
Mata sang nenek langsung membulat sempurna menatap Syera. Seketika Syera kebingungan dan langsung melempar tatapan pada Alarico.
Seperti ada petir dan listrik di antara tatapan mereka yang bertemu.
Mereka seperti bicara lewat telepati.
"Kalian boleh pergi sebentar ini akan menjadi pembicaraan keluarga, Kakek sudah katakan jika kalian akan di sahkan dan itu tidak terbantahkan," ucap tegas dan tenga sang kakek dangan duduk tegapnya dan tatapan mata langsung mengarah ke Syera dan Alarico.
Alarico dan Syera kini ada di luar duduk di tangga sedangkan Alarico duduk di dekat air mancur mereka yang berhadapan bahkan tak ada yang bicara satu sama lain saat sesuatu datang dan itu adalah langkah kaki dari Ayah dan ibu Syera lalu ayah Alarico dan ibunya.
"Kalian berdua akan tinggal serumah dan Alarico juga akan segera menjadi suami kamu," ucap sang ayah pada putrinya yang seketika tatapannya menajam pada Alarico.
Seketika Alarico memiliki ide jail yang akan di lakukan pada Syera.
Bukan kah bagus jika Syera akan patuh padanya ayolah Alarico akan menang dalam segalanya jika Syera ada di bawah kekuasaannya.
"Iya... Om Tante terimakasih percaya Sama Al, Dengan sangat Al udah pertimbangin kalo ini mungkin keputusan terbaik, Kalo bukan Al siapa lagi, dan kalo berita ini terdengar keluar otomatis citra om tante jelek, Maka dari itu, Al yang akan melamar Syera," ucapan Alarico tampak aneh dan bukan seperti Alarico.
Syera sangat tak bisa terima ternyata ada Setan di rasuki jin rupanya Setan didepannya ini mudah sekali berubah posisi sesuai keadaan, Liat aja Stan bunglon ini Syera akan habisi jika semua orang tua tidak ada di dekat mereka berdua.
Malam hari dimana semuanya sudah tidur bahkan ibu Alarico juga sudah tidur.
Syera belum bisa tertidur karena kejadian siang tadi keluarganya, Rayanza lalu nenek kakek.
Untungnya Nenek kakek Alarico tida menginap di rumah ini dan memilih langsung pulang ke luar kota kerumahnya karena ada cucu dari keponakannya yang datang.
Syera melangkah keluar kamar dengan celana panjang baju daster lengan panjang dan bagian baju sampai bawah lutut dengan kerudung simpel berwarna hitam.
Melangkah keluar kamar dan duduk di dapur dengan menuang air putih hangat lalu mengeluarkan buku laptop dan juga ponsel tak lupa Aerphone.
Syera yang berusaha menghilangkan semua steresnya baru saja mulai seketika.
Terlihat juga jika Alarico berantakan.
Tangan Syera sejak suara Alarico terdengar langsung mengepal.
Seketika Syera mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Alarico.
Syera duduk di depan meja pantry sedangkan Alarico didepan Syera yang duduk dengan memegang sekotak susu putih yang di minumnya langsung tanpa gelas.
"Kenapa Lo ngomong gitu tadi !" Pesan Syera seketika masuk di ponsel Alarico dengan nama Si cantik Setan.
"Oh.. Lo kepo?" balas Alarico dari pesannya.
"Gak!" Jawab Syera langsung.
Alarico tersenyum. Ternyata membawa ponsel ke dapur berguna juga tadinya niat hati ingin main game di dapur karena di kamar dan balkon bosan.
"Heh Cantik." Balas chat Alarico sebentar sebentar sambil meminum susu kotaknya.
"Apa Jelek?" jawab pesan Syera cepat.
"Ih Kok gitu kan mau jadi bini gue lo, Inget suami itu harus di baikin jangan di galak kin nanti, Suaminya galak kamunya ketakutan, eh.. kenekan maksudnya," balas Alarico seketika Syera membulatkan kedua matanya kaget.
"Gak.. Gue gak anggep lo suami lo itu Alarico biang masalah," jawab Syera cepat dengan mengetiknya yang lumayan tidak ada typo.
"Oh.. Tapi, aku terlanjur menganggapmu istriku sayang," balasan pesan Alarico tapi, belum terkiraim seketika Syera melihat Alarico bangkit dari duduknya dan menaiki tangga saat itu ponsel Syera bergetar.
Syera menatap nyalang Alarico.
"Sayang Pala You," balas Syera.