dengan pukulan buku.


Zulaika menatap Tama marah dan Tama menggeleng untuk tidak mengikuti Alarico membela Syera, Karena Alarico sendirian sudah cukup.


Dinda menarik Zulaika tenang dan kembali duduk seketika Dinda merangkul bahu Syera dari samping belakang dan tersenyum.


"MANA? ADA LAGI YANG MASIH BACA BERITA INI ATAU NIAT NYEBARIN? SINI... SINI!" Suara lantang Alarico membuat kantin kampus langsung diam semua penjaga kantin dan ada Dosen yang niatnya mau mencari Alarico langsung diam.


"Hp gue!" Harisya menatap sedih ponsel mahalnya yang hancur berkeping keping di banting hingga di patahkan menjadi dua oleh Alarico.


Seketika Anisaa datang dan menampar Harisya tiba-tiba, ini aneh.


"Lo!" Harisya ingin membalasnya seketika itu Anissa menahannya.


Tiba-tiba saat itu juga ke empat orang masuk bersama Galang yang membawa tabletnya.


"Uuhh.. cantik cantik merugikan, jauh-jauh lo semua," ucap Galang seketika keempat orang dengan rambut sebahu perempuan, Laki-laki dengan wajah sangar pakaian jas mendekati Alarico dan mengangguk.


"Semua sudah Tuan," ucap salah satu dari mereka yang lelaki dengan kaca mata hitam sedangkan Galang membuka tabletnya dan memperlihatkan pada Alarico berapa banyak Surel permintaan maaf untuk Alarico dan keluarganya.


Seketika Anissa di pagang kedua tangannya dan Harisya bersama teman-temannya di bawa dengan paksa untuk pergi di periksa di kantor pihak berwajib.


"Al.. Lo kok gue dibawa," ucap Anissa meronta ingin di lepaskan tapi, saat itu juga Dinda maju dan menampar Anissa.


"Jaga mulut Anda yang bilang seolah anda tak salah, Perbaiki diri anda jika anda merasa layak bersanding dengan suami teman saya, Jangan anggap saya gak tahu anda ya, Anissa!" Dinda menatap intimidasi Anissa seketika membuat semua mahasiswa di kantin kampus yang melihat Dinda jadi merinding cewek riang gak pernah keliatan marah sekali marah, mereka jadi merinding.


Anissa mengumpat seketika itu Zulaika menghampirinya.


"Kami Orang Bodoh karena ikut sandiwaramu tapi, Salsa dan keluarganya orang berpendidikan Liat dan ingat wajah kami, Anissa! Sentih seujung benang Syera dan kebahagiaan Alarico, bukan kita berdua doang tapi, Mereka," ucap panjang Zulaika seketika membuat Anissa kalah telah dan menatap arah ibu jari Zulaika menunjuk belakang bahu kirinya yang sudah ada Tama Soleh dan Galang.


"Sayang kalian Cewek, Kalo Cowok mungkin lebih asik babak belurnya," ucap Zulaika menatap Harisya dan Anissa licik.