Alarico

Alarico
Empat puluh tiga



Syera yang baru saja datang ke kampus melihat melihat Alarico yang kini duduk sendirian di dalam kelas.


Ketika itu Alarico sedang membaca buku mengerjakan semuanya tanpa format data dengan leptop biasanya Alarico menggunakan tablet sekarang menggunakan buku biasa.


Syera melangkah masuk dan duduk di kursinya yang biasa ia duduki ketika itu kelas ramai tak lama Dosen datang.


Pelajaran di mulai saat Alarico diminta maju untuk menjelaskan dengan laptop Dosen Alarico melakukannya dengan baik. Syera seketika merasakan ada perubahan mendasar pada Alarico biasanya ia akan malas jika di suruh menjelaskan tapi, tetap baik penjelasannya pun sama-sama mudah di mengerti temannya.


Beberapa kelas Syera dan Alarico satu kelas.


Sekerang Alarico di tembak pertanyaan banyak dari semua temannya. Syera tak ikut bertanya dan hanya memperhatikan Alarjco juga teman sekelasnya.


Alarico menjawab dengan baik dan tenang. Alarico juga menatap Syera seketika lalu menatap semuanya.


Seketika Kelas selesai semua berhamburan keluar.


Tinggal Syera dan Alarico di kelas. Syera berangkat keluar kelas meninggalkan Alarico.


Baru saja keluar Syera melihat geng populer yang sama dengan Alarico masuk ke dalam kelasnya dan mendekati Alarico Seketika itu siulan di depannya dari seseorang.


"Rayanza."


Syera terdiam setelah bergumam sedikit keras melihat siapa yang ada didepannya.


"Hay.. gue datang buat nyapa Al sebentar terus balik pulang, Apa kabar calon istri, Udah tahu kalo calon suami lo kuat, Sekarang Lo harus ikutin apa mau gue jauhin Alarico dan jangan perduliin dia atau Alarico bakalan, Mati," ucap Rayanza tetap di samping telinga Syera sambil berjalan.


"Gue bakalan turutin mau lo kalo Gue harus jauh dari dia setidaknya dalam batas wajar kalo Gak wajar jangan harap Lo akan baik-baik aja," ucap Syera balik mengancam.


Jangan kira Syera tidak tahu apa kelemahan Rayanza. Syera tahu apa kelemahan Rayanza, adalah Syera sendiri jika Rayanza melihat Syera terluka, lihat baik-baik kalo Rayanza akan gila.


"Okay.. Cantik Deal, dan gue akan jagain lo dari jauh," ucap Rayanza seketika pergi dari sana.


Alarico yang senmdang diam fokus dengan buku pena dan bacaan di buku tebal depannya seketika di usik dengan beberapa anak sebelah yang mencari gara-gara dengan Alarico. Siapa lagi kalo bukan Riza geng.


Syera mencari Galang dan lainnya seketika melihat mereka di parkiran tanpa pikir panjang mereka melihat Syera ngos-ngosan sampai di hadapan mereka tiba-tiba.


"Lo oada samperin Al di kelas yang sama gue hari ini, Anak-anak pada gangguin Al gue takut kalo mereka kenapa-kenapa, gue gak masalah Alarico nya tapi Anak-anak itu bakalan nyebapin masalah lagi sama Al, Kondisi Al gak baik kalo sampe mereka berhasil mancing keributan," Tama dan Galang langsung berlari seketika itu Soleh memanggil Zulaika.


Tanpa sadar Zulaika menurut saja mendekat meninggalkan kbrolan dengan temannya.


"Titip Syera kasih makan minum sono kasian dia lari-lari." Seketika itu Syera menatap Soleh tajem.


"Buruan," ucap Syera tajam sadis.


Soleh meringis dan langsung berlari.


Seketika itu. Sampai di kelas Tama langsung mengusap dahinya kebelakang sambil menyisir rambutnya dan maju lagi ke depan.


"Al.. Lo, Sadar!" Teriak Galanh saat melihat semua teman-teman Riza geng di gantung dengan tali yang entah dapat dari mana mereka di gantung di jendela kedua tangannya badannya dan pakaiannya terbuka. Wajah Riza dan teman-temannya babak belur.