(3) Vampire

(3) Vampire
5 vampire



"kenapa bisa bisa nya papa membelikan kami jam tangan semahal ini,bukan kah dia sendiri yang mengatakan kami harus menyembunyikan identitas kami"gerutu azka dalam hati


beberapa saat kemudian semua sudah berkumpul diruangan yang tidak terlalu besar untuk menyelidiki kedua kasus pembunuhan yang belum juga terpecahkan


saat sedang berdiskusi tiba tiba ponsel azka berbunyi


azka tersenyum kecut saat semua orang melihat kearahnya karna suara ponselnya yang sangat keras


"siapa sih"gerutu azka dalam hati


ia langsung mematikan panggilan telepon


tak lama kemudian ponsel nya kembali berdering


"angkat!!!"teriak boy


azka langsung mengangkat panggilan telpon


"halo,siapa ini??"tanya azka


tangannya sengaja menutupi casing ponselnya agar tidak terlihat jelas oleh yang lain.


"ini saya tuan muda"sahut rendi dari ujung telepon


"apakah kamu tidak tahu kalau aku sedang bekerja sekarang!!"tekan azka


ia mencoba berbicara sepelan mungkin agar tidak terdengar oleh yang lainnya


"maaf kan saya tuan muda,saya tidak bermaksud mengganggu"ucap rendi


"berhentilah meminta maaf,


aku masih bekerja sekarang"kata azka


"tuan muda!!"belum selesai rendi berbicara azka sudah mematikan panggilan


"maaf"ucap azka kepada semua orang


beberapa jam kemudian....


untuk melanjutkan diskusi tadi boy membawa tim nya kesebuah restauran


"wah ternyata kalian juga makan siang disini"tanya defran


hening...


tidak ada yang menanggapinya


defran langsung memilih tempat duduk yang berhadapan dengan azka agar dia leluasa mengejek dan menghinanya


"ekhem,kayaknya ada tamu tak diundang ni"sindir alya


defran hanya tersenyum menatap alya


"tunggu saja kamu alya,aku akan membuat kamu menjadi milikku"dalam hati defran


"wah dari mana kamu mendapat kan outfit mahal itu??"tanya defran


"ini barang kw"lagi lagi azka berbohong


"lain kali aku akan memakai baju murah saja "dalam hati azka


"aku tau,aku hanya ingin melihat kejujuran kamu saja,apakah nantinya kamu akan mengatakan itu barang asli hahaha"ejek defran


ekspresi wajah azka berubah seketika


"az,azka"panggil ars pelan


"kenapa??"tanya azka


"lihat kesana"tunjuk ars menggunakan mulutnya


"bukan kah itu"azka tidak melanjutkan perkataannya karna wanita itu berjalan menuju mejanya


"apakah aku boleh bergabung???"tanya julia


azka,ars dan axel menatap julia dengan tatapan aneh


julia langsung duduk dikursi kosong disebelah azka


"siapa yang mengizinkan anda duduk??"tanya sela dengan tatapan sinis


"aku tidak perlu meminta izin dari kamu adik kecil"jawab julia


"duduk"suruh boy


dengan berat hati sela menuruti perkataan boy


ia cemburu melihat julia duduk disamping azka


"ketemu lagi"kata julia


azka menggeser kursinya lebih dekat kearah ars


"mau ngapain wanita gila itu kesini??"bisik axel ke ars


"mana aku tahu"jawab ars


rendi,dirga dan beberapa orang berseragam masuk kedalam restauran


sebenarnya rendi menelpon azka tadi untuk mengatakan padanya agar tidak keluar dari kantor karna julia sudah mengintainya sejak pagi


"aku tidak akan membiarkan mu julia"gumam dirga


"dirga"julia langsung berdiri dari tempat duduknya


"maaf untuk semuanya yang berada disini,dia adik dari bos kami yang baru saja keluar dari rumah sakit jiwa"tunjuk dirga kearah julia


"bedebah!!! berani beraninya kamu mengatakan aku pasien rumah sakit jiwa!!"bentak julia


"terus harus dibilang apa??


wanita murahan yang asal duduk disamping pria asing dengan niat menggodanya??"tanya rendi sambil tersenyum miring


"kamu!!"tunjuk julia kearah rendi


azka,ars dan axel berpura pura tidak mengenali mereka


"maaf tuan,ada apa ini sebenarnya??"tanya boy


"anda tidak seharusnya mengucapkan kata kata sekasar itu juga kali!!"bentak sela kearah rendi


