
di tempat yang berbeda...
"aku tidak menyangka akan bertemu kalian lagi"gumam arsy
"siapa ma??"tanya arvin
arvinza farzana averroes,itu lah nama anak itu
"cuma rekan bisnis"jawab arsy sambil menunjukkan senyumnya
"oh"arvin ber oh ria tanpa mengetahui yanh sebenarnya
"ma apa penyakitku tambah parah?"tanya arvin sambil tersenyum kearah arsy
"tidak sayang,malahan penyakit kamu sudah hampir sembuh"jawab arsy lagi lagi sambil tersenyum
"maafkan mama nak"dalam hati arsy
"oh iya ma,tadi arvin sudah janjian sama teman teman maun nongkrong dicafe dijalan xx"ucap arvin
"ya sudah pergi sana,ingat,jangan pulang malam "kata arsy
"asiap!!,arvin pergi dulu ma"arvin mencium tangan arsy
"tanpa mama memberitahuku pun aku sudah tahu"dalam hati arvin sambil berjalan keluar rumah
arvin mengidap penyakit yang sama seperti yang dialami azka
"entah sampai kapan aku bisa menyembunyikan identitas kamu nak"ucap arsy sambil menatap punggung arvin yang semakin menjauh
"aku sudah hampir mencelakai anak om samuel demi merebut batu mulia,untung saja aku mengurungkan niat ku,aku akan sangat merasa bersalah kalau itu smapai terjadi"arsy bersyukur ia tidak jadi melakukan perbuatan jahat itu
"tenanglah mama akan melakukan apapun demi menyelamatkan nyawa kamu"gumam arsy,ia begitu sedih mengingat semua yang terjadi pada dirinya dan arvin
arvin hanya tahu bahwa mamanya hanya hidup sebatang kara,dan mengenai ayahnya arsy mengatakan ayahnya sudah meninggal dunia saat dirinya masih didalam kandungan
disini dia sekarang...
"vin lo bilang apa sama nyokap lo,tumben nyokap lo nyuruh lo keluar?"tanya doni
"gue bilang mau nongkrong di cafe"jawab arvin
"ck,dosa lo"timpal fino
"bangsat lo semua!"umpat arvin kesal
"hidupku mungkin hanya tinggal beberapa bulan atau hari lagi,aku akan bersenang senang sebelum hari itu tiba"gumamnya
"ini kan juga cafe,jadi gue nggak sepenuh berbohong"ucap arvin
"cafe remang remang hahaha"ujar doni sambil tertawa puas
diruangan lain...
nathan dan bimo sedang membahas tentang perusahaan bersama dengan soni,sean dan dua orang lainnya
"kemana azka?"tanya sean
"pergi menjemput ars dan axel"jawab soni
"kita tunggu sebentar lagi"ucap nathan
"aaaaaa tempat apa ini!!!!"teriak axel
"ayo cepat!"azka membawa axel dengan paksa
"aiiisshh! mataku jadi kotor"gerutu ars
"ck,kenapa mereka memilih tempat aneh ini sebagai tempat pertemuan sih"gerutu azka
"vin lihat orang itu mirip banget sama lo!"ucap doni
"mana?"tanya fino
"itu!!"tunjuk doni
"wah daebak!"celetuk fino
"iss jijik banget ,ayo kita pergi saja"ajak ars
mau tidak mau azka dan axel mengikuti ars berjalan keluar dari tempat itu
axel farzana averroes!!"teriak bimo saking kesalnya dia dengan sang anak
deg!!
