(3) Vampire

(3) Vampire
11 vampire



"nama asli mereka bertiga azka,ars dan axel,mereka bertiga sebenarnya sepupu ,beberapa tahun yang lalu mereka bertiga bolos sekolah dan pergi jalan jalan kepantai hingga akhirnya terjadilah tragedi dimana mereka bertiga hanyut terseret ombak laut"jelas soni kepada teman teman azka,ars dan axel


"tentu saja itu hanya karangan belaka"dalam hati axel


"wah,nama kalian sangat bagus"puji bayu


azka,ars dan axel tersenyum tipis mendengarnya


"apakah luka kamu sudah baikan?"tanya azka kepada alya yang baru datang dari ruangan sebelah


"i iya"jawab alya gugup


soni menatap alya intens


"sangat mirip"dalam hati soni


"sepupu??"tanya rendra dalam hati


"dokter tolong periksa azka,aku ingin mengetahui penyakit apa yang sebenarnya ia derita"pinta samsul


"tidak perlu ayah,aku baik baik saja"tolak azka


benarkah itu??"tanya samsul


"iya"jawab azka


boy dan defran,mereka berdua masih penasaran dengan perubahan warna mata azka tadi


"baiklah kalau begitu saya akan membawa anak saya pulang,lain kali saya akan datang berkunjung ke kediaman pak samsul"kata soni


azka menyalami samsul dan yati,setelah itu azka langsung ikut pulang dengan soni


"bukankah dia orang yang waktu itu??"tanya alya dalam hati saat melihat rendi


"ada apa ini sebenarnya??"dalam hati alya ia merasa bingung dengan semua kejadian yang terjadi akhir akhir ini


"jauhi gadis yang bernama alya itu untuk sementara waktu"kata soni


degg!!


"ke kenapa pa??"tanya azka dengan nada kecewa


"karna kamu terlalu ceroboh


kamu bisa saja mengungkapkan identitas kamu dihadapannya"jawab soni


"intinya kamu harus mencoba mengendalikan diri agar kejadian seperti tadi tidak terjadi lagi"kata soni lagi


"kalian berdua juga,jangan sekali sekali melakukan sesuatu yang membuat para manusia itu menjadi curiga"tekan soni kepada ars dan axel


"i iya om"hanya axel yang menjawab


sedangkan ars,ia sibuk dengan isi pikirannya sendiri


"kenapa nama anak kecil itu sama dengan nama ku??"tanya ars dalam hati


"dan gadis itu,kenapa jantung ku berdebar saat berada didekatnya??"tanya nya dalam hati


axel menyenggal bahu ars


"kenapa??"tanya ars dengan nada kesal karna merasa terganggu


axel langsung menoleh kearah lain


"apakah kamu mendengarkan apa yang saya Katakan tadi??"tanya soni dengan sabar


"de dengar om"jawab ars gugup


"mampus gue"dalam hati ars


ditempat lain..


"hiks hiks ampuni kami!!!"tangisan menggema disebuah kastil


"inilah akibatnya kalau kamu berani membangkang!"kata laki laki yang tak lain adalah rafael


"sekali lagi kamu berani keluar dari kastil ini makau aku akan membunuh mereka bertiga"tunjuk rafael kearah empat orang wanita yang sudah tidak berdaya karna hampir setiap hari mendapat siksaan


"tidak,aku berjanji tidak akan melakukan itu lagi"sea berlutut dihadapan rafael


sea yang kala itu sedang mengandung hilang kesadaran hingga koma karna mengalami benturan dibagian kepala bencana sunami yang melanda kotanya dikala itu


baru empat tahun yang lalu ia terbangun dari koma dan melahirkan ars junior


sudah berapa kali rafael menyatakan cinta namun slalu ditolak oleh sea karna ia yakin suatu saat ars akan datang menjemputnya


setelah melakukan penyiksaan rafael langsung pergi keluar dari kastil


"ma!"tangis sea pecah saat melihat darah keluar dari hidung sina


"mama nggak apa apa kok"jawab anis sambil tersenyum kearah sea


sea beralih ke naina


"mama"panggil sea


"mama juga baik baik aja"naina tidak ingin sea khawatir


"tante gimana??


oma??"tanya sea


"tante nggak apa apa"jawab salsa


"oma nggak apa apa"jawab ailin


ars kecil merobek bajunya lalu menghapus darah dihidung sina


"sakit ya oma??"tanya ars


"oma nggak apa apa kok"jawab sina


"benelan??"tanya nya lagi


sina menjawab dengan anggukan


setelah itu ars kecil langsung berlari kepelukan naina


hanya ars kecillah penyemangat mereka


dikediaman samsul..


"lihatlah anak tidak tahu diri itu!


ia bahkan tidak membantu membayar biaya rumah sakit"oceh yati


ia tidak tahu saja kalau defran sudah mengambil uang milik azka


defran tersenyum senang melihat ibunya sangat membenci azka


"sudah lah bu,kepalaku bertambah pusing mendengar ocehan mu yang tidak jelas itu!"bentak samsul


"gara gara lo,ibu sama ayah ku bertengkar"geram defran dalam hati


"assalamuallaikum"ucap azka


"waallaikum sallam"sahut samsul


"kamu kah itu nak??"tanya samsul


"ita ayah,ini aku"jawab ardi


dengan bersusah payah samsul turun dari tempat tidur untuk membukakan pintu


defran dan yati hanya diam saja seolah olah tidak mendengar suara azka


ceklek!


samsul membuka pintu


"apa kabar yah??"tanya azka sambil mengambil tangan samsul lemudian menciumnya


"baik,kamu gimana nak??"tanya samsul


"berkat doa ayah aku selalu baik baik saja"jawab azka sambil tersenyum manis


"segitu bencinya ibu dengan ku,sampai sampai ibu tidak rela membukakan pintu untukku"azka menahan perih dihat