
"assalamualaikum"ucap aqilla,meskipun sering dihukum karna telat,bolos dan sering berkelahi tetapi risa tetap lah anak yang baik bagi orang tuanya
"waalaikum sallam"sahut diki,ayah aqila
setelah itu aqila langsung bergegas pergi kekamarnya untuk berganti baju
"mana anak pertama kamu?"tanya azka kepada diki
"hm,dia"diki bingung bagaimana menjelaskannya
saat diki memberitahu anak pertamanya tentang pernikahan anak pertamanya yang bernama monica langsung pergi dari rumah dan tidak kembali sampai sekarang
bagaimana monica tidak kabur dari rumah,diki mengatakan dirinya akan menikahkan monica dengan ayah dari sahabatnya,diki sekarang saja sudah beruban,apalagi ayah dari sahabat diki pasti sudah sangat tua,begitulah yang ada dipikiran monica
"saya kebelakang sebentar"pamit diki
"silahkan"sahut azka
diki langsung menyusul aqila kekamarnya.
tok tok tok
"nak buka sebentar"pinta diki
ceklek
aqila membuka pintu kamar
"kamu bergantilah menggunakan baju yang sedikit sopan dan ikut ayah"kata diki
aqila mulai curiga dengan sikap diki
"ada apa ayah,cepat ceritakan?"tanya aqila
"qila mau membantu ayah asalkan ayah cerita dulu sama qila apa yang terjadi"kata aqila
sebenarnya hari ini hari lamaran sekaligus tunangan antara kakak kamu monica dengan ayah dari sahabat papa,tapi monicanya malah kabur"jelas diki
"pufh"aqila menahan tawanya
"bagagaimana ayah bisa setega itu menikahkan anak ayah sendiri dengan laki laki tua rentah"aqila tidak habis pikir dengan pola pikir ayahnya
"nanti saja marah marahnya,sekarang kamu harus menggantikan kakak kamu bertunangan dengan ayah dari teman ayah"kata diki
deg!!
senyum diwajah qila langsung redup"a ayah serius?"tanya aqila dengan bibir yang mulai bergetar
diki menjawab dengan anggukan"ayah tidak bisa menolak mereka,selama ini sahabat sahabat ayah yang membantu ayah bangkit lagi sehingga ayah bisa memiliki usaha bengkel mobil"jelas diki
beberapa tahun lalu diki bangkrut karna ditipu oleh rekan bisnisnya dan itu juga membuat istrinya meninggal dunia karna sernagan jantung
"ba baiklah,qila ganti baju dulu"sahut aqila
"sebentar,ayah sudah menyewa MUA"kata diki
MUA yang disewa diki langsung mengikuti aqila masuk kedalam kamarnya
"dunia ini kejam banget "ucap aqila sambil menyeka air matanya,dirinya tidak menyalahkan monica yang kabur dari rumah
MUA itu merasa sangat kasihan kepada aqila,masih kecil sudah dipaksa menikah dengan kakek kakek,namu mereka harus profesional
ditempat lain..
"kenapa kamu tidak mau pulang say?"tanya luna,teman monica
"maleslah,masak ayah menjodohkan gue sama ayah dari temannya,sudah tua kayak gitu nggak akan terasa lagi genj*tannya"balas monica
"what! ayah temannya?"tanya luna
"iya"jawab monica
"cuma reino laki laki yang bisa bikin gue mendesah dan menjerit diatas ranjang,aish gue jadi kangen lagi sama reino padahal baru semalam abis tempur"kata monica
monica pura pura lugu dan baik didepan diki,nyatanya dirinya sudah bergonta ganti laki laki untuk diajaknya tidur
"setelah ayah nelfon minta gue pulang nanti baru gue pulang"ucap monica
dikediaman diki..
soni datang kekediaman diki dengan penampilan yang sama seperti dua mengajar disekolah,rambut belah dua,kaca mata tebal,celana dan baju yang kebesaran ditambah sedikit kerutan diwajah yang sengaja dibuat olehnya menggunakan make up
azka,nathan dan tang lainnya tergelak melihat penampilan soni seperti orang yang sudah sangat tua
"dia berusahan menggagalkan pernikahan"bisik nathan kepada azka
'tenang saja om,aku pastikan papa akan bertunangan hari ini"jawab azka
soni menatap azka dengan tatapan membunuh
deg!!
