
Syera merapikan pakaian kotor Alarico setelah Alarico masuk ke kamar mandi untuk mandi tapi, saat itu Syera mendengar suara ponsel bergetar diatas nakas.
Syera beralih dan menghampiri ponsel siapa yang berbunyi. Saat melihat layarnya panggilan nama Anissa. Syera mengedikkan bahunya acuh dan keluar kamar saat Syera pergi pesan masuk dari Anissa muncul.
"Al gue kangen kapan kita makan bareng sama jalan-jalan lagi keliling musium dan juga ke pantai, urusan gue di london hampir selesai sekarang gue balik ke Indo." Pesan masuk itu langsung Alarico buka saat keluar dari kamar mandi dan Syera tak ada.
Alarico membiarkan pesan itu dan terdiam saja tak berniat membalas.
Saat Syera kembali lagi masuk dengan sepiring kueh di tangannya.
"Al.. cobain ini kueh barusan aku buat waktu kamu tidur gimana rasanya Mommy udah makan tapi, Mommy bilang gak mau ngomong kalo kamu belom ngomong," ucap Syera dengan wajah riang.
Seketika itu Alarico berdiri dan mengambil kueh itu dan meletakkan lagi.
"Gue mau keluar Lo dirumah aja gak usah kemana-mana."
Syera terdiam saat Alarico meletakkan kueh ke atas piring lagi saat sudah menyentuhnya.
Syera melangkah turun membawa sepiring kueh itu.
"Kamu mau kemana ini ujan udah malem juga?" Syera bertanya tanpa menunggu Alarico berhenti berjalan terus kedepan.
Alarico berbalik.
"Bukan urusan Lo, Gue nikah sama Lo juga terpaksa Gue mau kemana kek urusan gue Lo cuman istri dan dirumah urusan lo gue mau keluar," ucap Alarico dengan santai. Seketika Syera menatap Alarico yang hilang di balik pintu dan keluar dengan suara mobil yang biasa di gunakannya saat hujan. Syera hafal mobil mana saja yang sering Alarico pakai. Sudah sebulan menikah Alarico selalu saja aneh bahkan sekarang sangat kasar. Bilang kalo urusan dia urusan dia seakan Syera orang asing. Bilang juga kalo Syera cuman di rumah dan gak bisa keluar.
Langkah pelan Syera lalu duduk di depan meja pantry.
"Kuehnya buat pelayan sama Sopir atau pak satpam aja Bu Jum Syera gak mau simpen." Syera meletakkan sepiring kueh yang di berikan untuk Alarico tadi tak jadi ia berikan Alarico juga menolaknya.
Seketika Mommy keluar dari kamar tamu di bawah setelah mengambil Laptopnya.
"Loh Sayang.. kamu kenapa nangis eh.. ya ampun anak mommy gak sedih gitu dong sayang, sini curhat sama Mommy ada apa," ucap ibu pada Syera.
"Eh.. Mommy, Enggak ini tadi abis ngupasin bawang merah sedihnya baru sekarang tadi lupa cuci tangan."
Ibu memegang kedua pipi Syera dan mengelusnya.
"Kenapa Nak? Alarico kasar lagi, terus dimana kueh kamu sayang?" Ibu menoleh kesana kemari mencari kueh Syera.
"Syera kasih Bi Jum biar di bagiin ke yang lain biar ngerasaain," ucap Syera sambil sesegukan dan menghapus air matanya.
Seketika terkekeh.
"Udah... Mom, Syera gak papa.. Mommy masuk kamar istirahat Syera mau di sofa sebentar nonton filem bagus malam ini," ucapnya bohong. Syera tersenyum sok tegar itu membuat hati ibu sedikit perih.
"Iya...udah mommy keatas ya.. Kamu jangan kemaleman tidur, Kalo Al belum pulang kamu jangan tungguin lagi tidur aja sendiri nanti dia marah kamu tidur di luar kamar," ucap ibu sambil berdiri mendekat tiba-tiba mengecup dahi Syera sekejap tak lupa mengusap kepalanya.