
Ingatan tentang di club jika Syera dan Rayanza pernah melakukan tapi hampir menurut apa yang iqbal bilang, walaupun penjelasannya tidak secara rinci Alarico mengerti maksudnya dan arus listrik terputus itu pasti keajaiban Kalo perempuan sebaik Syera gak boleh siapapun nyentuh.
Alarico terdiam sebentar.
Ingatan lain tentang malam itu sebelum atau sesudah permintaan Syera untuk menjauhinya dan menjadi orang asing jika di kampus.
Aah yaa. Alarico ingat Syera bilang kalo hal buruk harus di jauhi dan kalo punya temen udah banyak kena fitnah atau pembawa hal buruk harus di jauhi bisa ikutan buruk juga bukan.
Seketika Alarico tersenyum dengan mata terpejam.
"Gak mungkin Ra, Gue aja udah buruk emang ada yang lebih buruk dari gue," Alarico mengangkat kedua kelopak matanya dan seketika itu berdiri dan membuka pintu balkon.
Alarico duduk di kursi santai sambil menyesap rokonya dan meminum sekotak susu yang ada di atas meja yang tak pernah ketinggal.
Susu kota itu Alarico bawa sebelum masuk kamar dan ketika sudah di kamar Alarico tidak akan keluar-keluar lagi karena di bawah ada Salsa.
Di tempatnya Syera yang merasa jika dirinya sedang di pikirkan seseorang mulai merinding.
Syera langsung kembali pulang ke kontrakannya dan menenangkan pikirannya dengan duduk nonton tv.
Adegan paling seru dalam acara kartunya adalah lempar kueh pai sampai wajah masing-masing tokok kartun berantakan selai blueberry.
Ketika makan malam tiba Alarico tak mau turun bahkan lebih memilih bermain dengan playstasionnya.
Sang ibu yang tak kunjung melihat putranya turun seketika naik keatas dan memanggilnya.
"Al, Nak ayao turun makan bareng Salsa." Seketika Alarico keluar dan dengan pakaian rapi. Jaket levis celana levis bagian lutut kebawah robek robek dan kaos hitam dengan kalung inisial A yang di pakainya.
"Kamu mau kemana?" ucap ibunya merasa aneh dengan penampilan putranya.
Menuruni tangga dengan santai Alarico turun ke bawah dan Salsa yang berdiri diam menatap Alarico yang berlalu saja hanya diam.
"Al Lo mau kemana?"
Salsa berusaha bertanya baik-baik. Alarico tidak menjawab apapun ketika Salsa mengikuti Alarico sampai depan seketika itu Alarico terdiam.
"Gak usah ikutin gue," ucap Alarico pergi begitu saja Seketika Salsa menoleh ke dalam dan masuk lagi.
Alarico sudah pergi dengan motornya.
Salsa dan mommy Alarico hanya makan malam berdua saja.
"Ehm.. Tante Alarico mau kemana?" ucap Salsa di tengah-tengah dirinya selesai makan.
"Oh.. Dia biasa kalo bilang ada urusan biasanya sama temen-temennya," ucap Sang ibu pada anak perempuan yang akan menjadi calon istri putranya.
"Ehm.. Tante gak takut kalo Alarico macem-macem?"
Seketika ibu Alarico tersenyum.
"Tante percaya sama anak Tante karena anak Tante selalu bisa nyelesain masalahnya Tante pernah sekali nasehatin dia dan dia ngerti Anak tante gak mau terlalu tante kekang biar dia belajar di luar sana. satu hal yang penting. Alarico salah Tante gak pernah bentak atau mukul, Tante sering meluk dia terus natap matanya."
"Kamu herannya," ucap ibu Alarico sadar jika Salsa jadi bingung mendengar penjelasannya.
"Sedikit Tante," ucapnya.
"Bebas boleh tapi, gak terlalu, Sayang boleh tapi, jangan buta. Tante sayang tapi, Kalo Al salah Tante tetep tegur dia baik-baik."