
*dua*rr!!!
suara ledakan cukup besar berasal dari luar rumah
"tunggu disini"kata soni
soni bergegas pergi keluar untuk melihat apa yang terjadi
"aaaa!!!!"jerit melan dari halaman rumah
deg!!
mata soni melotot melihat kearah seseorang"ria!"pekik soni
"tu tuan!"panggil ria dengan suara terbata bata
"bapak kenal sama orang ini?"tanya romeo
soni tidak menjawab romeo,dia langsung membantu ria berdiri
"tu tuan,sa ya ti dak bisa ba ngun"ucap ria terbata bata
soni sangat putus asa melihat semua itu
"tu tuan,sa ya sa ngat men cinta i anda,ka karna itu sa ya ti dak mem beri tahu me mereka"setelah mengatakan itu ria langsung jatuh dan meninggal ditempat
*deg!!
bruk*!
langsung terduduk
ternyata aqilla mendengar semua semua nya
"qila!"panggil soni
"om! jujur saja sebenar nya ini om siapa?!"tanya aqilla dengan suara bergetar
"apa maksud kamu bertanya seperti itu? saya ini adalah guru disekolah kamu"jawab soni
"hiks harus nya aku sadar! mana mungkin guru punya rumah mewah dan pengawal yang sangat banyak!"ucap aqilla
"pengawal!" tanya melan
"qila!"panggil soni lagi,soni sangat bingung harus bagaimana menjawab aqilla
"qila qila apa?! cepat jawaaab!!"bentak aqilla
melan dan romeo terdiam mendengar nya
rasa takut mereka teralihkan oleh pertengkaran antar aqilla dan soni
lagi lagi soni hanya terdiam
"aqilla! berani berani nya kamu membentak orang yang lebih tua dari mu!!"teriak diki dari depan pintu
deg!
aqilla langsung melihat kebelakang
"ayah! bukan tanpa alasan qila ngebentak dia! coba ayah lihat apa yang terjadi dulu baru ayah bisa mutusin mau marahin atau ngedukung qila!"ucap qila setengah berteriak
wajah diki langsung pucat pasi melihat mayat seseorang tergeletak berlumuran darah dihalaman rumah nya
"a apa yang terjadi?"tanyq diki
diki menatap soni(apakah anda yang membunuh wanita ini?)
soni menggeleng kepala kearah diki
"syukurlah"ucap diki tanpa sadar
"jangan sentuh apapun"kata diki,setelah itu diki langsung masuk kedalam rumah,ternyata diki menghubungi azka
lagi lagi ketiga bersahabat itu dibuat melongo
"bisa bisa nya ayah bersikap seolah olah tidak terjadi apa apa setelah melihat mayat berlumuran darah itu? sungguh sangat mencurigakan "dalam hati aqilla
tak lama kemudian mobil rendi dan bawahan nya tiba di kediaman diki
"bereskan!"rendi menyuruh anak buah nya membawa mayat ria dan membersihkan tkp
"tuan"sapa rendi
"hem"sahut soni
"sebaiknya anda lebih hati hati lagi tuan,sepertinya julio sudah mulai menggila setelah kaki tangannya kita tangkap"rendi merubah kata membunuh menjadi menangkap agar terdengar lebih manusiawi
"baiklh"sahut soni,"cepat pulang dan awasi azka" kata soni
"baik tuan"jawab rendi
"saya akan menyuruh aldo dan yang lainnya datang kesini untuk melakukan penjagaan disekitar sini"kata rendi
soni menganggukkan kepala
rendi langsung pergi bersama anak buahnya
"kalian cepat masuk!!"panggil diki
mereka berempat langsung masuk kedalam rumah
"aqilla,apa kamu tahu dunia bawah?"tanya diki
aqilla menggeleng kepala
"saya tau om!"ucap romeo
"apa?"tanya diki
"dunia bawah itu adalah tempat para penjahat seperti pembunuh bayaran,penyelundup dan para gangster"jawab romeo
"nah itu"diki melihat kearah aqilla
"trus apa hubungan nya sama dia"aqilla melirik soni
"tuan soni dulunya adalah salah satu anggota gangster yang sangat ditakuti"jawab diki
"apa!!"pekik aqilla,melan dan romeo serentak
"dengarkan dulu!!"bentak diki
ketiganya langsung terdiam
diki melanjutkan ceritanya"para gangster mendapatkan uang dengan cara merampok dan menjadi pembunuh bayaran,setelah merasa bosan akhirnya tuan soni memilih berhenti dari pekerjaan kotor nya lalu mendirikan sebuah perusahaan"diki menjeda
"karna tidak terima dengan keputusan tuan soni pemimpin dari pembunuh bayaran menyuruh anak buah nya menghancurkan perusahaan dan membunuh tuan soni"sambung diki
"semoga saja mereka percaya"gumam diki
sementara soni hanya diam saja
"aku harus melindungi aqila,bagaimana pun juga aqilla adalah istri ku"dalam hati nya
aqilla dan dua lainnya terdiam mendengar cerita bohong diki
"ja jadi yang tadi itu?"tanya romeo
"wanita itu pembantu dirumah tuan soni,dia dibunuh oleh suruhan ketua gangster"jawab diki
"akhirnya mereka percaya dengan cerita bohong ku"diki merasa lega