(3) Vampire

(3) Vampire
43 vampire



azka mendekati alya lalu menarik pinggang alya hingga menempel dengannya


"a azka"ucap alya gugup karna takut ada yang melihat


"kenapa? bukan kah kamu menyukai anak kecil itu?"tanya azka


"aku hanya kasihan"jawab alya,sepertinya alya sudah tahu letak kesalahannya


"sebentar lagi kamu juga akan memiliki anak kamu sendiri"ucap azka raut wajah azka mulai aneh


"disini,dia sudah hadir disini"azka memegang perut alya yang masih rata


azka masih tidak bisa mengendalikan emosinya


deg!!


defran dan sela sangat terkejut mendengarnya


"kenapa azka jadi seperti ini?"tanya alya dalam hati


"kamu tidak menginginkannya??"tanya azka,ekspresinya langsung berubah menjadi dingin karna alya tidak menanggapinya


"ya aku menginginkannya"jawab alya pasrah


azka melepas pelukannya"kamu tidak tersenyum! kamu tidak benar benar menginginkannya!"bentak azka


"azka lihat aku!"bentak alya


alya memegang wajah azka menggunakan kedua tangannya"aku menginginkannya,tolong kendalikan emosi mu atau kamu akan menyakitiku!"bentak alya


deg!!


azka akhirnya tersadar


defran dan sela masih terus mengawasi mereka


"ada apa sebenarnya? kenapa alya berusaha menenangkan azka?"tanya defran pelan


"dasar ******!"umpat sela


"maaf!"ucap azka saat melihat mata alya yang mulai berkaca kaca


"hiks kamu menakuti ku!"ucap alya seraya menangis


"tidak,aku mohon jangan menangis!"azka langsung menarik alya kedalam pelukannya


"maafkan aku sayang"berulang kali azka meminta maaf


azka menyeka sisa airmata dipipi alya"maafkan kamu"ucapnya lagi


"berhentilah meminta maaf terus,karna aku sudah memaafkan mu"sahut alya


cup!


azka langsung mengecup bibir alya


"dasar mesum!!"pekik alya


"tapi kamu suka kan?"tanya azka sambil menaik turun alisnya


"hem"sahut alya


"ayok kita kembali ke ruang tamu"ajak azka


di ruang tamu..


rendi datang dan membisikkan sesuatu ke soni


"syukurlah"ucap soni"kamu harus terus mengawasinya,anak itu belum bisa mengendalikan emosinya dengan baik"ucap soni


"siap tuan"sahut rendi


defran dan sela menatap terus melihat kearah azka dan alya


"kakak!!"kali ini rayhan berlari kearah alya


deg!!


"kenapa dia berlari kearah ku"tanya alya pelan


azka menatap rayhan kesal


rayhan malah sengaja menggoda azka"ayo kakak temani lay pelgi jalan jalan"rengek rayhan


"maaf kakak tidak bisa,ini sudah sore kakak mau pulang"tolak alya


"pulang??"tanya rayhan heran


"bukannya dia tinggal dirumah ini?,di perutnya juga ada adek bayi"pikir rayhan


"kalau sudah tau kenapa kamu masih menganggunya?"tanya azka sangat pelan sehingga hanya vampire yang bisa mendengarnya, ekpresi azks mulai tidak ramah


rayhan langsung menoleh kearah azka"kakak!"panggil rayhan karna mata azka mulai memerah


"sudahlah rayhan! kamu jangan menganggu nya"kata soni


"rendi temani rayhan jalan jalan!!"suruh soni


"baik tuan"sahut rendi


"nasib nasib"rutuk rendi dalam hati


"aldo! bawa tuan muda beristirahat dikamarnya!"suruh soni


"ayo tuan muda"ucap aldo


azka langsung pergi kekamarnya


"kalian semua pulang lah,bukankah kalian sudah melihat semua rekaman cctv itu!"kata soni dengan ekspresi datar


"jon! antar mereka keluar!"seru soni


jon yang dipanggil langsung menghadap"baik tuan"sahut jon


"silahkan"ucap jon


"sepertinya kita akan terkena masalah"bani pelan


deg!


mereka saat ini sudah kembali kekantor.


