
saat malam tiba..
naina,salsa,arsy dan arvin di ajak berkumpul dimansion soni
aqilla tampak kebingungan kenapa naina dan salsa menangis"bukankah mereka hanya pergi bekerja?"tanya aqilla
soni mendekati aqilla"ikut"soni mengajak aqilla kekamar
"dengar"soni menatap mata aqilla"apapun yang terjadi nantinya kamu harus menjalani hidup dengan baik,dan urus anak kita dengan baik"kata soni
deg!!
"ma maksudnya?"suara aqilla mulai bergetar,perkataan soni yang menyuruh nya menjalani hidup dengan baik membuat aqilla teringat kata kata terakhir dari ibu nya sebelum beliau meninggal dunia
soni tersenyum kearah aqilla"begini,nanti nya kami akan berhadapan dengan beberapa penjahat,tidak tahu akan bisa pulang atau tidak,setidaknya kalau tidak bisa pulang aku sudah berpamitan dengan istri manisku"jelas soni sambil mencubit pipi aqilla
"huaaa!!!! om jahat om mau ninggalin qila!!"tangis aqilla pecah seketika
"sayang!"soni langsung menarik aqilla kedalam pelukannya
"itu hanya kemungkinan nya saja,bukankah ajal itu ditangan tuhan,sebaiknya setelah aku pergi nanti kamu banyak banyak berdoa memohonan keselamatan dan kelancaran bisnis ku"kata soni
aqilla mengangguk kepala
"hiks,aku pasti akan berdoa,tapi om harus janji kalau om akan pulang"pinta aqilla
"iya,aku janji"sahut soni
tanpa aqilla tahu ternyata soni juga menangis
"dari awal meman sudah salah,klan kami adalah yang kalian anggap iblis,manusia setengah iblis memang tidak pantas mendapatkan kebahagiaan layak nya manusia biasa"dalam hati soni,hatinya begitu sakit mengingat perbedaan antara dia dan aqilla,jika saja reinkarnasi itu ada dia ingin dilahirkan sebagai manusia biasa yang bisa merasakan menua bersama pasangannya
"sudah sudah"soni menghapus air mata yang membasahi pipi aqilla
"ayo kita keluar,mereka pasti sudah menungguku"ajak soni
di sisi lain..
"dengar,apapun yang terjadi nantinya,kamu harus menjalani hidup kamu,kalau aku tidak bisa pulang lagi aku harap kamu bisa mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi dari ku"kata azka kepada alya
"hiks,be jangan bicara seperti itu!!"pekik alya sambil menangis
azka menatap sudut ruangan dengan tatapan nanar
"oh ya,tolong jaga mama qila dia masih sangat kecil"kata azka
cup
saat azka ingin berbicara lagi alya langsung membungkam mulut azka menggunakan bibirnya
azka langsung menahan tengkuk alya menggunakan tangannya
keduanya berciuman sangat lama
lalu azka melepas ciumannya
alya terengah engah"pokoknya kamu harus kembali"pinta alya
diruang tamu..
"harus kembali"kata arsy kepada axel
"pasti"jawab axel sambil tersenyum manis kearah sang istri
"arvin dia belum berubah menjadi vampire,semoga saja kalau kemungkinan terburuk terjadi dia tidak ikut lenyap"dalam hati axel
"vin,kamu harus menjaga mama"kata axel kepada arvin
"iya pa,aku akan menjaga mama,tapi papa harus pulang secepatnya ya"pinta arvin
axel mengacak ngacak rambut arvin"tenang saja,selagi papa masih bisa bernafas papa akan pulang"jawab axel
deg!
arsy begitu sedih saat mendengar jawaban axel
arvin tersenyum masam menanggapi axel
"dengar ya,fakta seperti apapun yang kamu ketahui nanti tolong jangan pernah membenciku"pinta soni
aqilla menanggapinya dengan anggukan
bimo menciup kening asang istri"berdoa aaja semoga kamu berhasil dan bisa kembali"kata bimo
"kalian pasti berhasil"sahut salsa sambil mengangguk kepala
bimo berusaha senyum menhadapi salsa
sudah waktunya mereka pergi
"cepat pulang ya om!!!"teriak aqilla sambil melambaikan tangan
"ya!"jawab soni
"ayo!"soni menggandeng bahu ars
diruang tamu..
sejak soni dan yang lainnya pergi semua orang tidak bisa duduk dengan tenang
"mama qila kenapa cara berjala mu sangat aneh?"tanya alya
naina,salsa dan arsy langsung melihat kearah aqilla
"rupanya soni tidak mau menjaga perjaka ting ting lagi"ucap naina
salsa tersenyum senang saat mengetahui bahwa soni sudah melakukan hubungan suami istri bersama aqilla
pipi aqilla langsunh bersemu
"kak alya ih!"ucapnya malu