Alarico

Alarico
Seratus enam



Selesai acara wisuda kampus masih mengenakan topi toga Syera dan Alarico untuk pertama kalinya foto berdua dan Soleh yang memotret mereka.


"Laah.. berdua mulu, ayo kita foto bareng aja," ucap Galang, seketika Syera memanggil Zulaika dan Dinda. Syera mengisyaratkan untuk semua mendekat seketika foto di ambil perutnya terasa sedikit sakit Alarico yeng merangkul Syera seketika merasakan getaran Syera.


"Kamu kenapa gemeteran sakit," ucap Alarico. Seketika Syera pingsan.


"Rara!" Dua teman istrinya langsung berteriak Tama Galang langsung meminta Soleh menyiapkan mobil nya.


Saat Soleh siap Alarico membawa Syera di mobil Soleh dan Zulaika bersama Dinda pergi Galang dan Tama naik kendaraan lain.


Saat Zulaika di panggil seseorang yang ternyata kakaknya, Zulaika menghentikan langkahnya memasuki mobil.


"Zul.. kalian pada mau kemana kenapa buru-buru gitu," ucap kakaknya menatap adiknya yang gelisah.


"Nanti kak jelasinnya Syera pingsan kita mau bawa kerumah sakit dia sama Al naik mobil Soleh." Saat itu juga Anya terkejut dan saat berbalik ternyata Raka baru berjalan mendekat.


"Kerumah sakit sekarang!" Raka yang bingung hanya mengikuti langkah Anya, istrinya.


Saat di rumah sakit beberapa perawat datang dengan kursi roda. Syera sadar tapi, wajahnya pucat.


Keringat membasahi dahi Alarico ini kali pertamanya selama beberapa bulan Syera hamil dan menjalani kuliah tetap dan Alarico harus extra perhatian sampai keluar kota pun Syera juga harus ikut jika tidak bisa Syera dan Alarico tetap di rumah tapi, sekarang belum waktunya melahirkan.


Saat sampai didepan ruangan Dokter kandungan Alarico dan Syera langsung masuk untuk periksa.


Saat berbaring dan dokter mulai memeriksa Syera. Alarico menunggu di depan saat itu perawat meminta Alarico masuk saat masuk Syera dan Dokter tersenyum.


Saat Syera keluar bersama Alarico saat itu juga semuanya berdiri menatap Syera.


"Lo jadi lahiran Ra?" Dengan polosnya Galang dan Soleh bicara bersamaan.


Saat itu juga jeweran di telinga Galang dan Soleh di lakukan Anya.


"Kalian ini maen bilang lahiran Ini itu belum waktunya Syera lahiran, nanti kalo anaknya prematur gimana Asal aja kalian," ucap Anya seketika Galang dan Soleh menunduk malu mereka yang memperhatikan Anya dan Soleh hanya tertawa dan bisa geli sendiri.


Syera menggeleng dan menjelaskan jika kehamilannya ini rawan kelelahan dan tak bisa kelehan sedikit jadi harus banyak istirahat.


Malam harinya di rumah Alarico semuanya berkumpul di halaman belakang dekat kolam renang saat semuanya sibuk dengan kegiatannya sendiri-sendiri saar itu Bi Jum datang dan mengatakan jika ada tamu dan membawa hadiah sangat banyak. Saat itu juga Syera terdiam.


"Siapa bi?" Syera dengan memegang perutnya perlahan berjalan mengikuti langakah Bi Jum mengantarkannya pada tamu. Tapi, saat lima langkah berjalan tamu itu datang dan Saat itu Tama Galang dan Soleh saling sikut Zulaika dan Dinda berhenti tertawa.


Melihat siapa yang datang dan Raka yang menjaga anaknya dan Anya yang menatap makanan diatas meja terhenti dengan tamu yang datang.


"Rayanza !" Syera menatap orang didepannya dan semua hadiah yang di bawa anak buahnya saat itu juga Alarico melangkah mendekat dan merangkul Syera.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Selesai...