(3) Vampire

(3) Vampire
56 vampire



selesai mengeluarkan semua makanan yang tadi dia makan soni beranjak keluar dari toilet


"nih! om"aqila memberikan tisu kepada soni,panggilan aqila kepadanya membuat soni sedikit terkejut


"kamu panggil saya apa tadi?"tanya soni


"om"jawab aqila dengan polosnya


dengan perasaan kesal soni mengambil tisu itu lalu kembali ke ruang makan


"mana ada istri yang manggilan suaminya dengan sebutan om"gerutu soni dalam hati


"aneh"ucap aqila,kemudian kembali ke ruang makan


"ini sedikit canggung,aku harus memanggil nya apa? ayah mertua? diki ? atau apa?"tanya soni dalam hati


"ayah,qila mau nginap disini"ucap aqila


"hah? tidak bisa qila! kamu harus ikut suami kamu pulang"tekan diki,sebagai seorang ayah diki sudah menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan monica,dirinya tidak ingin monica melakukan hal yang akan membuat soni murka


"pulang saja,lain kali ayah akan berkunjung ketempat kamu"kata diki


aqila tampak sedih karna ia berpikir diki sudah tidak menginginkannya lagi


"baik lah,qila pulang sekarang"ucap qila sambil menyeka air mata nya yang mulai tumpah


"ayo!"aqila menarik soni agar segera bangkit dari tempat duduknya


"saya pulang dulu"pamit soni


"silahkan"sahut diki


"cepat om!"aqila menarik soni agar cepat keluar dari rumah itu


soni menggeleng kepala melihat tingkah aqila yang kekanak kanakan"sangat labil"gumamnya


diki termenung sambil menatap nasi yang berada dipiringnya


tes!


tanpa sadar airmatanya menetes"ayah melakukan itu demi kebaikan kalian berdua"ucap diki pelan


"aku hanya tidak ingin monica berakhir ditangan tuan soni"dalam hati diki


dimobil..


hening..


aqila memilih diam sambil melihat pemandangan diluar jendela sambil sesekali menyeka airmatanya yang keluar dengan sendirinya


soni tidak bisa fokus menyetir mobil karna aqila,karna tahan lagi meliaht aqila menangis soni langsung membelokkan mobilnya kearah cafe yang berada dipinggir jalan


"loh kok kita kesini om?"tanya aqila


"turun!"bukannya menjawab soni malah menyuruh aqila turun


akhirnya aqila turun dari mobil


"yang benar saja!? saya masuk ke cafe masih pake seragam sekolah kayak gini om"protes aqila


langkah soni terhenti"iya juga"gumam nya,kemudian soni menoleh ketoko yang berada disebelah cafe itu


"ikut saya"soni berjalan kearah toko baju yang berada disebelah cafe


"kemana?"tanya aqila


"kebanyakan tanya"gerutu soni


"lah kok malah ketoko baju?"tanya aqila lagi


pemilik toko langsung tebar pesona saat melihat soni


"mau beli apa mas?"tanya wanita itu ramah


"pilihkan baju yang pas untu dia"jawab soni tanpa melirik kearah wanita itu sedikitpun


"ah iya,mari ikut saya"ajak wanita itu


"ayo om pulang aja"aqila tidak suka berada disana


"tidak bisa,cepat pilih baju yang cocok untuk kamu dan ganti seragam sekolah kamu secepatnya"kata soni sambil menatap aqila dengan tatapan tajam


"i iya"jawab aqila gugup


aqila langsung mencari baju yang kira kira pas ditubuhnya lalu dengan cepat berganti pakaian diruang ganti"serem juga om soni kalau lagi marah"gumam aqila


"udah"ucap aqila


"lihat lah,dia nyuruh gue ganti pakaian. giliran udah diganti dia malah sibuk sama hp nya"gerutu aqila,ingin sekali ia menarik rambut soni namun segera diurungkan nya karna takut soni marah


"sudah?"tanya soni


aqila menghentak hentak kakinya kelantai saat mendengar pertanyaan soni"pake nanya lagi"ucap aqila kesal,aqila langsung pergi keluar


soni bingung melihat tingkah aqila yang tiba tiba merajuk


diluar cafe.


