(3) Vampire

(3) Vampire
94 vampire



aqilla,melan dan romeo langsung menghampiri para penjaga yang sudah terbaring dilantai


"om!"romeo menggoyang tubuh salah satu penjaga namun tidak ada responnya


"gimana nih? apa kita telfon ambulan?"tanya melan


"jangan menelfon ambulan"cegah naina"sebaiknya kalian angkat mereka masuk kedalam"suruh naina


dua jam berlalu..


akhirnya aqilla dkk berhasil membawa semua penjaga masuk ke dalam mansion


"bagaimana ini? kalau sampai ada orang luar yang tahu kondisi dirumah ini takutnya mereka akan mengambil kesempatan untuk melakukan hal jahat"kata naina cemas


"oma kenapa mama tidak bangun bangun?"tanya arvin


"jangan bertanya dulu arvin! oma sedang pusing"naina merasa marah dan lelah menghadapi situasi ini


"ada tamu!"romeo yang tadi nya diluar langsung berlari masuk kedalam rumah


deg!


semua yang berada didalam mansion langsung panik


aqilla berlari ke ruangan tempat para penjaga biasa nya beristirahat


kemudian aqilla kembali lagi


"ganti baju lo pakai ini!"aqilla memberikan seragam penjaga kepada romeo


"oh ok"sahut romeo


romeo langsung berganti pakaian setelah itu romeo berlari ke pos penjaga


"siapa?"tanya romeo


romeo berusaha tampil seperti penjaga yang tegap dan berwibawa


"ini gue"jawab dion


"ck,"romeo berdecak kesal


"mau ngapain?"tanya romeo malas


"gue mau ketemu aqilla"jawab dion


"nggak bisa"romeo langsung pergi masuk kedalam mansion lagi


"siapa rom?"tanya aqilla


"si curut"jawab romeo asal


"seriusan dikit rom!"gerutu melan


"dion"jawab romeo


"ngapain dia kesini?"tanya melan


"mau ketemu..."romeo menunjuk aqilla menggunakan dagu nya


'oh"melan ber oh ria


tiba tiba bell berbunyi lagi


romeo kembali ke pos penjaga


"ngapain lagi sih?!"tanya romeo kesal


"bukan gue,tapi dia"tunjuk dion kearah seseorang


"kami teman azka"ucap danu,danu datang bersama boy


"mana buktinya?"tanya romeo


danu mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto dia dan azka


"cepat panggil azka sekarang!"bentak boy


"hei! apa maksud anda membentak saya?! saya bekerja disini saya harus menjaga keluarga ini dari segala macam jenis kejahatan"romeo balik memarahi boy


alya keluar untuk melihat apa yang terjadi


"biarkan mereka berdua masuk drk!"kata alya kepada romeo


"oh ok baiklah!"sahut romeo


"kalian berdua boleh masuk!"kata romeo


"gue?"tanya dion


"mending lo pulang aja!"jawab romeo


setelah boy dan danu masuk romeo kembali menutup pagar


"sorry"ucap romeo kepada dion


didalam mansion..


mereka berdua terkejut melihat apa yang terjadi


lama boy memikirkan apa sebenarnya yang terjadi


"azka!"seru boy


"semua ini terjadi karna azka!"kata boy


semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakan boy


"maksud nya apa ni?"tanya alya


"ikut aku sekarang!"ajak boy


mereka bergegas pergi ruangan tempat para vampire tadi


boy mendekati ranjang azka,kemudian menarik baju azka keatas


mata boy terbelalak melihat bagian dada azka menghitam


"gawat!!"ucap boy panik


"ambilkan pisau!"pinta boy


aqilla bergegas mengambil pisau lalu memberikannya kepada boy


sreett!!


boy menyayat telapak tangannya


aqilla dan kedua sahabatnya sangat terkejut melihat itu


boy membuka mulut azka lalu membiarkan darahnya menetes ke dalam mulut azka


huek!!


