Alarico

Alarico
Empat puluh dua



Mereka datang ke pentahous milik Soleh kini Soleh membeli Pentahous itu cuman-cuman dan hari ini mereka juga minta tolong pada Syera dan teman-temannya sebelumnya karena Tama tak mau membantu.


Awalnya Syera menolak sangat menolak kalo diminta ketemu Alarico tapi, malah Syera duluan ketemu sama Alarico.


Syera pergi kekontrakannya diantar Zulaika karena tak mau ikut Galang. Galang pun mengiyakannya langsung ketika inginnya memaksa mengajak ke pentahousnya Soleh.


Alarico menatap tajam dan Galang pun akhirnya mengucapkan terimakasih dan membiarkan Dinda, Zulaika dan Syera pulang.


Di sini Tama datang sendirian setelah Alarico mandi dan ganti baju.


Soleh juga memberikan ponselnya pada Alarico untuk bisa di hubungi Mereka sedikit kesulitan karena Alarico tak memegang ponsel..


"Beneran Lupa gue Al kalo lo lagi gak ada Hp.. Gue telponin lo ampe hp gue panas." Galang membawa makanan hotpot di atas meja sambil nonton tv.


"Lo belum pernah coba kan Al, Makan kita inian sekarang berempat, Enak ini, Chef Tama yang buat." Menatap wajah Alarico yang terlihat ke heranan.


Alarico tersenyum malu lagi-lagi temannya sampai seperti ini.


"Gue makasih banget sama Kalian, Gue gak tahu kalo misalkan kalian ninggalin gue," ucap Al dramatis Soleh langsung menangis Tama seketika memberikan tisu pada Soleh.


Suara ingus Soleh seketika membuat Tama di sebelahnya Galang dan Alarico didepannya jijik.


"Sorry.. Makasih tam lo peka banget jadi temen," ucap Soleh.


" Gue denger Salsa udah pulang ke Roma di jemput asisten ibunya. Kepulangannya sempit bikit media sama Wartawan ngeliput berita di bandara. Gue sih gak pusingin itu tapi, Bokap lo yang tetep maksa lo, Sekarang dan seterusnya sampe kapan lo bakalan susah gini," ucap Galang pada Alarico.


Alarico terkekeh kecil.


"Sampe anak bisa lupa kalo bokap nyokapnya orang kaya, Gue juga bakalan ngira pasti Papa gak bilang sama Oma opa gue minggat dari rumah, Gue terpaksa pergi gini karena gue emang gak suka sama Salsa, kedua gue selalu gak tega liat Mommy kayak ngerasa sedih terus. Dari pada itu Gue biarin Bokap ngurus Nyokap kandung gue."


Di rumahnya Falisa keadaannya semakin menurun dari tak mau makan sampai memohon pada Angga untuk membawa Alarico kembali.


"Mas Angga tolong bawa Al ke aku mas, Kenapa Alarico nolak kenapa dia gak mau dan milih tinggal di luar sana mas, Gimana kalo Al kenapa-kenapa gimana Kalo Al kedinginan makan gak teratur," ucap Falisa berdiri didepan suaminya di ruang kerja suaminya.


Leni yang merasa tidak tega merangkul bahu Falisa dari belakang.


Meminta Falisa untuk duduk dulu dan meminum air hangatnya pelan-pelan.


"Anak itu sendiri yang mau, kalo dia nurut dia juga gak bakalan susah lagi pula dia sudah besar kamu makannya jangan terlalu manjain anak kamu," ucap Sang suami dengan tegas.


Falisa sedikit terkejut dengan sikap keras suaminya terbiasa memang tapi, kali ini hanya sedikit kaget. Falisa menangis dan Leni menenangkan.


"Mb Jangan sedih gitu Aku akan cari Al sampai ketemu dan minta ketemuin Al sama mb ya sekarang Mb makan dan minum obatnya," ucap Leni seketika Falisa mengangguk.