
Alarico yang pergi begitu saja meninggalkan Salsa di belakangnya.
Sampai di parkiran Alarico berjalan melewati Syera Zulaika dan Dinda begitu saja. Alarico yang tidak tahu atau memang tahu di perhatikan Salsa di belakangnya tetap terlihat tak melihat siapapun yang dia kenal begitu juga Syera yang sedang bercanda dengan Zulaika Dinda di dekat mobilnya.
Saat Alarico naik ke mobil dan duduk tenang dengan sabuk pengaman sedang di pasang, tak lama Salsa menyusul duduk kedalam mobil.
Mobil Alarico melaju Syera dan Zulaika Dinda memperhatikannya sampai hilang di jalan raya bercampur dengan mobil dan transportasi lainnya.
"Ra.. itu yang lo bilang kemaren malem makan malam sama Alarico," ucap Dinda.
"Iya.. gimana? Cantikkan gue gak boong gue aja bilang di cantik apa lagi cowok-cowok lainnya," ucap Syera pada kedua temannya.
"Tapi, Rara.. Kalo di liat-liat kok mereka malah jalan berdua bukannya maksud lo di ajak itu ngebatalin sesuatu gitu?"
Syera mendengkus kesal.
"Zul Zul.. lo ya.. Kepo deh pada waktunya level ngeselin. Zul... Salsa itu tadi jak gue ngobrol trus bilang juga katanya ngapain gue deket sama Alarjco bla bla dan lain sebagainya, terus bilang juga Kenapa yaa.. tapi, gue sama Alarico udah lebih dulu kenal sebelum lo dan lo tahu gue dianggep anak sama Mommynya," ucap Syera menceritakan apa yang Salsa bilang tadi dengannya.
"Terus Lo kesal Ra.. Kesel dong masa enggak!" Dinda menggebu seketika tersenyum pada Syera.
"Hahah.. ya enggak lah, ngapain juga gue marah gak guna banget gue aja bukan siapa-siapa dan lagi gue itu orang asing juga bagi Alarico, bahkan gue doain semoga mereka cepet-cepet nikah terus jatuh cinta, ditambah kalo mereka nikahnya besok," ucap Syera.
Seketika Galang dan Soleh menyemburkan kopinya dan terbatuk, Tama yang beruntungnya tidak ada di depan ke duanya langsung menggeng heran.
"Lo seriusan... Jelas kita gak boleh bilang ini ke al, abis lo pada ama gue di pecat dari bestinya." Galang mrnggeleng tak percaya mengatakan dengan khawatir.
Soleh langsung meminum air putihnya dan mencuci mukanya.
Sebenarnya Tama tak sengaja lewat dan mendengar ucapan Syera dan teman-temannya lalu Tama membawa informasi yang menurutnya tak penting tapi, sepertinya bisa membuat Galang dan Soleh panik.
dan benar saja Galang dan Soleh panik.
"Udah lah lagian bukan urusan kita juga, gak tahu kalo jodohnya Syera itu Alarico dan Alarico itu Salsa." Tama mulai bijak.
Galang menganggukkan kepalanya.
Sampai didepan rumah besar Syera masuk lewat pintu gerbang kecil.
Seketika masuk Syera melihat rayanza disana dan melangkah kearah ibu dan Ayahnya.
Rayanza tersenyum menyambut Syera datang.
"Syera liat Rayanza udah besar tampan sekarang dia bahkan masih inget sama kamu nak, Sekarang kalian ngobrin sesuatu dulu, buar ibu sama ibunya Rayan ngobrol," ucap Ibunya Syera dengan lembut.
Rayanza dan Syera pergi bersama ke taman samping rumah di mana dekat dengan air mancur dan taman mawar biru.
"Lo batalin aja Yan, gue gak suka sama pertunangan atau jodoh-jodohan kayak gini," ucap Syera langsung to the point.
"Oiya.. maunya gue sih gitu, harusnya juga kita gak usah tunangan atau di jodohin harusnya waktu itu lo mau buat baby sama gue," ucap Rayanza dengan santainya seketika berdiri dengan kedua tangan masuk kedalam saku celananya.
"Gila lo, Mesum abis tahu gak otak lo, Gue sengaja gak bilang ke ibu gue sengaja jaga harga diri lo yang emang dasar jelek," ucap Syera.
"Percuma tahu gak, Jijik gue!" Syera menatap Rayanza dengan tatapan tajam.
Seketika Rayanza mendekat selangkah Syera mundur Tiga langkah.
"Apa lo mau apa," ucap Syera menantang dan marah tapi, tetap dengan nada yang tenang.
"Lo kalo gini gue makin suka ra, sumpah lo yang dulu ama sekarang beda," ucap Rayanza.
"Oh ya.. Baguslah lo menyadari, berarti lo sadar kalo Syera dulu sama sekarang itu beda.. Gak-mudah-disentuh," ucap Syera menekan tiga kata di akhir ucapannya dengan tatapan mata sangat tajam dan dingin.
Rayanza terkekeh.
"Iya.. dan gue juga tahu lo semalem jalan sama Alarico bahkan gue udah buat adiknya Tama gak bisa liat seumur hidupnya karena Tama buat gue kesel karena hidupnya yang selalu di kelilingin sama Lo dan juga temen-temennya."
"Gak ngakal juga Otak lo Yan," ucap Syera mulai kesal.
"Gue kasih tahu Syera, Lo semuanya semua yang ada sama Lo milik gue bahkan kalo sampe Alarico mau itu, mau lo jadi punya nya, Liat gue bakalan hancurin apa yang buat Alarico bahagia, Lo gak akan bisa bilang gue pelakunya karena Lo gak tahu seberapa jahatnya Calon suami lo Rara," ucap Rayan seketika akan mengelus kepala Syera Syera menjauh lebih duluan.