
aqilla,melan dan romeo langsung menghampiri para penjaga yang sudah terbaring dilantai
"om!"romeo menggoyang tubuh salah satu penjaga namun tidak ada responnya
"gimana nih? apa kita telfon ambulan?"tanya melan
"jangan menelfon ambulan"cegah naina"sebaiknya kalian angkat mereka masuk kedalam"suruh naina
dua jam berlalu..
akhirnya aqilla dkk berhasil membawa semua penjaga masuk ke dalam mansion
"bagaimana ini? kalau sampai ada orang luar yang tahu kondisi dirumah ini takutnya mereka akan mengambil kesempatan untuk melakukan hal jahat"kata naina cemas
"oma kenapa mama tidak bangun bangun?"tanya arvin
"jangan bertanya dulu arvin! oma sedang pusing"naina merasa marah dan lelah menghadapi situasi ini
"ada tamu!"romeo yang tadi nya diluar langsung berlari masuk kedalam rumah
deg!
semua yang berada didalam mansion langsung panik
aqilla berlari ke ruangan tempat para penjaga biasa nya beristirahat
kemudian aqilla kembali lagi
"ganti baju lo pakai ini!"aqilla memberikan seragam penjaga kepada romeo
"oh ok"sahut romeo
romeo langsung berganti pakaian setelah itu romeo berlari ke pos penjaga
"siapa?"tanya romeo
romeo berusaha tampil seperti penjaga yang tegap dan berwibawa
"ini gue"jawab dion
"ck,"romeo berdecak kesal
"mau ngapain?"tanya romeo malas
"gue mau ketemu aqilla"jawab dion
"nggak bisa"romeo langsung pergi masuk kedalam mansion lagi
"siapa rom?"tanya aqilla
"si curut"jawab romeo asal
"seriusan dikit rom!"gerutu melan
"dion"jawab romeo
"ngapain dia kesini?"tanya melan
"mau ketemu..."romeo menunjuk aqilla menggunakan dagu nya
'oh"melan ber oh ria
tiba tiba bell berbunyi lagi
romeo kembali ke pos penjaga
"ngapain lagi sih?!"tanya romeo kesal
"bukan gue,tapi dia"tunjuk dion kearah seseorang
"kami teman azka"ucap danu,danu datang bersama boy
"mana buktinya?"tanya romeo
danu mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan foto dia dan azka
"cepat panggil azka sekarang!"bentak boy
"hei! apa maksud anda membentak saya?! saya bekerja disini saya harus menjaga keluarga ini dari segala macam jenis kejahatan"romeo balik memarahi boy
alya keluar untuk melihat apa yang terjadi
"biarkan mereka berdua masuk drk!"kata alya kepada romeo
"oh ok baiklah!"sahut romeo
"kalian berdua boleh masuk!"kata romeo
"gue?"tanya dion
"mending lo pulang aja!"jawab romeo
setelah boy dan danu masuk romeo kembali menutup pagar
"sorry"ucap romeo kepada dion
didalam mansion..
mereka berdua terkejut melihat apa yang terjadi
lama boy memikirkan apa sebenarnya yang terjadi
"azka!"seru boy
"semua ini terjadi karna azka!"kata boy
semua orang terkejut mendengar apa yang dikatakan boy
"maksud nya apa ni?"tanya alya
"ikut aku sekarang!"ajak boy
mereka bergegas pergi ruangan tempat para vampire tadi
boy mendekati ranjang azka,kemudian menarik baju azka keatas
mata boy terbelalak melihat bagian dada azka menghitam
"gawat!!"ucap boy panik
"ambilkan pisau!"pinta boy
aqilla bergegas mengambil pisau lalu memberikannya kepada boy
sreett!!
boy menyayat telapak tangannya
aqilla dan kedua sahabatnya sangat terkejut melihat itu
boy membuka mulut azka lalu membiarkan darahnya menetes ke dalam mulut azka
huek!!