"kenapa nama belakangnya sama dengan ku??"tanya arvin
"mukanya mirip dengan mu dan nama belakangnya juga"kata fino
"coba lo lihat orang yang memanggil dia,dia sangat mirip denganmu"ujar doni
arvin melongo melihat kedua orang itu sangat mirip dengan nya
axel,azka dan ars menghentikan langkanya
"papa"ucap axel sambil cengengesan
"what!! dia papanya!!"ucap fino tak percaya
"mau pergi kemana kamu?,bukan kah papa sudah bilang mulai besok posisisi CEO diisi oleh kamu apa kamu lupa??"tanya bimo
"tentu saja tidak,tapi tempat ini sangat lah menjijikkan"jawab axel sambil menatap sekitarannya dengan jijik
"aku tahu papa mendambakan istri baru tapi nggak gini juga pa,masak papa nyari mama baru untukku ditempat murahan seperti ini"kata axel dengan kesal
azka dan ars saling tatap
"jangan jangan mereka berdua sedang buat dedek bayi didalam sana!"ucap azka dan ars bersamaan
keduanya langsung berlari masuk kesebuah ruangan
"jangan kira jami tidak tahu kalau papa disini lagi buat adek untuk kami ya!"cerocos ars
krik
krik
yang berada disana menatap ars aneh
"maaf sepertinya kami salah ruangan"ucap azka,padahal itu ruangan yang benar
"ayo"azka menarik ars
"azka!"panggil soni
"kabur!!"keduanya langsung lari tunggang langgang karna wajah soni dan nathan sudah berubah merah padam menatap mereka berdua
axel melotot melihat azka dan ars berlari kearahnya
"kenapa kalian berlari seperti anak kecil?!"tanya bimo sambil menatap mereja dengan tatapan tajam
ketiganya membatu melihat soni dan nathan juga keluar dari ruangan tadi
"mati kita"bisik axel
"sesemuanya bisa dibicarakan baik baik"ucap ars sedikit gugup
"kita akan tamat hari ini,siapa suruh bikin mereka malu didepan rekan bisnisnya!"axel begitu kesal dengan kedua sahabat lucnutnya
"permisi"ucap fino
pandangan mereka semua langsung beralih ke fino
fino langsung gugup saat tatapan tajam mereka beralih kearahnya
"a apakah kalian ada kehilangan anggota keluarga?"tanya fino
mereka tak bergeming..
"arvin sini!!"panggil fino,dirinya mulai panik
"dia sangat mirip dengan kalian"ucap fino sambil menunjuk arvin
"tatapan mereka beralih ke arvin
deg!!!
"dia benar benar mirip dengan bimo dan axel"gumam nathan
"apakah dia hasil papa coba coba disini??"tanya axel
bimo langsung menatapnya horor"anak kurang ajar"geram bimo
"siapa nama kamu?"tanya bimo sambil memperhatikan penampilan arvin
"arvin,arvin farzana averroes"jawab arvin sedikit gugup karna ditatap sebegitunya oleh bimo
"bukankah aku sudah bilang,berani beraninya papa memberikan nama belakang yang sama!"tuduh axel
"bim,tolong jelaskan sejelas jelasnya"tanya sean
"saya tidak merasa melakukannya dengan orang lain selain salsa,mamanya axel"jawab bimo
"terus dia siapa?"tanya sean
bimo memijit pangkal hidungnya
"lakukan tes DNA kalau kalian tudak percaya"ucap bimo
"apakah dia anak axel dan arsy??"tanya nathan dalam hati
"siapa nama ibu kamu nak??"tanya nathan agak lembut
"arsy"jawabnya
deg!!!
"dia benar benar anak axel"dalam hati nathan
"arsy??"tanya bimo,sean dan soni bersmaan
"sekarang dimana mama kamu?"tanya nathan
"dirumah"jawab arvin lagi
"arsy akhirnya aku menemukan mu"gumam nathan
"jadi dia benar benar arsy kembarannya ars?"tanya sean
"apa maksud om sean kembaran ku?"tanya ars
"tidak mungkin,mama saya sedikit tua,sedangkan dia masih sangat muda"potong arvin
nathan tersenyum melihatnya"coba saya lihat liontin yang yang dileher kamu"kata nathan
arvin langsung melepaskan liontin dari lehernya dan memberikannya kepada nathan
"dia benar benar arsy ku"ucap nathan
ars mengernyitkan keningnya"bagaimana mungkin saudari kembarku punya anak sebesar itu"protes ars
"diam lah ars!"bentak nathan
"satu pertanyaan ku,kenapa nama belakang nama dia sama dengan nama belakang axel,dan wajahnya juga sangat mirip dengan axel,coba jelaskan apa yang sebenarnya terjadi?"tanya bimo,dirinya snagat bingung dengan apa yang terjasi
"kenapa papa nggal ngasih tau kalau aku punya saudari kembar??"tanya ars dalam hati
dari ruangan lain arsy menghela nafas berat"mereka akhirnya bertemu"gumamnya
arsy sengaja membuat kerutan diwajahnya agar tellihat sedikit tua..
karna author tidak suka bertela tele,langsung saja author pertemukan mereka dengan arvin