
diruangan presdir.
" kenapa papa tiba tiba manjadikan ku presdir??,papa tahukan kalau aku sudah punya pekerjaan tetap"protes azka
"kamu harus berhenti dari pekerjaan mu yang sekarang "kata soni
azka mengacak rambutnya sendiri
"pa!!!!"teriak azka,namun soni sudah keluar dari ruangan itu
"aisshh!!!"umpat azka
azka menoleh kearah rendi yang berdiri tidak jauh dari sana"kenapa tidak bilang!!"bentak azka
rendi hanya diam saja"aaaa"""
bug!
azka memukul wajah rendi hingga membuatnya terhuyung dan sudut bibirnya pecah,walaupun seperti itu rendi tetap kembali berdiri tegap
belum puas juga setelah meninju rendi,azka menghancurkan seisi ruangan itu setelah itu azka langsung pergi meninggalkan perusahaan
dikantor polisi..
"dimana azka???"tanya bani
semua orang hanya diam karna tidak ada yang tahu azka pergi kemana
"maaf pak tadi saya pergi cari makan"azka sengaja berbohong
bani mengusap wajahnya dengan kasar,"cepatlah kita ada kasus baru!"teriak bani
"azka,kamu bawa mobil kamu yang kemarin ya??"tanya bayu
"nggak mobil itu masih nyicil,nanti kalau knapa napa bokap bisa marah"jawab azka
"ck,kirain bawa yang itu"gerutu bayu
"knapa? nggak mau bareng karna aku nggak bawa mobil yang kemarin??"tanya azka,pura pura merajuk
"eng enggak kok,ayo"bayu menyeret tangan azka
"al ikut kita aja!!"ajak bayu
"baiklah"alya berjalan kemobil azka
"aku juga ikut!"sela menerobos dan masuk kedalam mobil bagian depan
tanpa banyak protes alya langsung masuk ke mobil
raut wajah azka nampak kesal karna sela dwngan seenaknya menerobos masuk kemobilnya
ditengah jalan
"kenapa sih pak bani menggabungkan kita sama defran dkk sih,melihat wajahnya saja sudah bikin bete"gerutu sela
"kamu cukup berhenti saja dari pekerjaan ini kalau tidak mau melihat defran"kata azka
deg!!
"kok kamu ngomongnya gitu sih!"sela sangat kesal dengan perkataan azka
"perlu kamu ingat,orang yang tidak kamu sukai itu adalah saudaraku"kata azka lagi
"kan cuma saudara angkat,apa pentingnya sih"sahut sela
azka memggenggam setir dengan erat
perkataan sela sudah membuat azka terprovokasi
"susah kalau ngomong sama orang yang nggak tau arti sebuah keluarga bagi seseorang"kata bayu,ia begitu geram mendengar apa yang dikatakan oleh sela tadi
sedangkan alya hanya diam saja,ia tidak ingin tambah memperkeruh suasana
"paan sih,lo tu nggak diajak tau nggak!"hardik sela
"lah dia nggak nyadar"ucap bayu
"yang nggak diajak itu elo!,main serobot aja masuk ke mobil orang,diajak juga enggak"jawab bayu
sela langsung menghadap kebelakang smabil melototi bayu
"apa!!!"bentak bayu
"udah bay,malu didengar orang"kata alya
azka mulai mengencangkan laju mobilnya
"kenapa mobil mereka ngebut sekali?"tanya bani
"tidak tahu"jawab boy
"azka!!!!"pekik sela
alya memejam matanya sambil berpegangan dengan erat
azka terkejut saat melihat alya berkeringat dan sedikit pucat
ciiitttt!!!!
azka mengerem dengan cepat
"kamu nggak apa apa al??"tanya azka
alya hanya menggeleng kepala
"sejak kapan kamu mabuk perjalanan al??"tanya bayu
mereka berdua tidak mempedulikan sela yang keningnya biru karna terbentur dasbor akibat dari pengereman mendadak tadi
"al!"panggil azka,ia merasa bersalah sudah membuat alya jadi seperti itu
"mending kita cepat pergi dari sini,aku takut nanti ada rampok"kata bayu sambil melihat kiri dan kanan jalan yang masih hutan
"kamu aja yang nyetir"azka langsung keluar dari mobil
"hah??"bayu melongo
ceklek..