"kenapa laki laki susah banget peka sih!"gerutu aqila


saat sedang kesal tiba tiba aqila melihat nana dkk masuk ke cafe yang akan didatanginya bersama soni


"ini nggak bisa dibiarin, gue harus lari dari sini dulu"aqila langsung lari sambil menutipi wajahnya menggunakan tangan


setelah membayar soni langsung menyusul aqila keluar


langkah soni terhenti saat tiba tiba ada yang memegang tangannya


"apa apaan kamu!"soni menepis tangan orang itu


"seharusnya anda menikah dengan saya,karna saya sibuk ayah malah menikahkan anda dengan adik saya yang masih dibawah umur"ucap monica


"lantas?"tanya soni


"anda harus menceraikan adik saya lalu menikahi saya"jawab monica


"maaf,saya tidak bisa"tolak soni,lalu dia langsung mencari keberadaan aqila


"aku tidak akan menyerah! akan ku pastikan benih cinta kamu bersemayam didalam rahim ku"ucap monica pelan,isi pikiran monica hanya se*s se*s dan se*s,tidak ada yang lainnya


"aku harus memperingati diki agar mengajari putri tertuanya itu sebelum kemarahan ku memuncak"ucap soni kesal


"bukannya itu om soni?"tanya aqila sambil duduk santai dibawah pohon besar sambil menikmati es cream kesukaannya


"om!!"suara aqila membuat soni menghentikan langkahnya


"aqila!"soni merasa lega karna bisa menemukan istri kecilnya


"kenapa kamu pergi kesini?"tanya soni


"tadi saya melihat nana bersama teman temannya masuk ke cafe"jawab aqila


"jadi!"tanya soni lagi


"karna takut kelihatan sama mereka"belum selesai aqila menjelaskan


"ayo kembali ke cafe sekarang"ajak soni


"nggak mau,saya mau pulang aja om"rengek aqila


"tidak,kita harus ke cafe"tekan soni


"huaa!! om jahat!!"aqila pura pura menangis dan itu membuat orang yang berada disana melihat kearah mereka berdua


"ayo om,qila mau pulang!!"rengek aqila dengan suara keras


"bisa bisa nya dia membuat keponakannya menangis"ucap salah satu orang berada disana


"kasar banget sama ponakannta sendiri" ucpa yang lainnya


soni menatap aqila kesal"ayo pulang"soni tidak punya pilihan lain selain menuruti keinginan aqila


"yes!"dalam hati aqila merasa sangat


sesampainya dimansion soni langsung turun daei mobil lalu peegi kekamarnya


"jangan jangan om soni marah?"tanya aqila pelan"ah biarin aja,yang penting gue bisa pulang"ucapnya pelan


dikamar soni


"anak itu membuat ku sangat kesal"umpat soni


ditempat lain..


azka dan axel bekerja sama untuk menukarkan hasil tes DNA mayat yang ditemukan dihutan beberapa waktu yang lalu


"bukan hanya membantu sean,azka melakukan kecurangan itu demi kelangsungan hidup para vampire


"maaf"ucap azka karna harus mengeksekusi dokter yang melakukan ters DNA pada mayat dawia


"baju kamu kok ada bekas darah?"tanya alya penuh curiga


"tadi tidak sengaja menabrak kucing"jawab azka asal


"beneran xel?"tanya alya kepada axel


"iya"jawab axel


"sok perhatian"ejek sela


"tunggu aja kamu al!,aku sudah punya rencana untuk mmebuat kamu dipecat dari sini"gumam sela


"dia tidak menyerah juga"gerutu azka dalam hati


"aku jadi prnasaran rencana apa yang dia maksud"gumam azka


"wanita ini sungguh membuat ku muak,untung saja dia manusia,kalau dia vampire mungkin dia akan menindas para manusia dan vampire lemah lainnya"gerutu axel kesal dengan kelakuan sela yang semakin menjadi jadi