
"hahaha bukan kah aku sudah mengatakan mereka akan mati"ejek nenek tua itu
"dan bukankah aku sudah menyuruhmu menjaga mulut!!"rendi langsung mencekik nenek itu
"apa?? mau menggunakan ilmu hitam??,seharusnya kamu caritahu dulu siapa aku sebenarnya"kata dengan suara pelan rendi sambil tersenyum miring
"aaakkhhh!"nafas nenek itu tercekat
"lepaskan dia rendi!!"teriak soni
bruukk!!
aaaa!!! "pekik nenek itu
rendi langsung menghempas nenek itu ketanah
"aku akan membunuhmu!!"pekik nenek itu
"coba saja gunakan ilmu hitam mu"tantang rendi sambil tersenyum jahat
nenek itu langsung terdiam
"kamu tidak apa apa nak??"tanya soni sambil mengelus punggung azka
"sakit"jawab azka,entah kenapa dirinya sangat manja saat berdekatan dengan sang papa
"anak manja"dalam hati soni
"apakah kalian tidak ada yang membawa tenaga medis??"tanya pak kades
"ck,kami tidak memikirkan itu tadi"jawab baron
"bodohnya aku,kenapa tidak mengingat hal sepenting itu"gerutu baron
"apa didesa ini tidak ada tenaga medis??"tanya baron
"sudah tiga puluh tahun puskesmas diujung desa itu terbengkalai karna tidak ada tenaga medis yang datang,kami hanya punya dukun kampung"jelas pak kades
"ck apa gunanya"gerutu baron
soni mengeluarkan pil berukuran cukup besar yang bentuknya seperti vitamin untuk balita
"makan!"soni menyuruh azka mengunyahnya
"bagiamana?"tanya soni
azka hanya mengangguk
ars,axel dan dirga juga sudah di berikan pil yang sama
alya hanya melihat azka dari jauh"syukurlah kamu tidak apa apa,aku tidak bisa hidup tanpamu,walaupun awalnya pernikahan kita hanya sebuah keterpaksaan,tapi sekarang aku sudah benar benar menerimamu menjadi suamiku"dalam hati alya
"ni air minum buat kamu"sela memberikan air minum kepada azka
"tidak perlu,aku tidak haus"tolak azka karna dia tidak ingin alya cemburu
"jadi kamu orang suruhan baskoro??"tanya nathan dengan suara pelan kepada nenek tua itu
"apa kamu tidak tahu identitas asli baskoro??
bukankah anak kamu mati ditangan vampire?,kenapa bisa bisanya kamu membantu dia"tanya nathan
nenek itu terdiam
"ck,tenyata kamu tidak tahu siapa baskoro yang sebenarnya"kata nathan
nathan mendekati telinga nenek itu"baskoro adalah vampire,tepatnya dia setengah vampire"bisik nathan
tidak mungkin!!"nenek itu langsung mendorong nathan
"kalau kamu tidak percaya kamu lihat saja apakah dia berani keluar pada siang hari atau tidak"kata nathan
"tidak mungkin!!"bentak nenek itu
"terserah kamu percaya atau tidak"kata nathan lagi
"kamu tidak boleh mengganggu orang orang ku"nathan memberikan peringatan kepada nenek tu
disisi lain..
azka mendekati alya"apa kamu baik baik saja??"tanya azka
alya hanya menjawab dengan anggukan
"aku hanya menginginkan gadis itu!,apakah nyawa orang yang berada disini lebih penting dari nyawa gadis itu??"tanya nenek tua itu sambil menunjuk kearah alya
"kalau tidak didepan orang banyak aku sudah menghancurkan mulutnya dan ******* jantungnya yang busuk itu"geram nathan
nathan menarik boy
"bunuh dia dulu baru aku akan menyerahkan gadis itu"perintah nathan
semua yang berada disana sangat terkejut dibuatnya
dari balik pohon besar seseorang mengepalkan tangan
"kenapa? tidak berani?"tanya nathan
"apa maksud papa nyuruh dia membunuh boy!!'bentak ars
"diamlah!"bentak nathan balik
"om kita pasti punya cara lain"protes axel
"diamlah kalian!"bentak nathan lagi
"kenapa bapak diam saja??"tanya bani
"diamlah kau bani,aku sudah kapok berurusan sama dukun santet itu"jawab baron,tubuhnya gemetar saat nenek itu melirik kearahnya
"cepat bunuh dia"kata nathan
"mudah bagiku membunuhnya"
saat nenek itu akan merapalkan mantra tiba tiba saja ada yang menyerangnya
brukk!!
