Alarico

Alarico
Empat puluh satu



Pagi ini Alarico langsung berangkat ke kampus pagi-pagi sebelum Galang bangun dan pesan pada pembantu rumah tangga Galang kalo dia berangkat duluan.


Alarico berjalan santai menikmati pagi hari ini tidak ada jadwal kuliah dan Alarico bisa mencari pekerjaan di manapun walau gajinya kecil.


Tentang bang Raka. Alarico tak mau mengurusinya. Alarico harus menjauh dari abangnya sebisa mungkin anak kurang aja seperti dia memang harus tahu diri.


Alarico sampai di tempat keramaian lalu berjalan memasuki keramain itu tidak terasa Alarico sudah ada di tengah tempat yang ternyata pasar tempel yang ada tidak tiap hari dan permanen.


Memulai niatnya untuk bekerja. Alarico seketika melihat tempat makan yang buka. Masuk ke dalamnya dan bertanya apa ada lowongan pekerjaan.


Seketika pemilik tempat makan itu menggeleng dan mengatakan tidak ada karena ini bukan tempat besar.


Alarico mengerti dan pergi kini langkah kakinya kembali ia langkah kan menuju tempat dimana kaum kelas menengah atas ada.


Lingkungan penuh kedai dan tempat berjualan seperti toko dan didepannya adalah Mall.


Alarico memulai dari yang paling terdekat lalu tempat lainnya hingga sampai di kedai dan toko terakhir semuanya tidak menerima dirinya.


Alarico pergi ke tempat lain seketika memasuki Mall. Alarico melihat brosur pencarian pegawai.


Alarico tanpa basa basi langsung saja masuk dan mendaftarkan dirinya.


Seketika itu seseorang yang berhadapan dengan Alarico menatap Alarico dari atas sampai bawah.


"Kamu saya Terima, Kamu masih kuliah atau sekolah," ucap seorang yang baru saja menginterview Alarico.


"Saya Kuliah," ucap Alarico singkat.


"Ok kalo gitu kamu isi formulir ini sisa berkasnya kamu bisa nyusul kasih langsung ke saya," ucap lelaki itu pada Alarico yang mengangguk mengerti.


...----------------...


Alarico bekerja dengan baik dan wajah Tampannya cukup membuat penjualan di toko pakaian itu meningkat tinggi dan lumayan.


Atasan yang orangnya sama yang merekrut Alarico melihat dan memperhatikan cara kerja Alarico tidak hanya pintar bergaya Alarico juga menjelaskan kualitas pakaian yang di jual Termasuk bagian sepatu aksesoris dan juga makeup riasan perwatan kulit lainnya.


Alarico semakin rajin bekerja walau hari pertama.


Pulang kerumah Galang. Alarico tidak melihat Galang seketika masuk Alarico melihat ada orang tuanya seketika itu Alarico mengambil langkah seribu pergi dari sana. Saat di jalan pinggir jalan raya di terangi lampu-lampu pertokoan.


Alarico berjalan santai dan akhirnya duduk di halte bus.


Perutnya berbunyi seketika itu hujan turun.


"Alarico," suara seseorang membuat Alarico menoleh.


Syera ternyata. Alarico menatap malas dan pura-pura tak kenal.


"Gue cariin lo ama yang lainnya Lo ngilang setelah jam pelajaran kampus tadi Galang mohon-mohon ke gue bantu nyariin alesannya karena gue pernah jalan sama lo siapa tahu punya isting kuat, Lo gak usah sok diem gitu Al," ucap Syera.


Seketika Dua mobil datang dan ternyata Zulaika dengan Dinda dan mobil satunya Galang dan Soleh.


" Ya Allah.. Al gue cariin lo, Gue gak tahu kalo mereka bakalan balik. Gue gak tahu juga kalo Lo bakalan pulang malem ini kerumah, Sumpah Al gue lupa sama Lo yang tinggal di rumah gue dua hari ini," ucap Galang yang sekarang sudah ada di hadapan Al turun dari mobil ketika Mobil sudah berhenti. Mana hujan deras tiba-tiba lagi.


"Gu-gue di sini aja sebentar Lo pada pulang aja, Gue gak papa," ucap Alarico seketika membuat Galang semakin tak nyaman.


"Gak bisa. Lo pokonya harus ikut kita dulu, Tama ngamuk sama Soleh, Lo gak liat muka Soleh bengep di gebukin Tama, gue gak boong Al Syerq saksinya," ucap Galang.


Alarico akhirnya berdiri, Syera juga langsung masuk mendahuli ke mobil Zulaika mobil Ayl merah dan Galang juga Alarico masuk Mobil Sport Fortor punya Soleh.