
Langkah Syera sedikit pelan setelah memasuki pintu Toko roti Sam saat itu manager dan juga para pegawai lainnya sedang bicara karena toko roti tak terlalu ramai.
"Permisi, Kak Ayunda," ucap Syera seketima Managernya menoleh.
Manager baru menurut teman Kerjanya sebelum Syera datang Syera bertanya dulu ada tidak manager di Toko. Dan pesan di balas ada Syera langsung datang.
"Eh.. kamu Syera.. lama gak masuk, gak ada kabar juga Kamu masuk berita pula, Gimana Syera kamu mau kerja atau engga Saya nungguin ke jelasan kamu, Kamu di hubungi susah," ucap Ayunda manager Syera Blak-blakan.
"Ehm.. itu kak ada sedikit masalah dan sekarang saya gak boleh sebebas waktu itu bahkan selama ini saya di rumah.. Maaf kak karena hp di sita dan baru di baliki tadi pagi," ucap Syera.
Seketika mereka semua menatap keluar dimana mereka melihat seorang membuka pintu dan melangkah masuk dengan topi hitam.
"Udah belom lama amat!" Syera langsung kesal mendengar suara Alarico yang tiba-tiba ikut masuk dan asal bicara memotong ucapan Syera.
"Eh.. Syera.. " Ayunda terdiam sebentar saat melihat atasannya ada di depannya.
"Maaf kak Maaf banget ini temen saya dia.. yang.." Syera langsung diam dan ketika itu tangannya di tarik mendekat padanya.
" Enggak gitu Syera tapi, kamu udah lama keluar libur Toko dan sampai lebih dua hari bahkan kamu gak kasih kabar jadi kamu.. Maaf Syera kamu saya pecat dan sebentar saya ke ruangan saya," ucap Ayunda langsung berbeda seperti orang ketakutan.
Syera menatap aneh dan tak lama Ayunda datang lagi dan memberikan amplop coklat pada Syera.
"Maaf Syera saya sebenernya mau minta kamu buat masuk lagi, sedikit kesinggung ya sama omongan saya tadi, dan Syera kamu bisa sama Bos." Syera terdiam menoleh pada Alarico yang bergeming menatap kearahnya sejak awal berdirinya disana.
"Ehm kalo gitu terimakasih Kak Saya pamit dan makasih kak," ucap Syera dengan sopan dan sempat bersamalam pada teman kerja perempuannya.
Alarico tiba-tiba menghampiri Ayunda saat Syera berjalan melewatinya.
Syera melamun melihat Alarico bicara dengan sangat pelan pada managernya Syera bahkan tak bisa mendengarnya walau sudah keluar toko.
Didalam Ayunda terdiam saja.
"Kamu buat lama aja, Kasih uangnya dan pecat dia, mulai sekarang Syera gak kerja sini bahkan dari awal pak Raka kasih kamu wewenang ini Ayunda," ucap Alarico terdengar formal tegas.
"Ma-maaf pak." Serempak mereka semua mengangguk dan Ayunda langsung meminta maaf.
Alarico menatap keluar seketika Syera tertangkap basah melihat dan memperhatikan Alarico.
Alarico berbalik pergi tanpa mengatakan apapun.
Syera terdiam saat bersama juga Alarico melangkah keluar dan Syera langsung masuk ke dalam mobil. Syera duduk diam berpura-pura tidak tahu apapun saat Alarico masuk dan duduk di samping Syera tak lama mobil berjalan meninggalkan toko Roti sam dan saat itu juga semua pegawai termasuk Ayunda langsung lega dan lemas.
Mereka semua langsung diam dan melihat atasan mereka berkeringat pias.
Di dalam mobil Alarico dan Syera hanya diam sampai mobil memasuki rumah tapi, saat itu juga Alarico melihat jika mobil sang ayah terparkir dengan rapi, dan ada satu mobil asing lalu tiba-tiba datang motor sport hitam dan helem hitam full face.