
Alarico melangkah menaiki tangga lantai atas di mana ruangan atau tempat itu khusus untuk inti dan senior sebelum Alarico bergabung menjadi geng Endless cave bersama yang lainnya tapi, kali ini pemandangan yang Alarico lihat adalah Soleh yang penyakit play boy nya semakin parah jika datang ke Club tapi, Soleh yang Alarico tahu tak pernah mau di berikan minuman alkohol atau sejenisnya lebih memilih minuman soda dan itu hanya dia sendiri yang mengambilnya,
Untuk Wanita di sekitar Soleh sekarang, ya Alarico hanya tahu tidak di sentuh tidak tahu kalo di belakang Alarico.
Soleh melihat Alarico datang mengangkat kaleng sodanya dan tersenyum lalu meminumnya.
Melangkah ke meja bar di sana ada Tama dan juga Galang yang sedang menikmati minuman dan rokok.
Duduk diantara mereka kursi tengah yang kosong Alarico menatap meja dan beberapa minuman di susun rapi, di rak depannya.
"Gue tahu lo mau ini kan, Gue kasih dah," ucap Galanh mengeser segelas vokad yang baru jadi dan seketika itu tatapan Alarico menoleh tajam menerima dan meminumnya sekali tenggak.
"Lo kenapa dah muka sepet amat udah kayak buah kesemek," ucap Galang asal padahal suasana hati Alarico sedang tak baik.
"Gak papa," jawabnya tenang, kali ini keberuntungan Galang jika Alarico tidak marah.
"Biasa," ucap Alarico pada bartender yang tahu apa pesanan Alarico tang selalu datang ke club hanya untuk pesan sebotol Wine besar yang harganya sangat mahal.
Pelayan bar menuangkan secukupnya seketika itu isyarat mata Alarico meminta gelas anggurnya di isi penuh. Karena takut terpaksa pelayan itu mengisi penuh.
Setelahnya Galang menggeleng dan mematikan puntung rokoknya yang tinggal sedikit.
Tama kini membalik badannya sambil memegang segelas miras berukuran sedang tapi lebar yang di mainkannya sambil duduk membelakangi meja bar menatap ramainya orang-orang di tengah sana yang menari dengan alunan musik Dj.
Suara musik itu tak terlalu keras diatas dan mungkin di bawah baru sangat keras. Mereka memang sedang di lantai dua.
"Gue tahu lo ada masalah Al, Lo kayak apa aja ama kita-kita," ucap Galang sok tahu dengan sedikit sedikit meminum miras di gelasnya yang baru di berikan bar tender.
"Gue ada kabar dan lo pasti kaget dengernya," ucapan Galang seketika membuat Alarico menoleh dan menatapnya tajam.
Galang itu tahu Alarico sebenernya menyukai Syera sejak saat kegiatan sosial waktu yang kampusnya adakan dulu tapi, itu lama sekali masa iya Alarico masih bisa menahan perasaannya. Galang dan Soleh sebenernya tidak tahu tapi, Tama menceritakannya jadi Galang dan Soleh tahu perubahan sifat Alaruco pada Syera sekarang.
"Apa?" Ucapnya cepat dengan suara seperti kesal.
"Syera sama Rayanza ada hubungan mereka itu... Yah lo tahu Rayanza satu Sma sama kita waktu jadi murid pindahan dulu terus dia gak keliatan dan berita hebatnya," ucap Galang menjedanya sebentar untuk melihat betapa menyenangkannya ekspresi wajah Alarico sekarang.
Tama langsung terkekeh melihat ekspresi Galang yang kaget. Alaricomenatap kesal Tama tapi, tak sampai marah.
"Cepet ngomong Lang sebelum muka lo bonyok ama nih anak," ucap Tama.
Galang mengangguk sambil mengguk ludahnya kasar.
Seketika Alarico mendekat Galang kebingungan dan turun dari kursinya.
"Weees.. Tenang Bos, Berita hebatnya itu dulu Rayanza mantanan sama Syera tapi, Syera gak pernah tahu dan mau tahu apapun tentang Rayanza sampe Rayanza kira cintanya di terima Syera kenyataannya, Enggak, dan Satu lagi, Lo seharusnya tahu dari Syera kalo, Rayanza pernah mau perkosa Syera dan hampir ngelecehin Syera tapi, karena kecelakaan di gudang sekolah kalo lo pada inget yang katanya kebakaran karena arus listrik nah... Waktu itulah tiba-tiba arus listrik pendek dan kebakaran. Akhirnya Syera selamat dari sentuhan Bajing*n itu tapi, Gue kurang tahu kalo mentalnya," ucap Galang panjang. Lalu duduk santai kembali menyalakan rokoknya.
Galang langsung mengatakan mental Syera, Galang memang belajar bagian ilmu psikologis tapi, sok tahunya Galang malah membuatnya terlihat tukang bohong.
"Lo Mau liat vidionya," ucap seseorang yang tanpa di undang datang menghampiri Alarico dan memberikan ponsel dengan rekaman yang mana itu belum berputar masih gambar Syera menangis.
Alarico dan semuanya menatap orang itu yang menggunakan Topi dan masker seketika di bukanya topi rambut cat warna abu-abu itu dan maskernya seketika itu Alarico membulatkan matanya.
"Ngapain lo dateng," ucap Tama kesal karena orang ini tak akan pernah akur dengan Tama.
"Gue dateng kemari karena dia," ucap orang yang menyodorkan ponsel pada Alarico dan menunjuk Galang sebagai pembawanya sedangkan Galang yang di tunjuk hanya diam seperti dirinya tak terlihat.
"Bal.. Lo tahu apa yang kita omongin," ucap Galang.
Seketika orang yang namanya Iqbal mengangguk.
"Gue Iqbal klo pada lupa nama gue."
Tama berdecak malas saat iqbal memperkenalkan dirinya.
Iqbal terkekeh dan mendorong Tama menjauh dari tempat duduk itu dengan kursi yang entah dari mana Iqbal dapatkan.
"Bukan urusan gue," ucap Alarico seketika membuat Tama Galang dan Soleh udin terkekeh pelan.