Alarico

Alarico
Enam puluh



Syera menatap tak percaya seketika menendang paha atas Alarico tapi, lebih cepat Alarico menghindar dan menahan kaki Syera dengan botol air minumnya.


"Lo udah sering Ra! Apal dah han," ucap Alarico tersenyum licik sambil berjalan melewati Syera yang otomatis Syera bergeser pergi memberi jalan untuk Alarico lewat.


Syera menatap ke depan dengan emosi meluap.


Syera benci di beri gombalan. Apa lagi wajah tersenyum licik tengil sok manis sok tampan menyebalkan, ini masih tiga hari Syera tinggal di rumah orang aneh bin sok ganteng


"Alarico!... Huh. Sabar Syera Lo numpang di rumah nya," ucap Syera pada dirinya sendiri mengangguk-anggukan kepala dan tersenyum lalu berbalik dengan malas seketika terkejut kaget mundur kebelakang tiba-tiba.


"A!... Lo ngapain di belakang gue Hah!" Syera kesal menatap marah. Memegangi dadanya yang kaget deg-degan.


"Apa?" Alarico menatap Syera tajam terkesan menantang.


"Minggir!" Dengan kesal asal dorong saja badan Alarico dengan sikutnya dan pergi dari ruangan fitnes itu Alarico yang di dorong sikut oleh Syera santai saja dan kembali masuk ruang fitnes mengambil ponselnya di atas nakas dekat kursi.


Syera melangkahkan kakinya kebelakang rumah dimana ada taman dan juga pohon besar dan rumput yang bersih dari kotoron, jangankan kotoran cacing saja sepertinya nyaman di bawah rumput dari pada diatas rumput.


Tepat di sini duduk di bawah pohon rindang diatas rumput melipat sila kakinya dan memainkan ponselnya. Mendumel sesukqnya berhubung yang punya rumah tak ada di dekatnya.


Alarico di kamarnya berdiri di pinggir balkon menggunakan teropong dan bisa melihat Syera yang duduk di bawah pohon dengan memeinkan ponselnya. Seketika Alarico membesarkan gambar Syera di bagian ponsel Syera terlalu serius dengan ponselnya sampai Alarico curiga.


Seketika sesunggingan Senyum keluar dari wajah Alarico.


Duduk di kursi santainya sambil meminum soda kalengnya.


Setelah habis Alarico pergi turun ke bawah dan membawa handuk juga ponsel.


Alarico pergi ke kolam renangnya dan berenang disana.


Seketika itu Syera yang masih fokus dengan layar ponselnya kaget dengan suara sesuatu yang jatuh keair.


Syera masuk ke dalam kamarnya dan mulai membaca beberapa pelajaran mata kuliahnya. Saat Syera ingin mencari referensi lain Syera terdiam.


"Bukunya ada di perpustakaan kampus gimana ngambilnya," ucap Syera. Ketika akan berdiri, Syera langsung punya ide untuk keluar rumah.


Syera lanhsung mengambil tasnya dan laptop buku alat tulis dan ponselnya memakai pakaian rapi.


Saatnya Syera kembali bertanya untuk Izin keluar sekali boleh pasti seterusnya boleh.


Keluar kamar dengan senyuman.


Tiba-tiba pintu kamar Syera kembali terbuka.


Syera masuk dengan wajah kesal memeberengut marah dan meletakkan tasnya di atas meja. Dan mendudukan dirinya dengan lemas tanpa tulang.


Suara ketukan pintu seketika Syera menoleh.


"Apa! Gak boleh iyee... Tahu.. Gak boleh Rara nanti kalo Kreek, Mati."


Memperagakan goresan leher dengan tangannya.


"Nanti kalo di culik gimana? siapa yang repot, Lo tinggal aman gak mau maunya dalem bahaya, Pusing ama hidup lo Rara!"


Syera mengoceh mengucapkan apa yang Alarico katakan tadi di kolam renang.


Syera mendengus sebal.


Alarico menatap tajam melipat tangannya lalu masuk kamar Syera dan menutup pintu menguncinya. Seketika Syera terkejut dan berdiri menatap Alarico ketakutan.