(3) Vampire

(3) Vampire
21 vampire



setelah sampai diapartemen alya membantu azka kekamarnya


saat membantu azka berbaring alya tidak sengaja melepaskan pegangannya hingga membuat azka terhempas kekasur


"aahhh"lirih azka


"maaf aku nggak sengaja"ucap alya panik


alya kembali membantu azka berbaring dengan benar


azka tampak mengernyitkan dahi


"sepertinya dia sangat kesakitan"dalam hati alya,ia jadi merasa bersalah


"masih sakit???"tanya alya dengan mata berkaca kaca


"oh tidak,kenapa dia menangis??"gumam azka


"kenapa kamu nangis??"tanya azka


"hiks hiks kamu kesakitan karna aku" alya sambil menangis sejadi jadinya


azka menyungging bibirnya"oh jadi karna itu"gumam azka


"kamu harus tidur disini,karna aku tidak bisa bangun sendiri kalau mau buang air kecil nanti"kata azka


"hah!!"tangis alya langsung terhenti


"ti tidur disini??"tanya alya.


azka mengangguk kepala


"ta tapi"belum selesai alya berbicara sudah dipotong oleh azka


"tidak ada tapi tapian,tolong ambilkan aku air minum"suruh azka


"dck,dia mulai menjadi cowok menyebalkan"gerutu alya,dengan enggan alya pergi mengambilkan air minum untuk azka


azka tersenyum puas melihat alya pergi mengambilkan air minum untuknya


"alya,kamu sangat lucu"gumam azka


sebenarnya tadi azka pura pura kesakitan,tidak tahunya alya malah menanggapinya dengan serius


saat alya kembali lagi kekamar ternyata azka sudah tidur,atau tepatnya azka hanya berpura pura tidur


"ck,menyebalkan"alya begitu kesal karna dia merasa dipermainkan oleh azka


"mana nggak ada sofa "gerutunya lagi


tadinya alya berencana tidur disofa yang berada dikamar azka, tapi ternyata sofanya sudah dipindahkan oleh azka


"untung saja aku sudah memindahkuannya kemarin"gumam hati azka


"aku punya ide"alya memasang pembatas berupa bantal guling diantaranya dan azka,kemudian alya kekamarnya untuk membersihkan tubuh dan berganti pakaian,setelah itu kembali lagi kekamar azka


dengan perasaan kesal alya merebahkan tubuhnya dan mencoba untuk tidur


azka tersenyum sambil memejamkan matanya


"kamu istriku,tentu saja kamu harus tidur diranjangku"dalam hati azka


tak berapa lama akhirnya alya tertidur


"sangat cantik"gumam azka sambil terus memandang wajah alya yang polos tanpa make up


azka memindahkan bantal guling yang memisahkan antara dia dan alya


kemudian azka membelai pipi alya dengan lembut


"aku akan selalu melindungimu dimanapun dan kapanpun itu"gumam azka


cuppp


azka mengecup pipi alya


"good night"ucap azka


bukannya istirahat azka malah sibuk mengerjakan proyek pertamanya yang diberikan oleh soni kemarin


keesokan harinya...


alya terkejut saat bangun mendapati dirinya berada dalam dekapan seorang laki laki


perlahan alya melihat kearah wajah orang itu dan...


"a azka!"pekik alya lalu menutup mulutnya menggunakan tangan


"dimana bantal gulingnya??"tanya alya


alya tidak berani bergerak karna takut menyakiti luka azka lagi


"duh gimana nih?,mana lagi kebelet?"alya sangat panik


"kenapa??"tanya azka


"ka kamu sudah bangun??"tanya alya


"hm"sahut azka


azka melepas pelukannya


alya langsung berlari kekamar mandi


setelah alya masuk kekamar mandi azka langsung duduk sambil mengucek ngucek matanya,lalu kembali berbaring lagi saat tahu alya akan keluar dari kamar mandi


" dia tidur lagi"gumam alya


"huaaamm!! aku masih mengantuk walaupun sudah mencuci muka!"alya berbicara sendiri


kemudian kembali merebahkan tubuhnya disamping azka


"hm,kalau dilihat lihat dia sangat tampan saat sedang tidak memakai kacamata"ucap alya pelan