"saya tidak menyangka ternyata azka adalah pewaris perusahaan ABIZAR GROUP,perusahaan terbesar di asia tenggara"ucap bani


"aku tidak akan berani menyinggungnya jika aku tau siapa dia yang sebenarnya"sambung boy


"kenapa kalian begitu takut? bukan kah masih sama sama manusia"ucap defran kesal


"kamu tidak tahu defran,tuan soni,papa dari azka itu kalau marah dia akan berubah menjadi sikopat,kalau dia tau saya pernah membentak anaknya dia akan memotong satu persatu persendian saya dan memberikannnya kepada harimau peliharaannya"jelas bani


deg!!


yang berada disana langsung memucat mendengarnya


alya sangat terkejut mendengar itu.


"tidak mungkin"gumam alya


boy langsung melihat kearah alya"alya!"panggil boy


"aku tidak apa apa boy"sahut alya,kakinya terasa lemas"tidak heran kenapa azka seperti itu tadi"gumam alya


"alya!"boy langsung menangkap tubuh alya yang akan terjatuh


deg!


"alya pingsan"ucap boy panik


"ketakutan dia"gumam sela,sela mengira alya ketakutan karna sudah berani menggoda azka


"bawa ke ruang istirahat!"ucap bani


"cepat hubungi dokter!"suruh bani


defran langsung menghubungi dokter


"azka!"ucap boy


boy langsung menelfon azka


"ada apa boy?"tanya azka


"cepat datang kekantor,alya tiba tiba pingsan!"ucap boy panik


"apa!! aku kesana sekarang!"azka langsung mematikan panggilan telfon


"boy kenapa kamu malah menelfon azka?"tanya sela marah


"keluarga alya itu diana bukan azka!"ucap sela kesal


dokter anita sudah sampai ditempat itu..


"bagaimana dok?"tanya bani


dokter itu tampak kebingungan"apakah dia sudah menikah?"tanya dokter anita


"hah!"mereka terkejut mendengarnya


"sudah"jawab boy


semua mata menatap kearah boy


"saya takut untuk mendiagnosa nya,lebih baik dia diperiksakan kedokter ahli kandungan ter lebih dahulu"ucap dokter anita


"nona ini darahnya sangat rendah. ada diangka 70/60,saya juga merasakan ada gerakan tepat dibagian rahimnya"jelas dokter anita


mereka semua saling tatap


"sebaiknya kalian segera membawanya kerumah sakit agar dia bisa segera dirawat"usul dokter anita


"sudah aku bilang dia itu wanita murahan"ucap sela


"diam!"bentak boy


"ck,masih aja ngebelain si ******"gerutu sela


"permisi!"ucap azka


dokter anita terpaku melihat ketampanan azka"dia seperti pangeran disebuah kerajaan"gumam anita


"apa yang sebenarnya terjadi boy?"tanya azka


"dia tiba tiba pingsan"jawab boy


bani langsung memucat"habislah"dalam hatinya


hati dokter anita berbunga bunga saat azka melihat kearahnya


"apa penyakitnya dok?"tanya azka kepada dokter anita


"oh i itu"dokter anita gugup


dokter anita langsung menjelaskan semuanya kepada azka


azka langsung mengangkat dan membawa alya pergi


"di dia!"ucap bani


"biarkan saja dia membawa alya,nanti aku yang akan memberitahu kak diana"ucap boy


"silahkan dok"ucap boy


"baiklah"dokter anita langsung diantar keluar oleh boy


"laki laki tadi adalah suaminya"boy tahu anita sejak tadi ingin menanyakan itu


"ck ternyata dia sudah punya istri,sayang sekali"gumam anita


"oh"sahut anita


anita langsung masuk ke mobilnya"malang banget nasib ku baru pertama kali menyukai laki laki,eh dia sudah punya istri"rutuknya


"sudah lah,nikmati saja ke jombloan abadi ini"ucapnya sambil terkekeh


maaf kalau ada kata kata atapun typo yang membuat para pembaca menjadi kurang nyaman🙏🙏