Alarico

Alarico
Dua belas



Selesai acara bakti sosial mereka Alarico dan lainnya kini bergegas kembali oulang ke kampus saat akan menaiki mobil Alarico sempat mematikan puntung rokoknya sempat meroko Alarico tapi, jauh dari teman-temannya.


Alarico memakan permen karet rasa mint seketika menoleh ke arah lain tanpa sengaja melihat seorang nenek dengan wajah lesu dan di depannya adalah tampah gorengan.


Berjualan di pinggir jalanan besar tak terlihat jika dagangannya habis ludes.


Saat pemandangan Alarico pada nenek itu cukup lama Syera muncul tiba-tiba di depannya tanpa sadar jika Alarico ada di belakangnya juga memperhatikan dirinya perempuan berhijap hitam dari belakang.


Syera lanhsung melangkah mendekati nenek itu dan berjongkok. Alarico masih mengamati sambil mengunyah permen karetnya saat itu juga tangannya mengangkat kamera dan memotret Syera diam-diam.


Senyuman tulus di bagikan pada Nenek penjual gorengan itu yang ikut tersenyum di tengah-tengah lelahnya berjualan gorenga walaupun tak seberapa laku.


Terlihat disana Syera membeli semuanya dan ketika nenek akan mengembalikan uangnya Syera menolak dan tersenyum lembut.


Alarico sedikit menghangat.


Ternyata masih ada perempuan yang mau berbagi di antar banyaknya riasan wajah yang mahal Pakaian dan trend yang sedang ramai.


Alarico berbalik masuk ke dalam mobil Tama duduk di sebelah tama yang mengemudikan mobil.


Di belakang mobil lain yang di gunakan membawa sembako tadi. Mobil Tama juga di pakai buat bawa sembako tapi, tak sebanyak mobil belakang.


Syera dan dua temannya ada di mobil Tama satu teman perempuannya ada di mobil belakang.


Saling berbagi gorengan sebelum naik kemobil dan mobil belakang juga ke bagian.


Siapa sih yang gak suka gorengan sama jajanan tradisional. Jajanan nenek itu juga enak menurut Syera.


Mereka makan bersama.


Syera melirik Tama dan Alarico.


"Pada mau gak kalo mau gue pisahin taro disini," ucap Syera dengan ramah.


Syera mencibik langsung.


Di tanyai baik baik jawabannya bikin eneg ati bang.


"Oiya.. Tama suka gorengan nih gue pisahin buat lo tahu buntingnya Nenek itu masih enak ada onde-onde sama dadar gulung juga nih buat lo, Kalo tangga sebelah lo mau kasih aja, Sok gengsian," ucap Syera dengan santainya memberikan sekantung bening kecil di samping Tama


"Makasih Ra," sahut Tama datar karena fokus menyetir.


Mereka merasa beruntung membawa Syera karena tidak terlalu canggung dengan dua lelaki tampan nan tajir ini.


Karena mereka berempat termasuk pendiam jika tidak dengan orang yang cocok.


Satu kampus tahu Syera dan Teman-temannya kenal dengan Alarico dan teman-temannya. Jangan kira Maha siswa seangkatan mereka tak tahu kalo di warung kopi sebrang kampus adalah tempat dimana tongkrongan Syera dkk dan Alarico dkk.


...----------------...


Alarico mengikuti tim basket kampus hanya untuk iseng bahkan di tawari masuk tim inti pun Alarico selalu menolak. Alarico juga ikut club olah raga lainnya termasuk pecinta alam Alarico ikuti tapi, tak terlalu aktif.


Sering datang tawaran untuk segera ikut menjadi ketua atau pemandu atau pelatih pengawas. Tapi, satu hal yang Alarico katakan, penolakan.


Yah... selalu menolak karena Alarico harus bisa biasa karena tahu sifat manusia biasa sombong tiba-tiba.


Alarico memilih untuk tidak terlihat mencolok termasuk di keluarganya sendiri. Tidak perduli jika dirinya sangat di perhatikan atau tidak di keluarganya, di sayang ayahnya atau tidak, Alarico acuh pada semuanya yang menyangkut keluarga.


Beberapa hari belakangan ini Alarico sering main basket solo kadang ketiga temannya datang hanya sekedar nonton atau main tapi, baru saja keluar kelas sekarang sudah di tawari tanding anak sebelah.


"Al, Tanding kita basket," ucap anak fakultas lain yang memang ada jam latihan di sini memang ini khusus untuk area barat dan gedung satu dan dua B karena satu wilayah.


Universitas Samudra sangat terkenal di ibu kota bahkan sampai bisa membuat tiga area yang semuanya adalah milik universitas Samudra. Dengan gedung B ada dua, Gedung A ada dua dan Gedung C ada empat.


Luas wilayah kurang lebih mencakup keseluruhan gedung dan seluruh sekitarnya. Mirip seperti tempat wilayah apartemen di kota tapi, Universitas ini sangat baik bahkan sangat di pandang tinggi padahal jika mau masuk kemari siapapun boleh asal memiliki keinginan belajar yang tinggi dan niat sukses yang besar.