"apa yang dia lakukan?"tanya aqilla sambil mengurut dadanya


tak lama kemudian tubuh azka mulai bereaksi


"hampir saja"gumam boy


"sepertinya batu mulia itu mulai retak"dalam hati boy"apa yang harus aku lakukan?"tanya nya dalam hati


para penjaga yang tadi nya tertidur sekarang mulai bangun satu persatu


"mira!!"naina memangil mira agar segera datang


"iya nyonya"sahut mira sambil berlari kecil menghampiri naina


"berikan mereka vitamin"kata naina


"vitamin?"tanya mira dalam hati"oh ternyata nona aqilla dan teman temannya"gumam nya


"baik nyonya!"mura bergegas pergi ketempat penyimpanan darah segar


wajah mira memucat saat kembali dari ruang penyimpanan


"ada apa mbak?"tanya alya


deg!!


alya naina salsa boy dan danu terkejut mendengarnya


"nyonya tenang saja,kami akan.."belum selesai mereka berbicara tubuh mereka kembali melemah


yang lainnya sangat panik,mereka bingung harus bagaimana


"aqilla tolong beritahu ayah kamu agar segera datang kesini"suruh naina


"baik"aqilla langsung menghubungi diki


"sudah tante"kata aqilla


naina menanggapi nya dengan anggukan kepala


aqilla berjalan mendekati soni,lalu memegang tangannya"kenapa kita tidak membawa mereka kerumah sakit?"tanya aqilla sambil mengelus telapak tangan soni


"tubuh nya sangat dingin"gumam aqilla.


"dek jangan sentuh"alya melarang aqilla menyentuh soni


aqilla buru buru ingin melepas genggaman tangannya namun tiba tiba soni menahannya


deg!!


"om!"aqilla mengelus wajah soni


mata soni perlahan terbuka


mata aqilla berkaca kaca


"om soni bangun!!" aqilla menjerit kegirangan


"haus!"


"haus?"tanya aqilla


"aqilla lari!!"teriak naina


deg!


"lari?"tanya aqilla bingung


alya dengam cepat menarik aqilla agar menjauh dari soni


"habislah kita!"seru boy


"arvin!"naina memanggil arvin


"ya oma"sahut arvin


"tangani mereka!"kata naina


"tante ikut aku!"alya membawa naina dan yang lainnya masuk kesebuah ruangan yang pintu nya terbuat dari besi


"oh ya mbak mira mana?"tanya alya


"biar qila cari"aqilla langsung pergi mencari mira


"eh tunggu!!"panggil alya,namun aqilla sudah pergi


alya segera mengunci pintu itu..


"mbak mira!!"aqilla berlari kesana kemari mencari keberadaan mira


"aaaaaa!!!!"jerit arvin


deg!!


langkah kaki aqilla terhenti


"kenapa arvin berteriak?"tanya nya dalam hati


aqilla berjalan mendekat kearah pintu


grep!


seseorang memegang tangan aqilla


deg!


"aap!"mira langsung membekap mulut aqilla


"syut!"


mira menempelkan jari telunjuk dibibir tanda menyuruh aqilla diam


"ikut saya"mira mengajak aqilla berlari ke ruangan tempat alya dkk


brak!


pintu ruangan tempat soni dan yang lainnya berada hancur didobrak hingga hancur


"cepat non!"ucap mira karna rumah terlalu besar sehingga untuk mencapai tempat alya dkk butuh waktu setidaknya lima menit jika berlari


*duk


duk


duk*


mira menendang pintu besi itu agar yang didalam mendengarnya


"buka!"suruh naina


"jangan!"salsa melarangnya


"itu aqilla"kata naina


"kalau bukan bagaimana?"tanya salsa


alya tidak memperdulikan perdebatan di antara naina dan salsa


greek!!


alya memutar kunci pintu besi


"masuk!"teriak alya


mira dan aqilla langsung masuk kedalam


dengan cepat alya,aqilla dan mira menutup pintu itu kembali


"kak sebenarnya apa yang terjadi?"tanya aqilla


alya tidak menjawab aqilla


"kenapa tadi arvin berteriak dan tadi ada suara pintu didobrak?"tanya aqilla lagi


*duk!


duk*!


ada yang berusaha mendobrak pintu besi


deg!!


naina,salsa,alya,mira,boy dan danu langsung panik


aqilla,romeo dan melan saling tatap,mereka bertiga sangat bingung dengan keadaan ini


"omaa!!!!"teriak arvin dari luar..


deg!


"arvin!"naina berjalan kepintu


"jangan dibuka!"cegah salsa


"tapi..."naina menjadi dilema harus membuka pintu atau tidak


"hiks hiks oma tolongin arviin!!!"teriak arvin sambil menangis


naina menutup telinga lalu terduduk dilantai"hiks tidak!!"naina mulai menangis