(3) Vampire

(3) Vampire
78 vampire



soni terlihat bingung"hantu?"tanya nya


"em em"jawab aqila


soni langsung memeriksa jendela,hidung nya mencium bau vampire lain"mereka lagi"dalam hati nya,soni kembali menghadap aqilla"tidak ada siapa siapa"kata soni


"beneran om?"tanya aqilla sambil celingak celinguk mencari keberadaan bayangan hitam yang dilihat nya tadi


"iya"sahut soni sambil berjalan menuruni tangga


"tunggu!"pekik aqilla


"dasar anak kecil"gerutu soni dalam hati


diruang tamu"jangan kemana"kata soni


"siap om!"jawab aqilla sambil melakukan gerakan hormat bendera


"dasar"soni reflek mengacak ngacak rambut aqilla


"ooomm!!"pekik aqilla


soni tersenyum lalu pergi keluar mansion


"kenapa azka belum pulang pulang juga?"tanya soni,dia menunggu azka dengan perasaan cemas


sudah satu jam berlalu,sekarang sudah menunjukkan pukul 11 malam


"itu dia"gumam soni saat melihat mobil azka datang


melihat soni menatap nya dengan tatapan marah azka langsung berlari menghadap


"kenapa papa nunggu diluar?"tanya azka


dengan perasaan sedikit takut alya langsung menyapa ayah mertua nya "pa"sapa alya


"hm"sahut soni


"pergilah masuk kedalam alya,angin malam tidak bagus untuk tubuh kamu"kata soni


"ba baik pa!"jawab alya gugup


alya langsung masuk kedalam rumah


"mulai besok kamu jangan pergi kemana mana lagi!!!"tekan soni kepada azka


deg!


"baik pa"jawab azka


sepeninggal soni


"huh"ini memang salah ku"ucap azka


soni tertegun melihat aqilla yang sudah tertidur pulas diatas sofa ruang tamu,soni langaung mengangkat aqilla dan membawanya kekamar


"sial!"umpat ria dalam hati


"ingin sekali aku membunuh wanita licik itu"dalam hati ria


"kenapa kamu disini? bukankah kamu tidak boleh berada disini saat malam hari"tanya aldo


ria terpaku ditempat..


"sa saya"ria ketakuan karna aldo menatapnya seperti ingin menguliti nya pada saat itu juga


rendi melihat ria dan aldo sedang berbincang"apa yang kau lakukan disini ria? apa kau sudah tidak ingin bekerja disini lagi?"kali ini rendi yang bertanya


"tidak tuan!"ria langsung berlutut


"tunggu saja aku sah menjadi istri tuan soni,aku akan membuat perhitungan dengan kalian semua"dalam hati ria


"pergi!"suruh rendi


ria langsung pergi dari sana


"awasi wanita itu terus"rendi menyuruh aldo untuk mengawasi ria


"tenang saja tuan,aku akan memastikan wanita itu tidak akan bisa menganggu nona qila"jawab aldo


"bagus"ucap rendi


dikamarnya alya dibuat terkejut karna azka tiba tiba berada disamping nya."apakah dia hantuyang menyamar?"pertanyaan konyol melintas begitu saja dipikiran alya


"tega sekali ngatain suami nya sendiri hantu"gerutu azka


"haph!"alya menutup mulutnya sendiri


"ja jadi kamu beneran azka?"tanya alya


perlahan tangan alya mendekati pipi azka,detik kemudian


"aa sakit!"pekik azka


"maaf"ucap alya


"minta maaf aja terus"gerutu azka sambil mengelus pipinya yang dicubit oleh alya


"hehe"alya menunjukkan deretan giginya


"mulai besok kita tidak boleh keluar rumah"kata azka keputusan papa sudah final"sambung azka karna sia tahu alya tidak akan menerima begitu saja


"itu cita cita yang diinginkan papa ku"ucap alya,tangan nya mengepal


"papa takut rekan bisinis nya menngincar kita berdua"jelas azka


hening..


alya tidak menanggapi nya


"oh iya aku lupa memberitahu mu tentang sea"ucap azka


alya masih setia mendengar apa yang akan diberitahu oleh azka


"sea sama rayhan diculik,sampai sekarang belum juga ditemukan"azka melanjutkan ceritanya


deg!!