nenek itu ambruk ketanah,darah segar mengalir deras keluar dari luka dipunggungnya
boy langsung memucat melihat semua itu
para warga langsung melarikan diri masuk kedalam rumahnya masing masing
"a apa yang terjadi??"tanya boy,tubuhnya kaku saking syoknya
"jangan banyak tanya,yang penting bukan kita yang membunuhnya"jawab nathan
nathan tersenyum melihat wanita tua itu sekarat
boy langsung memeriksa nadi nya"di dia masih hidup"ucap boy,ada rasa lega dihatinya
"biarkan saja dia mati dari pada kita kena santet "kata baron
soni mendekati nenek yang tengah sekarat"mana mungkin dia membiarkanmu menyakiti keturunannya"kata soni dengan suara yang amat pelan
"ja jadi dia benar benar vampire"gumamnya
"tiga,dua,satu!"soni sengaja menghitungnya
"mati"gumam soni
"aku tidak akan membiarkan sampah seperti mereka menyakiti anak,menantu dan calon cucuku"gumam soni lagi
"kita sudah punya pelakunya,tulis di laporan kalau nenek ini membunuh orang untuk praktek ilmu hitam"perintah baron
"tidak bisa begitu komandan,nenek ini bukan pelakunya"protes bani
"terus kita harus nulis laporannya seperti apa?"tanya baron dengan ekspresi marah
"nulis laporan kalau vampire yang melakukan pembunyhan itu??,mana ada yang akan percaya,bisa bisa kita jadi bahan tertawaan oleh mereka,kasus ini kasus besar,karna sudah sangat banyak yang jadi korban alangkah baiknya kita menjadikan nenek ini sebagai pelaku"jelas baron
"benar juga,dengan begitu kita semua bisa naik pangkat"ucap bani girang
"dia benar benar gila pangkat gumam azka
"baguslah,setidaknya klan vampire tidak akan terekspose"dalam hati soni
"lebih baik kita pergi dari sini sebelum salah satu dari kita menjadi korban vampire yang menyerang nenek itu tadi"ajak baron
"bawa dia!"baron hanya menunjuk kearah nenek itu tanpa berani melihatnya secara langsung
setelah memasukkan nenek itu kedalam kantung jenazah,mereka langsung pamit dan pulang dari sana
disini mereka sekarang..
dirumah sakit..
mayat nenek tadi sudah dimasukkan kekamar jenazah
soni,nathan,bimo dan sean langsung pulang kerumah mereka masing masing
"tolong periksa dan obati mereka"baron menyuruh dokter dan perawat memeriksa azka,ars,axel dan dirga
"kami benar benar tidak apa apa"tolak azka
"kalian harus diperiksa!"paksa baron
mereka berempat kompak melarikan diri
semua yang berada disana tercengang melihat mereka berempat lari tunggang langgang
"maaf,mereka takut jarum suntik dan peralatan medis lainnya"ucap rendi
baron menggeleng kepala mendengarnya
"kami pamit pulang dulu"ucap rendi
"ayo biar saya antar"kata rendi kepada alya
"saya permisi dulu pak"ucap alya
"yaya pulanglah"sahut baron acuh
kemudian baron melihat sela"kamu! kenapa berdiri terus disitu? pulang sana!"kata baron
"baik pak"sahut sela
rendi membawa alya kemansion sesuai perintah soni
"loh kok kesini??"tanya alya dengan ekspresi terkejut
"besar banget rumanya"gumam alya
"masuk"ajak rendi
"papa!"pekik alya saat melihat soni berada disana
"i ini rumah siapa?"tanya alya
"ini mansion bukan rumah nona"ucap rendi
"sama saja"sahut alya
"huh"rendi menghela nafas mendengarnya
"itu kamar kamu,masuk dan istirahatlah"kata soni
alya tidak berani mengulang pertanyaannya yang tadi"m baik lah"sahut alya,kemudian pergi kekamar yang ditunjuk oleh soni