(3) Vampire

(3) Vampire
71 vampire



keesokan harinya...


diruang makan...


"makan yang banyak"kata azka


"iya"sahut alya


"yakin masih mau pergi bekerja?"tanya azka


"iya"jawab alya


tap tap tap suara langkah kaki aqilla


"om qilla berangkat dulu"ucap aqilla sambil menycium tangan soni


"nanti"soni mengeratkan genggaman tangannya


"tapi"


tidak ada tapi tapian"potong soni


aqilla langsung duduk disebelah soni


"makan"suruh soni


dengan cepat aqilla melahap makanan didepannya


sepuluh menit kemudian..


"udah"aqilla langsung berdiri


"qilla berangkat dulu,kak om,kak alya dan em.... "lama qilla memikirkan nya harus memanggil azka dengan sebutan apa"azka"ucapnya aqilla pada akhirnya


"ambil ini"soni memberikan lima lembar uang pecahan seratus ribu


"buat apa nih om??"tanya aqilla


"jajan"jawab soni


"banyak amat?"tanya aqilla


soni juga selesai sarapan"ambil saja"jawab soni


aqilla langsung mengambil uang dari soni"makasih om!!"ucap aqilla


kali ini aqilla pergi kesekolah menaiki taksi


disekolah...


"qilla!!!"pekik melan dari kejauhan


"hais!"gerutu qila karna murid yang lain menatap kearah


"lo kemana aja kemarin? kami pergi kerumah sakit buat jenguk lo tapi lo nggak ada"tanya melan


"em gue..."belum selesai aqilla menjawab


"gue kemarin juga pergi kerumah lo,tapi rumah lo kosong"kata romeo


"gue pergi kerumah sahabat bokap"jawab aqilla asal


"dalam rangka apa nih?"tanya melan lagi


"dalam rangka perjodohan"jawab aqilla


"hah!!"keduanya terkejut mendengar jawaban aqilla


"canda"ucap aqilla sambil berjalan meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang terbengong


di mansion...


"mira!!!!!"teriak aldo sambil berusaha mengejar mira karna mira tidak mau didekati olehnya


"sudahlah,lupakan saja hubungan kita,mulai sekarang kamu saya bebaskan untuk memilih laki laki manapun yang ingin kamu jadikan kekasih"ucap mira sambil terus menghindari aldo


" mira aku ini normal!!!"teriak aldo dengan putus asa


"tidak,jangan lakukan itu karna kamu ingin menutupi ketidak normalan kamu!"sahut mira


"apa yang kalian lakukan!?"tanya rendi sambil menatap horor kearah mira dan aldo


keduanya langsung terdiam ditempat..


"cepat pergi kedapur"suruh aldo


mira langsung berlari ke dapur


"maaf,ini murni kesalahan saya"ucap aldo


"cepat pergi awasi azka dan alya dari jarak jauh saja"suruh rendi


"baik tuan"aldo langsung melesat pergi


"ck ada ada saja kelakuan mereka berdua"gumam rendi


didapur..


"eh mir,kamu tahu tidak kalau bocah bau kencur itu pingsan kemarin?"tanya ria


"dengar"jawab mira singkat


"aku yakin dia sudah hamil sebelum dia menikah sama tuan soni"ucap ria


"hah? hamil?"tanya mira bingung


"iya,aku mendengar nya dari para penjaga saat sedang menyapu dihalaman depan"jawab ria yakin


mira mengernyitkan dahi mendengarnya"em... sepertinya kamu salah mengira deh ria,yang hamil itu non alya bukan nona aqilla,nona aqilla hanya pingsan karna kecapean saja"jelas mira


"apa!!"pekik ria


"dari mana kamu tahu?"tanya ria


"aldo"jawab mira


ria langsung pergi kekamar mandi untuk menghilang kan rasa malu nya didepan mira


"yang benar saja?"tanya mira dalam hati


"dia selalu berusaha menjatuhkan nona aqilla,jika tuan besar tahu apa yang dia lakukan,aku tidak bisa membayangkan setragis apa nasib kamu ria"ucap mira dalam hati


dikantor..


