(3) Vampire

(3) Vampire
67 vampire



rasya saat ini tinggal dikediaman soni karna soni meminta agar dia tinggal untuk sementara waktu


setelah mengantar barang yang diminta oleh soni tadi aldo langsung mengantar rasya keperusahaan miliknya,saat ini mereka harus saling menjaga agar rafael dan komplotan tidak memiliki kesempatan salah satu dari mereka


axel membawa arsy dan arvin tinggal bersama dimansion sastrawijaya


"kita harus menjaga satu sama lain,jangan sampai ada yang lengah"nathan selaku kepala keluarga berusaha mengingatkan yang lain nya agar tidak lengah


"baik pa"sahut ars


"saya akan berusaha melindungi arsy dan arvin"sahut axel


"kamu harus menjaga azka dan membantu nya melindungi alya"kata nathan lagi


"kenapa papa menyuruh ku menjaga azka??"tanya axel dengan perasaan bingung


"saya akan menjelaskannya sekarang"jawab nathan


"arvin cepat kamu bantu dirga menurunkan belanjaan oma dari mobil"suruh nathan


"baik"arvin langsung berlari menuju garasi mobil


di ruang keluarga..


"azka memiliki batu mulia yang menghubungkan kehidupan seluruh klan vampire,dan sialnya batu itu tertanam didalam jantung azka"nathan memberi jeda


"kalau sampai azka terjadi sesuatu tsrhadap azka apalagi sampai dia meninggal dan batu itu masih berada didalam tubuhnya,disaat itu juga seluruh klan vampire akan musnah bersama dengan musnahnya tubuh azka"jelas nathan


deg!!


"apa!!"pekik axel dan ars serentak


"untung saja aku belum sempat melakukan sesuatu terhadap azka pada saat itu"dalam hati arsy


"apakah batu mulia tidak bisa dikeluarkan dari tubuh azka?"tanya arsy


"bisa,dengan syarat azka melakukannya dengan ikhlas,tidak ada paksaan dari pihak mana pun"jawab nathan


"apa yang akan terjadi kepada azka kalau batu mulia sudah dikeluarkan"tanya ars


"tentu saja dia akan meninggal,azka bisa hidup sampai sekarang karna berkat batu mulia"jelas nathan


deg!!


seisi ruangan itu terdiam


"samuel,ayah kandung azka meninggal demi melindungi batu mulia itu,oleh sebab itu sampai kapan pun kami akan selalu membantu soni menjaga bocah tengil itu"jelas bimo


"kenapa opa manggil kak aka bocah tengil???!"tanya rayhan dengan tatapan polosnya


"hm,tengil kayak kamu,sok akrab kalau ada maunya"jawab bimo sambil tersenyum kearah rayhan


rayhan bengong mendengar jawaban bimo


"seperti sekarang ini,kamu mendekati opa pasti ada mainan baru yang kamu mau?"tanya bimo


senyum terbit diwajah imut rayhan"hehe,lay tadi liat tembak tembakan kelen banget di mall tadi, tapi oma sama mama enggak bolehin lay beli"jawab rayhan sambil mengerucut bibirnya


sea dan naina saling lirik saat mendengar mendengar perkataan rayhan


"bocah ini"gerutu sea


"tidak perlu diragukan lagi,dia memang benar benar cucu ku"ucap naina sambil tersenyum


"kelakuan rayhan sama persis seperti papanya"sambung nathan


nathan menggeleng kepala melihat tingkah rayhan


"oh jadi begitu?"tanya bimo


"iya"jawab rayhan


"lihat tuh kelakuan anak kamu"kata sea kepada ars


"eits,bukan cuma anak ku,dia anak kita berdua"protes ars


"besok kita pergi beli,sekarang kamu pergi tidur dulu,besok harus sekolah"kata bimo


"siap,lay tidul dulu"sahut rayhan,setelah itu rayhan langsung menghampiri sea


"ayo ma kita tidul"ajak rayhan


"ayo"sea bangun dari tempat duduknya lalu pergi kekamar bersama rayhan


"ars,kamu harus lebih waspada lagi,sepertinya rafael akan kembali lagi untuk membawa sea"ucap nathan


"aku tidak akan membiarkan dia berhasil melakukan nya"sahut ars dengan tangan terkepal menahan emosi


"kenapa kita tidak bisa menjalani kehidupan dengan tenang walau hanya sehari"tanya salsa,mata nya sudah berkaca kacaenahan tangis