"azka!!!"pekik alya sambil berusaha melepaskan diri dari dekapan azka


"diam lah nanti kamu menyakiti luka ku"kata azka


alya pasrah dan tidak berani berontak lagi


azka membuka matanya


"dia sangat menggemaskan"dalam hati azka


sejak tadi azka terus menatap bibir alya terlihat sangat kenyal apa bila disentuh


"kenapa otak ku selalu saja memikirkan hal mesum??"tanya azka dalam hati,lalu memalingkan wajahnya


alya nampak bingung melihat azka"ada apa lagi dengan nnya??"tanya alya dalam hati


"mandi"ucap azka sambil melepas pelukannya lalu duduk disisi kasur


"aku juga mau mandi"alya beranjak bangun lalu berjalan menuju pintu kamar


azka langsung mencegat alya yang akan keluar dari kamarnya


"kenapa lagi??"tanya alya


"mandi disini saja"azka langsung mengangkat tubuh alya


"aaaaa!!!!!"teriak alya karna tubuhnya tiba tiba melayang diudara


"azka turunin!!"alya sangat panik dengan apa yang dilakukan oleh azka


azka membawa alya kekamar mandi lalu meletakkannya di bathup. yang sudah terisi air


"ma mau ngapain??"alya panik melihat azka membuka bajunya


"mandi"jawab azka dengan entengnya


"cepat buka baju kamu atau aku yang akan melakukannya"ancam azka


dengan cepat alya membuka baju dan bawahannya


azka tersenyum kemudian ikut masuk kedalam batthup.alya langsung menutupi dadanya menggunakan tangan"gosok punggungku"azka memberikan sabun kealya


sambil memejamkan matanya alya menggosok sabun ke tubuh azka


"aaaaa!!! apa yang kamu lakukan!!!"teriak alya karna azka membalik tubuhnya secara tiba tiba


alya semakin panik saat azka menunjukkan senyum anehnya"ma mau ngapain??"tanya alya panik


azka mendekat dan terus mendekat kearahanya hingga membuat belakang alya menatap dinding batthup."bibirnya membuat ku sangat penasaran dengan rasanya"azka memperhatikan bibir alya


tanpa aba aba azka langsung menarik tengkuk alya dan


cupp!!!.


azka menc*um bibir alya kemudian **********"sangat lembut"dalam hatinya


"aaaa ciuman pertamaku!!!"teriak alya dalam hati,setelah beberapa saat azka baru melepas tautan bibitnya,alya sangat malu hingga tidak berani menatap wajah azka


napas keduanya ter engah engah,tidak sampai disitu,azka meraih dagu alya dan mengulangi ciuman panasnya sampai beberapa kali


"aaahhh" desah alya saat ciuman azka beralih kelehernya dan membuat beberapa tanda disana


"ini sudah cukup,sekarang ayo mandi nanti telat kena semprot pak bani"kata azka


alya tampak kesal"kenapa aku jadi kesal??"tanya alya dalam hati


dikantor polisi..


sambil cemberut alya masuk keruangan rapat


"untung saja pak bani belum datang"gumam alya legah


"kenapa lagi si alya??"tanya axel kepada ars


"mana aku tahu"jawab ars,ars sedang sibuk membaca berkas ditangannya


azka tersenyum melihat alya"dia pasti kesal karna tanpa dilehernyanya"gumam azka


hal itu tidak luput dari penglihatan defran dan itu membuat defran sangat cemburu


"sepertinya lo benar benar ngajak ribut"geram defran


berkali kali alya membenarkan posisi syalxyang dikenakanya untuk menutup hasil karya azka dilehernya


"lo sakit al??"tanya boy


"ti tidak"jawab alya gugup


"terus kenapa lo pakai syal??"tanya boy lagi


pipi alya memerah menahan malu"awas aja kamu azka!!!"teriak alya dalam hati


"ekhem"dehem ars agar boy menghentikan pertanyaannya


sela hanya diam tidak menghiraukan orang dikiri kanannya


"kenapa??"tanya boy


"ck,dia sungguh tidak peka"gerutu ars


ars menguruh boy mendekatkan telinganya


"jangan menanyakan itu kepada pengantin baru"bisik ars


degg!!!


"oh iya aku lupa"boy menjadi salah tingkah setelah mengetahuinya


semuanya langsung diam setelah kedatangan pak bani..