"om nathan,om bimo,om alex dan papa,mereka punya musuh yang sama"jelas azka


"ternyata seperti ini kehidupan orang kaya?"tanya alya


azka bingung tiba tiba saja alya berkata seperti itu"maksud nya?"tanya azka


"kalian punya uang banyak,harta berlimpah tapi tidur nggak nyenyak dan hampir tiap hari dapat ancaman bahkan ada yang diculik dan bunuh"jawab aqilla


azka tersenyum kecut mendengar jawaban alya "kami sangat benar sayang"ucap azka


"eh mau apa?"tanya alya karna azka tiba tiba mendekat


azka menunjukkan senyum manisnya sambil menaik turun alisnya


"nggak!"tolak alya


"harus mau!"azka langsung memeluk alya


"tolong!!"alya pura pura berteriak


shuut!!"


azka meletakkan jari telunjukkan nya dibibir alya dan itu membuat alya tertawa


dikamar soni..


aqilla terbangun"ooommm!!!"pekik aqilla


sreet


kelebat hitam melintas lagi dijendela kamar


"hiks om soni dimana!!"kali ini aqilla berteriak sekuat tenaga


ceklek!!


"ada apa? kenapa teriak teriak?!"tanya soni dengan perasaan kesal karna kegiatan mandi nya terganggu


"hiks hiks qila takut!!"pekik nya


deg!!


"ada sebenarnya dengan anak ini?"tanya soni dalam hati


soni menghampiri aqilla,lalu menarik selimut yang dipakai aqilla untuk menutupi wajah nya


"tenang saja,saya ada disini"ucap soni


aqila merasa lega,tatapan matanya terus mengarah kearah jendela


tap!


tiba tiba lampu mati


"oomm!!"pekik aqilla"entah apa yang ditarik oleh aqilla barusan


tap!


lampu kembali hidup


"aaaa!!"kali ini aqilla berteriak karna melihat sesuatu yang belum pernah dilihat oleh nya


soni mematung ditempat karna pusaka nya terlihat oleh aqilla


"sial!"umpat nya,kemudian soni langsung masuk kedalam selimut


"benarkah itu yang menghasilkan anak?"tanya aqila dengan polosnya


lagi lagi soni menggeleng kepala dibuatnya"apakah kamu mau mencobanya?"tanya soni balik


"e enggak ah,qila kan masih sekolah"tolak aqilla


"kenapa aku sangat penasaran?!!!"teriak aqilla dalam hati


"tidak! tlong buang rasa penasaran!l itu!"jerit aqilla dalam hati


melihat aqilla sudah mulai terpengaruh soni mulai menindih tubuh aqilla


soni tersenyum"apa kamu mau mencoba yang ini?"tanya soni sambil mengelus bagian atas tubuh aqilla


aqilla terdiam"kenapa rasanya aneh banget?"tanya aqilla


bibir soni tersungging"coba rasakan yang ini"soni melepas kancing baju aqilla bagian atas,lalu melahap gundukan indah yang terlihat sangat kenyal itu


"em om!"aqilla memegang kepala soni,soni tersenyum kemudian menarik tangan aqilla


"nikmati saja"kata soni ,lalu melanjutkan aktivitas nya yang tertunda


tangan soni mulai nakal"dengan sengaja soni memain kan bagian sen**tif aqilla sehingga membuat menegang karna or*sme


setelah membuat aqilla mencapai o**asme pertamanya soni bergegas pergi kekamar mandi untuk menuntaskan h**rat yang tertunda


keesokan harinya.


disekolah...


"kenapa wajah lo suram qil?"tanya romeo


"suram dari mananya?"tanya aqilla


"beneran kok,muka lo kayak nggal bercahaya seperti biasanya"sambung melan


"lo sakit ya qil?"tanya romeo lagi


"enggak,gue nggak kenapa napa"jawab aqilla


deg!


aqilla teringat dengan kejadian semalam


"jangan jangan gara gara semalam?"tanya aqilla dalam hati