
Syera terdiam menoleh kanan kiri.
"Sampe Lo nyentuh mereka Lo juga bakalan liat jasad gue inget itu," ucap Syera mengancam balik Rayanza yang langsung diam dan murung wajahnya.
Syera pergi melangkah meninggalkan Rayanza Syera tahu jika bagi perempuan pulang diatas jam delapan itu tidak terlalu baik bahkan, lebih banyak buruknya.
Jalanan ramai banyak Syera bisa lewat disana.
Saat melihat toko kueh tar khusus tanpa gula dan terlihat cantik karena toko ini jaraknya jauh dari Toko Roti Sam.
Syera berbalik melangkah mendekat masuk ke dalamnya dan meminta satu kueh tar dengan krim tak terlalu banyak. Syera mendapatkan rasa jeruk dan juga mendapat bonus selai setowberry.
Melangkah keluar dari toko itu bersama dua pelanggan Syera berjalan arah berlawanan dengan pelanggan yang keluar bersamaan dengan mereka.
"Kita gak tahu bisa apa enggak, Semua kebutuhan itu terlalu banyak," ucap pasangan yang baru saja melewati Syera.
"Kamu kira aku mau apa punya anak dari dia ini semua kecelakaan dan kamu meminta aku yang tanggung jawab apa kamu gila," ucap sang lelaki.
"Ini juga bukan salahku kita sama menginginkannya, Jika sudah seperti ini perempuan salah saja benar sedikitpun anggapnya salah besar dan tak termaafkan," ucap sang wanita.
Seketika sang lelaki mengusak rambut belakangnya dan berdecak kesal lalu mengejar sang wanita itu.
Syera mendengarnya tapi, Syera tak tahu kenapa hari ini banyak sekali membicarakan masalah ekonomi pendapatan bulan termasuk pernikahan dan anak.
Syera menghela nafasnya. Ingatannya melayang pada kejadian di cafe tadi dimana Sang wanita datang dengan menangis dan lelakinya sedang duduk bersama teman-temannya dan ada teman perempuannya Syera tidak bisa pura-pura tak melihat memang itu kejadian depan matanya jika ia tak melihat pekerjaannya yang akan terancam.
Sang wanita mengatakan jika dirinya mengandung dan lelaki itu begitu senang seketika sang wanita menampar dengan santai didepan semua orang termasuk didepan Syera sampai Syera sendiri ketakutan.
Setelah semua pesanan selesai Syera segera memberikan pada pelanggan.
Mereka pasangan yang bertengkar sudah pergi entah kemana. Kejadian di toko roti sam pagi itu membuat Syera sedikit aneh karena kejadian itu dan sekarang ada lagi yang Syera dengar.
Entahlah ada apa hari ini.
Alarico tak langsung pulang ke tempat abangnya. Melainkan ke rumah Mama Leni istri ketiga ayahnya.
Langkah Alarico sedikit memelan saat sampai didepan gerbang hitam besar itu yang kini berganti dengan gerbang hitam besar ukiran emas di tengahnya.
Alarico melihat gerbang kecil masuk lewat sana dana ketika masuk Alarico melihat Sang ayah dan Abangnya bicara di teras sepertinya abangnya akan pergi dan ayahnya mengantarnya kedepan teras.
Mereka berdua melihat putra kedua keluarga Samudra datang hanya diam saja.
Sang ayah juga menganggap tak ada yang melewatinya. Sedangkan Bang Raka sekilas melirik Alarico.
Masuk ke dalam rumah seketika suara lembut yang lama Alarico tidak dengar kini kembali terdengar.
"Al... Sayang anak mommy," ucapnya seketika melebarkan tangannya.
Kondisi sang ibu sangat lemah sampai harus menggunakan kursi roda dan Leni selalu di belakangnya membantu mendorongnya.
Alarico berusaha tidak menangis tapi, akhirnya menangis di pangkuan sang ibu.
"Kamu sehat nak? Banyak makan? Kamu tidurnya gak telatkan teratur," ucap Sang ibu. Samar-samar Alarico mengangguk dan mengakat wajahnya Leni, ibu sambungnya berbalik pergi memberikan waktu untuk Alarico dan ibunya bicara.