
Alarico berdehem. Berusaha sok cool padahal tidak bisa lagi karena Syera sudah tahu yang sebenarnya.
" Dah lah gak usah sok sok an kek soang aja lo sok dingin datar."
"Eh Al kalo cuman kita berdua kok gue ngerasa lo beda banget kalo di kampus kenapa ya Al," ucap Syera.
"Gue enggak."
"Ck.. iye Lo," ucap Syera menjawab sanggahan Alarico jika tidak merasa berbeda.
"Al. Salsa tadi cantik lo, Lo harusnya terima aja, Bener tahu kata bokap lo, kalo gue gak lebih baik dari dia," ucap Syera lagi. Mereka berdua mencari tempat duduk setelah mengatakan memesan mie ayam dua satunya gak pake ayam.
Penjual sempat bingung seketika Syera menjelaskan untuk memberi kuah ayamnya saja dan jangan pake Timun, sesuai dengan permintaan Alarico Syera yang mengatakan pada penjualnya.
Penjualnya mengerti.
Alarico duduk di depan Syera dan Syera juga duduk sambil membawa sebotol air minum dingin teh botolan sepertinya.
"Al, sedikit saran dari gue, kalo lo bisa jadi apa yang lo mau, orang yang paling pengen lo di jodohin sama Salsa pasti akan berubah pikiran dengan sendirinya," ucap Syera ditengah-tengah kekakuan mereka berdua.
"Emang iya," ucap Alarico tak percaya dan meremehkan saran Syera.
"Enggak tahu juga sih karena gue gak pernah buktiin tapi, apa yang gue tonton di drama-drama di novel-novel semua kayak gitu," ucap Syera.
"Itu drama ini nyata, Novel fiksi ini Dunia kejam," ucap Alarico sedikit tak enak didengar.
"Iyaa. tahu tapi, gak kesitunya Al," ucap Syera tak lama pesanan meraka datang.
Makan bersama dan tak lupa mereka membaca doa sebelumnya.
Alarico makan dengan nyaman.
Tanpa sadar beberapa pengunjung yang melihat Alarico dan Syera makan dengan khidmat itu merasa jika mereka pasangan yang cocok cantik sama ganteng sama-sama keluaga berada kayaknya.
"Lo senang ra jadi pusat perhatian," ucap Alarico tiba-tiba tanpa menoleh jika mereka berdua sesekali menjadi pusat perhatian.
Alarico mengangguk dengan ekspresi wajah menyakinkan.
"Lagian mau jadi pusat perhatian atau enggak mereka itu hanya penonton hidup orang lain yang menurut mereka itu lebih enak dari mereka," jelas Syera. Alarico sedikit terhibur dengan ucapan Syera yang tak terduga jika bisa mengatakan itu.
Alarico melanjutkan makannya sampai mereka selesai menikmati mie ayamnya.
Mereka berdua keluar dari tenda kaki lima dan berjalan bersama seketika Syera melihat penjual jasuke.
"Al, Ini Al, Katanya lo mau belin gue?" ucap Syera seketika Alarico mengangguk dan membiarkan Syera memesan jajanan dan berjalan ke mobil setelah selesai memesan dan membayar. Ketika hampir sampai di mobil Syera menghentikan Alarico berjalan.
"Tunggu."
"Apaan Ra?" Datarnya wajah Alarico.
"Jangan langsung balik ya," ucap Syera. Alarico menatap heran.
"Ya.. gue gak mau aja, Kita ngobrol dulu deket mobil lo terus baru pulang," ucap Syera. Alarico menggeleng tak percaya dan malah pergi ke mobilnya.
Syera mendengus sebal.
Di dalam mobil Syera menikmati jasuke dengan tenang layaknya makan eskrim.
Mobil yang masih berjalan santai di jalan raya kini tersa sangat sunyi didalamnya, hanya di mobil Alarico jika di mobil orang lain tidak tahu.
Syera menatap Alarico ketika melihat wajah samping Alarico tak terlihat baik seperti gelisah.
"Oiya.. Al lo kok gak jawab omongan gue tadi tentang Salsa," ucap Syera seketika bicara duluan. Syera menatap Alarico dari samping yang terlihat meliriknya sebentar.
"Ehm... Iya gak usah bahas kalo lo mau ngomongin ngomongin aja gue dengerin."
Gak enak kalo gitu sama aja Syera menjelek-jelekkan Salsa tanpa sadar.