Alarico

Alarico
Lima puluh sembilan



Sarapan kali ini hanya Syera dan ibunya Alarico. Lebih dua hari dan ini Syera kembali sarapan berdua padahal meja makan sangat panjang.


"Tante maaf tapi, kalo Syera menyinggung Tante, tante boleh marah," ucap Syera pelan.


"Apa Syera, ngomong aja kamu kayak orang asing baru masuk rumah ini aja, Tenta santai aja, Apa kamu mau ngomong apa?" Ibu Alariko meminum sarapannya dan mendengarkan Syera bicara.


"Ehmm.. Itu Tante Al, kok gak pernah sarapan bareng kita, apa karena ada Syera dirumah ini, dia bahkan gak mau semeja makan sama kita," ucap Syera sedikit takut sekaligus malu karena sadar dirinya sangat asing di rumah ini Syera mau berbuat apapun rasanya sangat malu, padahal ibu Alarico sudah sering bilang anggap aja rumah sendiri.


"Syera.. Gak ada yang bilang gitu, Alarico bukan gak mau tapi, dia itu kalo makan semaunya setelah lulus Smp, bahkan makan malemnya bisa jam sembilan atau jam sepuluh makan siang gak pernah Sarapan kalo inget kalo lagi gak mood yang cuman makan jus pisang sama otmil aja di belender pake susu, itu pun gak rajin. Dia itu pokoknya udah sesukanya, Kalo dia makan sampai nambah Tante lebih senang tapi, itu hampir gak pernah tante liat."


Eh.. Syera salah ya, kok jadi kayak orang curhat ibunya Alarico. Syera terdiam.


"Ehmm.. Kalo gitu Syera boleh samperin Al gak Tante," ucap Syera minta izin.


Seketika ibu Alarico menatap Syera.


"Semau kamu boleh tapi, gak sekamar berdua ya.. Oiya kamu udah sering lo minta izin gini, Tante izinin cuman gak satu ruangan bareng itu yang gak boleh, " ucap Ibu Alarico.


"Kamu Tante anggep orang yang sama di rumah ini sama-sama anak tante karena umur kamu lebih muda dua tahun dari Alarico jadi kamu jangan sungkan sama Tante anggep aja tante ibu kamu, Lagi pula orang tua kamu mau kemari juga gak Tante larang tapi, jangan tiba-tiba karena Tante lagi sama Al aja," ucapnya menjelaskan.


"Iya Tante makasih, Syera jadi ngerasa gimana gitu ini pertama kalinya ada orang mau sedeket ini sama Syera," ucap Syera seketika di sambut kekehan ringan dari ibunya Alarico.


Di tempatnya Rayanza tak bisa menemukan Syera bahkan menemui kedua orang tuanya sulit di kampus pun Syera tak pernah masuk karena keluarganya pindah.


Ayah dan ibu Rayanza membatalkan perjodohan karena sikap Syera mereka nilai itu sangat tidak baik bahkan mereka mengatakan Syera bukan perempuan yang lemah lembut tapi, kasar. Kedua orang tua Rayanza pun membatalkannya lewat telpon karena tak bisa bertemu dengan kedua orang tua Syera.


Setelah batalnya perjodohan Rayanza pergi dari rumah dan itu Orang tuanya tahu tapi, mereka tak merasakan khawatir karena Rayanza anak yang bebas. Mereka tetap bisa mendapat kabar putranya walaupun Rayanza pergi ke kutub Selatan .


Syera melihat dari belakang Alarico hanya menggunakan kaos putih tanpa lengan dan memperlihatkan ketiak juga sedikit pinggiran dada bidangnya.


Alarico menghentikan lari di tempatnya dan berlik melihat Syera dengan santai sama sekali tidak terkejut.


"Ayolah Lah.. Al.. gue mohon batulah gue, gue mau pulang gue gak mau satu rumah sama lo gue gak mau lo celaka gimana? kalo sampe mereka yang ngejer gue justru ngejar lo, gimana Al?" ucap Syera seketika itu Alarico duduk di lantai bersandar pada dinding kaca dan meminum air putih di botol besarnya.


Alarico mengedikkan bahunya.


"Itu terserah lo.. Gue bahkan gak takut keluar rumah gue udah kebanyakan musuh cuman males ama media wartawan. Mereka kalo ngomong bunuh orang secara dalem," ucap Alafico tanpa menatap Syera.


"Ck.. Al.. ayolah Al, gue mohon bantuan lo pliiiss.." Stera berlutut memohon di depan Alarico yang duduk bersandar meluruskan kedua kakinya.


"Gak Bisa Syera Alinda," ucap Alarico datar dan pergi menjauh. Baru akan keluar Syera langsung menghalangi.


"Al.. Kuliah gue gak mau daring kerjaan gue juga gak bisa daring kan nah ayolah lah, Al.. Pliss.. tolong lah gue, Benci banget tahu gak gue ngemis tapi, gue pengen tinggal di kontrakan gue lagi, Al."


Bukannya mendengarkan apa yang Syera ucapkan seketika Alarico mendekatkan wajahnya.


"Lo mau nyaman tinggal disini?"


Syera melotot dengan ucapan Alarico yang aneh.


"Apa.. maksudnya?"


"Lo jadi istri gue."