
Alarico Kembali tenang saat Syera diam juga tak lama kemudian mereka sampai di kampus seketika mobil terparkir di samping deretan mobil Galang dan Tama. Ada Soleh juga tak bawa mobil karena Soleh numpang mobil Galang.
Mereka berdua turun seketika mahasiswa yang lewat tak sengaja melihat mobil H.kona putih Alarico berhenti dan menurunkan seorang perempuan cantik dengan pakaian tertutup dan rambut di urai tapi, di tata rapi membentuk seperti kalung bunga kepang di tambah senyum dan wajah yang manis.
Galang dan Tama melihat Alarico datang dengan Salsa hanya bisa diam tak bisa mereka membu suara sekarang.
"Lo jalan jalan aja gue mau sama temen-teman gue," ucap Alarico pada Salsa.
"Tapi, Al gue gak tahu tempatnya entar bisa masuk gak bisa keluar," ucap Salsa menjelaskan beberapa tempat yang takutnya nanti tidak bisa ia lewati, lalu ia lewati dan akhirnya nyasar.
"Aah.. Soleh udin.. lo temenin neng Salsa sono," ucap Galang pada Soleh udin yang sibuk menggoda maha siswi cantik.
"Lah.. kok gue sih Lang lo aja Tama... lo aja.. Al lo ya.. ng, Ck.. lo pada gilirin gini lo pada serih ke gue. Okelah neng Salsa kita yemen Tunangan lo Akan melayani dengan baik.. iya bos jalan sekarang," ucap Soleh udin malas lalu kesal menatap kedua temannya ketika mau menyalahkan Alarico lebih cepat di tatap sadis Alarico, Soleh langsung diam.
Ketika akan mengatakan banyak ucapan Soleh langsung di tatap intimidasi Alarico yang mengatakan gak usah banyak omong.
Ketika Soleh mempersilakan Salsa duluan,Salsa mengangguk dengan tersenyum.
Salsa bersama Soleh pergi berkeliling kampus Samudra. Meninggalkan Alarico dan Tama juga Galang.
Seketika mengeluarkan permen mint.
Disini Alarico menatap kedua temannya sambil memakan permen mint.
"Gue gak mau ajak dia Mommy maksa gue gak bisa nolak udah alus nolaknya tetep aja di paksa," ucap Alarico menjelaskan pada kedua temannya di depannya sekarang.
Alarico bersandar pada mobilnya.
"Lo ketinggalan berita pagi ini lo sedikit telat tadi Syera tiba tiab naik ke atas pohon cuman buat nolongin anak kucing yang gak bisa turun terus kasih ke induknya Alhasil dia sendiri kagak bisa turun," jelas Galang menceritakan kejadian tadi sebelum Alarico datang.
"Sempet jadi tontonan tapi, karena Zulaika ama Dinda ada disana langsung mereka di bubarin." Kata Galang lagi sedikit terkekeh mengingat tentang kejadian sebelum Alarico datang.
"Ada yang hampir ambil gambar Syera karena jilbabnya sedikit nyangkut," ucap Tama.
Seketika tatapan Alarico menajam.
"Wees.. kalem pak bos, aman terkendali," ucap Galanh. Seketika Alarico mengerlingkan matanya sedikit lega rasanya.
"Gila.. gila.. banget gak nyangka gue sumpah Al, Lo ngobrol setenang dan sedamai itu sama Syera tanpa debat, Jir.. Mantep gile.. Ada sifat kek gitu juga Syera," ucap Galang hiperbola.
Alarico menatap datar Galang. Sedangkan Tama menghela nafasnya menjadi pendengar saja.
Saat mereka bertiga sedang bicara saat itu juga mereka melihat Syera dan Dosen Ayu membawa beberapa bawaan.
"Makasih ya Syera, lain kali kamu kalo mau ongkos pulasa dateng ke ibu, kerjaan ibu cukup banyak," ucap Bu Ayu yang alarico Galang Tama dengar.
Syera mengangguk.
"Iya bu Makasih, ibu juga boleh minta bantuan Syera langsung gak usah kasih ongkos, Lama-lama Syera gak enak bu," ucap Syera sedikit bergurau tapi, ada maksud seriusnya.
"Iya.. kalo kerjaan kecil Ibu teraktir kamu kalo banyak gak mungkin ibu teraktir, ya udah Syera makasih ya saya berangkat dulu," ucap bu Ayu pergi sambil memberikan sesuatu di tangan Syera dan segera masuk mobil.
Syera terkejut tak bisa menolak juga.
Seketika mobil Bu Ayu menjauh seketika itu juga Syera berbalik pergi tanpa ingin tahu kalo ada yang memperhatikan Syera sejak tadi.
Syera sebenarnya bisa tahu dari kaca mobil lain kalo Alarico dan juga Galang Tama memperhatikannya.
Syera memasuki kelasnya seketika itu Dosen mengisi kelas hari ini masuk Syera juga ikutan masuk.
Tak lama Alarico, Tama datang.
Pelajaran di mulai dengan lancar sampai selesai pelajar seketika itu Syera dan Zulaika Dinda berpisah didepan kelas Syera pergi ke perpustakaan Zulaika dan Dinda pergi entah kemana bilangnya ada urusan.
Sampai Syera di perpustakaan tak sengaja Syera melihat Salsanada disana sedang duduk Syera memilih tempat lain untuk duduk dan sedang asiknya mengerjakan tugas dengan catatan dan juga laptopnya.
Seketika itu suara kursi disepannya berbunyi ternyata ada orang yang duduk di depannya.
"Haay.. Syera.. Gue Salsa. Lo gak lupa kan?"
'Kok dia ada disini sih!' batin Syera kesal sendiri.