Alarico

Alarico
Tiga puluh Empat



Salsa masih didalam mobil bersama Alarico saat mobil berhenti di taman hiburan Alarico turun dan membiarkan Salsa mau melakukan apapun.


"Al.. Lo ngapa bawa gue kesini?" Salsa bingung bertanya pada Alarico yang bergeming duduk di kursi di area taman hiburan dekat pohon dekat orang lalu lalang.


Alarico tetap memfokuskan pandangannya dengan kaca mata hitam dan ponsel di tangannya.


"Terserah, Lo mau ngapain, gue disini," ucap Alarico cuek.


Salsa berengut kesal wajahnya sangat malas untuk tersenyum bahagia.


"Al.. lo bisa kek temen gue kemana aja naik mobil, Lo juga mau kan temenin gue naik wahana.. yang itu yang ini yang sebelah sana sini," ucap Salsa menunjuk semua wahana dengan ucapannya termasuk tempat makan manis-manis seperti eskrim atau permen kapas.


"Al."


Salsa menatap Alarico yang diam. Seketika Alarico berdiri dan mengantongi ponselnya.


"Kalo gitu lo pulang aja," ucap Alarico dengan santai bahkan kelewat tak berperasaan.


Sejak tadi Alarico selalu meminta Salsa pergi dan pulang ke Roma. Jangan sentuh ataupun bicara banyak.


"Al.. Lo kok berubah dulu Lo gak gini banget sama gue, Lo bahkan perhatian sama gue, Kita itu pernah deket."


Salsa mengingatkan Alarico tentang kebersamaan mereka waktu dulu dimana Alarico sering memberi perhatian lebih layaknya saudara laki-laki.


"Sekarang enggak bahkan gue gak kenal Lo!"


Alarico pergi dan meninggalkan Salsa yang masih berdiri mematung dan hampir menangis.


Alarico yang sudah masuk kedalam mobil seketika Salsa menyusulnya dan ikut masuk kedalam.


Mereka pergi dari sana dan meninggalkan parkiran taman hiburan itu. Alarico dan Salsa kembali pulang keraumah Alarico tanpa memperdulikan Salsa Alarico masuk kedalam rumah begitu saja.


Saat melihat Mommynya. Alarico langsung diam di tempat. Alarico menahan sesuatu seketika melihat Mommynya bicara dengan seseorang.


Terpaksa Alarico berjalan mendekat kearah mereka. Alarico duduk di kursi dekat ibunya dan tak lama Salsa duduk di dekat kedua orang tuanya.


" Begini Al, Salsa masih di Indonesia. Dia di sini dulu sampe seminggu nanti kalo Dia mau pulang baru di pulang, Orang tuanya nitipin sama Kamu," ucap sang Ayah kini pada putranya yang terang-terangan tak suka padahal ada orang asing di sini.


Salsa tersenyum.


"Sayang hari ini Papa sama mama ada urusan kamu di rumah Mommy Falisa sama Alarico sebentar kalo kamu mau pulang kamu telpon Keyla, Asisten mama biar jemput kamu," ucap sang ibu pada putrinya yang kini berwajah bahagia. Tapi, Alarico justru sumpek.


"Iya mah," ucap Salsa.


Salsa berdiri bersamaan orang tuanya dan ayah juga orang tua Alarico.


Salsa menyalimi kedua orang tuanya begitu juga orang tua Alarico yang langsung mengantar kedepan tinggal lah Salsa dan Alarico di ruang tengah.


Salsa menatap Alarico dalam diam tapi, Alarico langsung berbalik pergi meninggalkan Salsa berdiri mematung. Di kamarnya Alarico menguncinya bahkan tak memperbolehkan siapapun masuk kecuali Mommynya dan itu hanya mommynya sendiri.


Bi Jum yang mendapat pesan itu dari Alarico.


Di dalam kamarnya Alarico duduk di kursi kerjanya dan menatap ikan di akuariumnya seketika membuka laptop. Barusaja terhubung seketika Leptopnya menerima panggilan masuk dari Galang dan Soleh.


Ketika di buka ternyata Tama baru saja mau bergabung langsung mati dan kini jadi satu karena bersama Galang.


"Lo gak enak amat muka Lo Al," ucap Galang.


"Suntuk lo," ucap Soleh kali ini.


Alarico tak menjawab dan hanya diam.


"Al.. Tama mau bilang sesuatu sama Lo," ucap Galang pada Alarico Soleh di vidio call grup mereka.