"kenapa kami harus menjalani kehidupan seperti ini??"tanya naina pada dirinya sendiri


"kalian tenang saja,tidak akan terjadi apapun selama kita bisa kompak menjaga satu sama lain"kata bimo


nathan melihat arvin sudah selesai membantu dirga menurunkan barang"diskusinya cukup sampai disini dulu,kita ajan melanjutkannya dilain waktu"kata nathan,setelahengatakan itu nathan langsung pergi ke ruang kerjanya


ars yang sudah sejak tadi menunggu diskusi selesai begitu nathan masuk ke ruang kerjanya ars langsung ngacir pergi kekamar


"ars! ars!"gumam naina sambil menggeleng kepals


ceklek..


"tidur tidur"suruh sea


"lay mau tidur sama paapa"rengek rayhan


"iya iya"ucap ars,ars naik keatas kasur lalu berbaring disamping rayhan


"yey!!! keluarga lay kembali utuh"ucap rayhan girang


deg!?


ars dan sea saling tatap


dengan mata berkaca kaca sea langsung memeluk rayhan"selagi mama sama papa masih hidup kami akan selalu menemani ray"kata sea


sea tahu kalau nyawanya dan ars selalu terancam"aku tidak tahu berapa lama lagi waktu kita bersama seperti ini"dalam hati sea


ars merasa sedih saat melihat kesedihan yang terlihat jelas dimata sea


"aku akan selalu menjaga dan melindungi kalian meskipun taruhannta adalah nyawaku sendiri aku akan tetap melakukan nya"dalam hati ars


"tidur"ucap ars mengelus kepala buah hatinya


sea merasa bahagia bisa menyaksikan pemandangan didepannya


"semoga kita bisa nersama untuk selamanya"gumam sea


"aku juga berharap hal yang sama dengan mu sayang"sahut ars dalam hati


"tidurlah,biar aku saja yang menidurkan rayhan"kata ars


"terimakasih be"ucap sea


"sama sama"sahut ars sambil menunjukkan senyum manisnya


ditempat lain..


brak!!


bani membantingbuku laporan keatas meja


"bagaimana ini bisa terjadi!!!!"teriak bani


kasus yang sudah ditutup tiba tiba dibuka kembali


azka adan axel dibuat pusing karna kasus mayat tanpa identitas dihutan dibuka kembali


bukti terbaru didapatkan dari kiriman paket dari orang misterius,bukti berupa rekaman cctv dari mobil pengendara lain yang kebetulan berhenti dipinggir jalan yang bersampingan dengan hutan


pada saat itu mobil yang dikendarai oleh sean melintas didepan mobil itu dan masuk kedalam hutan


azka menahan amarahnya saat melihat rekaman cctv mobil itu


"maafkan aku om sean,ini sudah diluar kendaliku"dalam hati azka


"pak saya pamit ke toilet sebentar"ucap azka


"cepatlah!"suruh bani


azka langsung pergi menuju toilet..


"al!"panggil axel karna alya terus melamun


"ah iya"sahut alya


"sedang memikirkan apa?"tanya axel


"tidak ada,hanya saja kejadian kejadian beberapa hari ini membuat ku bingung"jawab alya


"jangan terlalu banyak pikiran"kata axel


alya menanggapi nya dengan anggukan kepala


sementara itu di toilet..


...*om cepat hancur kan mobil yang om pakai untuk membuat mayat wanita itu karna plat mobil om terekam cctv mobil pengendara lain!*...


azka hanya mengirim pesan kepada sean karna takutnya ada yang mendengarnya kalau seandainya dia melakukan panggilan telfon


setelah pesan terkirim,azka langsung menghapus bukti kiriman pesan nya


"semoga saja om sean membacanya"gumam azka


ceklek!


azka membuka pintu toilet.


deg!


"kenapa kamu berdiri disini?"tanya azka kepada defran


"sengaja,aku ingin tahu rahasia apa yang kamu coba sembunyikan"jawab defran


azka tersenyum miring"sudah ku duga dia akan mencari cara untuk menjatuhkan ku"gumam azka


"ck,tidak ada alasan lain? mungkin kamu merindukan ku gitu?"tanya azka sambil c


engengesan


"cuuih!!"defran melakukan gerakan seolah dirinya benar benar membuang air ludahnya