"cepat keluar!"usir azka
mau tidak mau bayu pindah ke kedepan
azka menarik alya dan menyandarkan kepala alya dibahunya
sela mengepal tangannya melihat itu
dimobil lain..
"nah itu mobil mereka"ucap bani
"kamu kenapa si al??"tubuh alya bertambah pucat dan dingin
"kita kerumah sakit aja dulu ya al?"tanya bayu
"nggak usah bay,lanjut aja"tolak alya
"tiduran aja"azka menyuruh alya berbaring dipahanya
mau tidak mau alya menurutinya jarna tubuhnya sudah sangat lemas
azka memijit kepala alya"tidur aja"kata azka
"gimana nih,lanjut aja apa kerumah sakit dulu??"tanya bayu
"berhenti di mall depan saja"jawab azka
melihat mobil azka memasuki parkiran mall,boy langsung memutar mobilnya memasuk parkiran juga
azka langsung keluar dari mobil,lalu berlari memasuki mall
boy turun dari mobil
tok tok tok
mengetuk kaca mobil
bayu menurunkan kaca mobil
"ada apa??"tanya boy
"alya sakit"jawab bayu
alya?"tanya bayu lagi
bayu menganggukkan kepala
karna lama,bani dan defran akhirnya ikut turun dari mobil
"ada apa boy?"tanya bani
"alya sakit pak"jawab boy
azka berlari keluar dari mall membawa beberapa tas belanja
"awas!"kata azka karna boy menghalanginya
kemudian azka mengeluarkan isi tas belanjaannya
"bangun,pakai ini"azka membantu alya duduk dan membantunya memakai jaket yang dibelinya tadi"minum"memberikan air minum
"mau makan apa??"tanya azka dengan suara lembut
alya hanya menggeleng kepala
azka mehembus nafas dengan kasar
"aku sudah membeli roti dan beberapa buah"kata azka,kemudian memasukkan kantong belanjaan kedalam mobil
bani langsung kembali kemobil
"azka!"geram defran,dia langsung masuk kemobil boy
"jangan ngebut lagi!"boy memperingatkan bayu
"iya"jawab bayu
setelah boy kembali kemobilnya
sela keluar dari mobil azka lalu masuk kemobil boy
"jangan banyak tanya"kata sela karna ia tahu mereka akan bertanya soal jidatnya yanh membiru
boy langaunh melajukan mobilnya
"padahal bukan aku"gerutu bayu
"syukurlah dia sudah keluar dari sini"ucap bayu,ia sangat tidak suka dengan sela karena mulut sela yang suka asal ceplos
"mual"rengek alya
"muntah disini"azka mengambilkan kantong plastik
"bukan mau muntah,cuma mual!"kata alya kesal
"oh"sahut azka
azka mengambil buah jeruk dari tas belanjaan lalu mengupasnya"coba makan ini,siapa tau mualnya bisa hilang"kata azka
alya memakan jeruk yang sudah dikupas oleh azka
"hm,malah melihat ke uwuan mereka"dalam hati bayu
"huekk"kali ini alya benar benar muntah,untung saja azka sudah menyiapkan katong plastik
"hepp!!"bayu menahan nafas
"please jangan muntah lagi al,perut ku rasa diaduk aduk nih"gerutu bayu dalam hati
"minum"azka membantu alya
"hiks"akhirnya alya menangis saking tidak tahannya
"cup cup"azka menarik alya kedalam pelukannya
"huffff"alya menghirup aroma tubuh azka"enak banget"gumamnya
"tidurlah"kata azka,sepanjang jalan azka memeluk alya yang sudah tidur
"pahit banget rasanya jadi obat nyamuk"gerutu bayu
"sudahlah kamu menggerutu terus bay!"kata azka
"hehe nggak kok"bayu jadi salah tingkah