"kenapa kamu masih pergi bekerja??"tanya boy kepada alya


"aku bosan dirumah"jawab alya


"ngomong ngomong kamu punya penyakit apa si al?"tanya danu


"em itu"pipi alya langsung bersemu


"lah kok malah malu malu?"tanya danu


"dia hamil"azka yang menjawabnya


"apa!"pekik danu


plak!


boy menepuk bahu danu"biasa aja nggak usah teriak teriak segala"ucap boy kesal karna danu berada disebelahnya


danu menggaruk tengkuknya"maaf"ucap danu


wajah sela terlihat amat suram"aku tidak akan membiarkan kebahagiaan kamu terlalu lama"dalam hati sela


"ingin sekali aku membunuh mu azka!!"teriak defran dalam hati


"tidak! aku tidak boleh berdiam diri seperti ini terus,aku harus melakukan sesuatu agar anak itu tidak di lahir kan,dengan begitu aku masih punya kesempatan untuk mendapatkan alya"ucap defran dalam hati


disekolah aqilla..


tubuh aqilla mulai terlihat melemah


"sekuat hati soni menahan diri untuk tidak menghampiri aqilla selama dia mengajar tadi


soni sengaja makan dikantin untuk mengawasi aqilla,saat soni masuk ke kantin ternyata tidak ada lagi bangku yang kosong kecuali disamping aqilla,karna tidak ada yang berani duduk disana


"awas lo ratih,biar pak soni duduk disini"nana mengusirratih


dengan berat hati ratih bangun dari tempat duduknya


"pak!"sapa nana


soni langsung melewati nana dan dengan pede nya soni berjalan kearah aqilla dan duduk disamping


kantin mendadak hening karna kedatangan soni


aqilla yang sedang merebahkan kepalanya dimeja langsung mengangkat kepalanya saat merasakan ada seseorang yang duduk disebelahnya


"em??"aqilla menatap soni


"mbak,saya pesan teh hangat sama gorengannya lima!"ucap soni


"siap pak!"pedagang kantin


melan dan romeo merasa canggung karna kehadiran soni


soni menoleh kearah aqilla"kenapa?"tanya soni sambil menyipitkan mata kearah aqilla


aqilla langsung menggeleng kepala


"ini pesesan mbak qilla dan kawan kawan,dan ini pesanan pak guru"penjaga kantin menaruhnya diatas meja


"makasih bik!"ucap aqilla


"sama sama"sahutnya


"awas aja lo qila!,udah miskin berani beraninya rebutan laki laki sama gue"geram nana


"laporin aja sama bokap lo na,biar dia dikeluarin dari sekolah"ratih mencoba memprovokasi nana karna sebenar dirinya juga menyimpan rasa terhadap soni


"ide bangus,nanti gue kasih tau papa,biar dia tau rasa"sahut nana


"bagus,dengan begitu saingan gue berkurang satu"gumam ratih


"aish,perut ku sudah tidak bisa menerima minuman yang hangat seperti ini lagi"gerutu soni dalam hati


"mau?"tanya qilla saat soni melihat kearahnya


soni menggeleng kepala


"melihat kamu makan selahap ini saja sudah membuat ku senang"gumam soni


melan dan romeo melongo melihat aqilla dengan pede nya menawarkan bakso kepada soni


"wah pasti saraf nya ada yang konslet pas pingsan kemarin"dalam hati melan


romeo mengepal tangannya"kenapa aku merasa aqilla sangat mengenal pak soni?"tanya romeo dalam hati


"pak,kenapa bapak selalu pakai kacamata? padahal bapak baik baik saja?"akhirnya pertanyaan yang sejak tadi dipendam melan keluar juga


"agar anak anak lebih fokus belajar,kalau saya tidak berdandan seperti ini saya yakin yang mereka lihat wajah saya bukannya buku pelajaran mereka"jawab soni,soni mencoba mengakrabkan diri dengan sahabat sahabat aqilla


"ck,pede"ucap aqilla


melan melotot melihat aqilla"aqilla!!"geram melan


"bukan nya pede,memang begitulah nyata"sahut soni


"ku kira pak soni akan marah tadi"gumam melan,hatinya merasa lega setelah melihat respon soni tadi


"apa hubungan aqilla dan pak soni sebenarnya?"tanya romeo dalam hati


"bisa bisanya mereka ngobrol seperti teman"ucap nana geram


"aku harus terus memprovokasi nana"ucap ratih dalam hati