"lebih baik anda diam nona kecil


anda tidak mengetahui akar masalah nya jadi berhentilah ikut campur"kata rendi


sela begitu kesal dengan rendi


rendi memutar bola matanya mendengar umpatan gadis kecil didedapannya


"pengawal cepat bawa nona kita kedalam mobil,tuan sudah menunggu "suruh dirga


beberapa orang dibelakang dirga maju kedepan


karna merasa terancam julia menarik azka dan mencekik lehernya


semua orang terkejut melihat kejadian itu


"hahaha,dirga dirga


lagi lagi aku menang satu langka dari mu"kata julia


"benarkah?"tanya dirga


"kamu tidak memiliki senjata untuk melukai dia didepan orang banyak"kata dirga


dirga tahu julia tidak akan menggunakan kekuatannya didepan banyak orang


"ck,sial!"teriak julia


julia menarik tusuk rambut yang dipakainya dan menusuk leher azka


darah segar menetes membasahi baju putih yang dipakai azka


anak buah dirga dan rendi langsung memalingkan pandangan mereka


"azka!!!"teriak ars dan axel


"dasar perempuan gila!!"umpat ars


"lepaskan azka sekarang juga!!!"teriak axel


mereka yang berada disana terkejut mendengar ars dan axel memanggil azka dengan nama itu


"lepaskan dia!!!"teriak alya


"tolong lepaskan ardi!"sela memohon kepada julia


azka sekuat tenaga menahan rasa sakitnya


agar dirga dan yang lainnya tidak terlalu khawatir


dirga mengeraskan rahangnya


"berani berani nya kamu menyakiti anggota polisi secara terang terangan!!"ancam boy


"apa yang bisa dilakukan manusia lemah seperti kalian terhadap ku??"tanya julia ia sangat meremehkan mereka


saat julia lengah dirga langsung mencekal tangan nya


"dapat!!"kata dirga


dirga mencengram tangan julia dengan sangat keras


rendi langsung menarik azka lalu mencabut tusukan rambut dari leher azka begitu saja


semua orang yang berada disana dibuat terkejut oleh aksi rendi


"untung saja tidak terlalu dalam"ucap rendi lega


rendi membalut luka azka menggunakan sapu tangan miliknya


"apakah masih sakit??"tanya rendi


"tidak"jawab azka pelan


wajah nya terlihat sangat pucat


"maaf karna sudah membuat kekacauan dan membuat teman kalian terluka"ucap dirga


"kalian bertiga tunggu saja aku akan mencabut nyawa kalian satu persatu hahaha!!"ancam julia


kemudian tertawa seperti orang gila


"cepat antar kerumah sakit jiwa!"perintah dirga


anak buah dirga langsung membawa julia untuk menghadap soni


dia benar benar tidak waras"kata boy


"ardi,apakah itu sangat sakit??"tanya alya


entah kenapa hatinya terasa sakit saat melihat azka terluka


azka mencoba tersenyum dihadapan alya


"tidak,ini sudah tidak terlalu sakit"jawab azka sangat pelan


"jangan sok jagoan kamu!! ayo cepat kita kerumah sakit"ajak ars


ia sangat kesal melihat azka berpura pura kuat


"sebagai permohonan maaf dari kami,saya akan mengantar nak ardi kerumah sakit dan saya juga yang menanggung semua biayanya pengobatannya"dirga terus berakting dihadapan mereka


axel dan ars membopong azka menuju mobil


"aku ikut!!"pinta sela


"tidak usah,kami berdua sudah cukup untuk menjaga ardi"tolak ars


sela sangat kesal melihat ars karna tidak mengizinkannya ikut mengantar azka kerumah sakit


dirga melajukan mobilnya dengan sangat cepat agar segera sampai di mansion


sementara itu rendi mengurus sisa kekacauan


ia juga meminta manajer hotel untuk menyuruh anak buahnya menghapus rekaman cctv yang merekam kejadian tadi


"om bukan nya kita harus membawa azka kerumah sakit??"tanya ars heran


dirga hanya diam saja


ia membukakan pintu mobil


"cepat turun"suruh dirga


ars dan axel dibuat bingung


saat masuk kedalam mansion mereka bertiga sangat terkejut melihat julia terbaring bersimbah darah diruang tamu


wajah ketiganya memucat seketika saat melihat genangan darah begitu banyak..


jangan lupa kasih dukungannya ya teman temanπŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—πŸ€—