"apa yang dia lakukan?"tanya aqilla sambil mengurut dadanya
tak lama kemudian tubuh azka mulai bereaksi
"hampir saja"gumam boy
"sepertinya batu mulia itu mulai retak"dalam hati boy"apa yang harus aku lakukan?"tanya nya dalam hati
para penjaga yang tadi nya tertidur sekarang mulai bangun satu persatu
"mira!!"naina memangil mira agar segera datang
"iya nyonya"sahut mira sambil berlari kecil menghampiri naina
"berikan mereka vitamin"kata naina
"vitamin?"tanya mira dalam hati"oh ternyata nona aqilla dan teman temannya"gumam nya
"baik nyonya!"mura bergegas pergi ketempat penyimpanan darah segar
wajah mira memucat saat kembali dari ruang penyimpanan
"ada apa mbak?"tanya alya
deg!!
alya naina salsa boy dan danu terkejut mendengarnya
"nyonya tenang saja,kami akan.."belum selesai mereka berbicara tubuh mereka kembali melemah
yang lainnya sangat panik,mereka bingung harus bagaimana
"aqilla tolong beritahu ayah kamu agar segera datang kesini"suruh naina
"baik"aqilla langsung menghubungi diki
"sudah tante"kata aqilla
naina menanggapi nya dengan anggukan kepala
aqilla berjalan mendekati soni,lalu memegang tangannya"kenapa kita tidak membawa mereka kerumah sakit?"tanya aqilla sambil mengelus telapak tangan soni
"tubuh nya sangat dingin"gumam aqilla.
"dek jangan sentuh"alya melarang aqilla menyentuh soni
aqilla buru buru ingin melepas genggaman tangannya namun tiba tiba soni menahannya
deg!!
"om!"aqilla mengelus wajah soni
mata soni perlahan terbuka
mata aqilla berkaca kaca
"om soni bangun!!" aqilla menjerit kegirangan
"haus!"
"haus?"tanya aqilla
"aqilla lari!!"teriak naina
deg!
"lari?"tanya aqilla bingung
alya dengam cepat menarik aqilla agar menjauh dari soni
"habislah kita!"seru boy
"arvin!"naina memanggil arvin
"ya oma"sahut arvin
"tangani mereka!"kata naina
"tante ikut aku!"alya membawa naina dan yang lainnya masuk kesebuah ruangan yang pintu nya terbuat dari besi
"oh ya mbak mira mana?"tanya alya
"biar qila cari"aqilla langsung pergi mencari mira
"eh tunggu!!"panggil alya,namun aqilla sudah pergi
alya segera mengunci pintu itu..
"mbak mira!!"aqilla berlari kesana kemari mencari keberadaan mira
"aaaaaa!!!!"jerit arvin
deg!!
langkah kaki aqilla terhenti
"kenapa arvin berteriak?"tanya nya dalam hati
aqilla berjalan mendekat kearah pintu
grep!
seseorang memegang tangan aqilla
deg!
"aap!"mira langsung membekap mulut aqilla
"syut!"
mira menempelkan jari telunjuk dibibir tanda menyuruh aqilla diam
"ikut saya"mira mengajak aqilla berlari ke ruangan tempat alya dkk
brak!
pintu ruangan tempat soni dan yang lainnya berada hancur didobrak hingga hancur
"cepat non!"ucap mira karna rumah terlalu besar sehingga untuk mencapai tempat alya dkk butuh waktu setidaknya lima menit jika berlari
*duk
duk
duk*
mira menendang pintu besi itu agar yang didalam mendengarnya
"buka!"suruh naina
"jangan!"salsa melarangnya
"itu aqilla"kata naina
"kalau bukan bagaimana?"tanya salsa
alya tidak memperdulikan perdebatan di antara naina dan salsa
greek!!
alya memutar kunci pintu besi
"masuk!"teriak alya
mira dan aqilla langsung masuk kedalam
dengan cepat alya,aqilla dan mira menutup pintu itu kembali
"kak sebenarnya apa yang terjadi?"tanya aqilla
alya tidak menjawab aqilla
"kenapa tadi arvin berteriak dan tadi ada suara pintu didobrak?"tanya aqilla lagi
*duk!
duk*!
ada yang berusaha mendobrak pintu besi
deg!!
naina,salsa,alya,mira,boy dan danu langsung panik
aqilla,romeo dan melan saling tatap,mereka bertiga sangat bingung dengan keadaan ini
"omaa!!!!"teriak arvin dari luar..
deg!
"arvin!"naina berjalan kepintu
"jangan dibuka!"cegah salsa
"tapi..."naina menjadi dilema harus membuka pintu atau tidak
"hiks hiks oma tolongin arviin!!!"teriak arvin sambil menangis
naina menutup telinga lalu terduduk dilantai"hiks tidak!!"naina mulai menangis