aqila dan soni sangat terkejut saat tatapan keduanya bertemu
"jangan bilang kalau kalian akan menikahkan ku dengan dia?"tanya soni sambil menunjuk kearah aqila
"saya minta maaf yang sebesar besarnya karna harus menggantikan mempelai wanitanya"ucap diki
"maksudnya apa ini? bukankah hanya lamaran? kenapa dia harus dihias?"tanya soni
nathan tersenyum lalu bangun dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati soni
"kalau kami mengatakan yang sebenarnya kamu tidak kan datang"jawab nathan
deg!
"kalian menipuku!"geram soni
mata aqila berkaca kaca"ayah bilang cuma tunagan, kenapa serang beda lagi?"tanya aqila kepada diki
"maaf"ucap diki
naina,salsa,elin,dan sina langsung menarik paksa soni kesebuah kamar
soni terpaksa berganti pakaian dengan diawasi oleh elin"cepat ganti!"suruh elin
"iya tante"jawab soni pasrah
setelah berganti pakaian MUA yang mendandani aqila tadi langsung mendandani soni
mereka terpanah melihat wajah asli soni
"ekhem!"dehem soni
"bukan kah mereka bilang kakek kakek? kenapa ini beda?"dalam hati mereka
aqila hanya menundukkan kepala agar tidak terlihat oleh yang lainnya bahwa dia sedang menangis
akad nikah berlangsung dengan hikmat
aqila tidak dapat menahan air mata yang sejak tadi dia tahan
"ini bukan pernikahan yang aku ingin kan!"jerit aqila dalam hati
"awas kalian,berani beraninya memaksaku menikahi anak kecil"gerutu soni
dari akad nikah,cium kening dan memasnag cincin aqila tidak mau menatap wajah soni
"akhirnya kamu menikah juga nak"ucap elin bahagia,dirinya sudah menganggap soni seperti anaknya sendiri
"yey! punya mama baru!"ucap raihan girang
deg!!
"di dia anak kakek ini juga? sebenarnya aku ini istrinya yang keberapanya?"tanya aqila dalam hati
"selamat ya pa!"ucap azka sambil mencium punggung tangan soni
soni hanya menatapnya datar
"selamat pa!"ucap alya
"hem"sahut soni
"maafin azka ya pa,aku tidak menyangka dia nekat membuat papa menikahi anak dibawah umur"ucap alya dengan perasaan menyesal
"sudah terjadi,mau diapakan lagi"sahut soni
"mereka membuat ku terlihat seperti ped*fil"gerutu soni dlaam hati
"mertua ku sahabat anak ku"celetuk bimo
diki tersenyum samar mendengar candaan mereka
"tenang saja aku tidak akan menyentuh kamu"bisik soni
"ma makasih kek"jawab aqila
"apa katamu? kamu memanggil saya kakek?"tanya soni kesal
"a anda ayah dari sahabat ayah saya,jadi saya harus memanggil anda apa selain kakek?"tanya aqila,masih dengan posisi menundukkan kepala
soni menghela nafas mendengarnya"terserah panggil apa"jawab soni lebih kesal
"mana ada istri yang memanggil suaminya sendiri dengan panggilan kakek"gerutu soni
disisi lain..
azka berusaha membujuk alya namun tidak berhasil"bukannya aku sengaja al!,aku mau papa menikah dengan anak pertamanya yang sudah berumur 26 tahun bukan dengan anak kedua nya yang masih sekolah itu"jelas azka
"sudah tau calon pengantinnya kabur,harusnya kamu membatalkan pernikahan ini bukan melanjutkannya"ucap alya kesal
"papa tidak akan terjebak untuk kedua kalinya al!,makanya aku setuju diki mengganti maksudku om diki mengganti mempelai wanitanya"jelas azka lagi
alya menepis tangan azka yang berusaha meraih tangannya