(3) Vampire

(3) Vampire
65 vampire



"buka gerbangnya!!"teriak ars luar gerbang


para penjaga langsung membukakan gerbang


ars langsung masuk kedalam


"papa mama!!"pekik rayhan


deg!!


seisi ruangan itu terkejut melihat ars masuk kedalam mansion sambil menggendong sea


"sea kenapa?"tanya nathan


ars tidak langsung menjawab,dia langsung menaruh sea diatas sofa


"ra rafael"ucap ars


bruk!


byur!!!


darah segar menyembur dari mulut ars


"aaaa! ayaaaah!!!!"jerit aqilla


dengan cepat soni menarik aqilla kedalam pelukannya


"jangan takut"ucap soni sambil mengelus punggung aqilla


"hiks hiks qila takuuut!!"tangis aqilla semakin menjadi


"jangan dilihat"bisik azka ditelinga alya


"ada apa sebenarnya? kenapa aqilla menangis?"tanya alya


"ars,muntah darah"jawab azka


"mana?"alya menoleh untuk melihatnya


"jangan dilihat"azka menutup mata alya


sean dan sina akhirnya datang juga


sina langsung memandikan jenazah nadia kemudian mengkafani nya dibantu oleh elin,naina dan salsa


sementara sean memeriksa keadaan sean dan mengobati luka ars


"jangan lakukan lagi pa!,ini sangat sakiiitt!!!"jerit ars saat sean menekan dadanya


"tahan sebentar"ucap sean


"aaarrgghhh!!!!"erang ars


"selesai!"ucap sean lagi


ars mengatur nafasnya setelah sean melakukan mengobatan


"ba bagaimana keadaan sea pa?"tanya ars kepada sean


"sea baik baik saja,dia hanya mengalami syok!dan ada sedikit luka memar dikakinya"jelas sean


ars merasa lega setelah mendengar penjelasan dari sean "syukurlah!"ucap nya


aldo pulang dengan tangan penuh darah


"tuan!"ucap aldo saat sudah berhadapan dengan soni


"ada apa dengan tangan mu?"tanya soni kepada aldo


"ah sial! kenapa aku bisa melupakannya!"rutuk aldo dalam hati


"tadi saya membantu orang kecelakaan!"jawab aldo


"oh,pergi cuci tangan kamu!"suruh soni


"baik tuan!"sahut aldo ,kemudian aldo langsung pergi kekamar mandi


"apa yang sebenarnya kamu lakukan dibelakang ku aldo??"tanya soni dalam hati


"aku akan menghabisi mu kalau sampai kecurigaan ku terhadap kamu benar benar terbukti"dalam hati soni


setelah bekas muntah ars dibersihkan barulah soni melepas aqilla dari dekapannya


azka juga melakukan hal yang sama seperti soni


ditempat lain...


"bajing******n!!"teriak rafael murka karna rencana nya untuk mendapat kan sea gagal"aku sudah berusaha lembut,lain kali aku tidak akan bersikap lembut lagi!"ucap rafael,dirinya begitu terobsesi kepada sea


dimansion..


"mama bangun!"rengek rayhan


"ray,biarkan mama istirahat dulu"ucap sean


"opa,apa mama baik baik aja?"tanya rayhan


"iya sayang,mama baik baik saja,mama cuma lagi kecapean"jawab sean


rayhan menatap wajah sea"mama cepat sembuh ya"gumamnya


setelah siap,akhirnya mereka melakukan penguburuan untuk nadia di TPU tempat nadia dan aelx tinggal,penguburan juga diikuti oleh beberapa ustad dan warga setempat


tidak ada yang curiga karna jasad nadia diletakkan didalam peti


"dari mansion abizar hanya soni yang ikut kekuburan,soni melarang azka dan yang lainnya keluar rumah


setelah nadia dimakamkan soni langsung pulang kemansion,hatinya tidak tenang meninggal kan azka dan yang lainnya terlalu lama


"kalian ngerasa ada yang aneh nggak sih?"tanya aqilla


"aneh gimana?"tanya arvin balik


"ck,"aqilla berdecak kesal


"apa lo nggak ngerasa aneh sama kejadian kejadian terus terjadi selama dua hari ini?"tanya aqilla lagi


lama arvin terdiam..


"iya juga ya? semalam tiba tiba datang orang aneh,sekarang juga ada kejadian aneh,tiba tiba salah satu sanak saudara papa meninggal tubuhnya hancur"arvin membenarkan perkataan aqilla yang tadi


"satu lagi,tiba tiba ada yang menggendong istrinya lalu orang itu langsung muntah darah"sambung doni


"aku malah penasaran bagaimana kamu bisa menikah dengan pemilik rumah ini?"tanya fino kepada aqilla


"hah!?"aqilla terkejut mendengar nya


"maaf,itu urusan pribadi gue"jawab aqilla


"ck lo nggak asik banget si fin,kenapa juga lo nanya kayak gitu sama aqilla"gerutu doni


"iya nih"arvin juga ikut sebal dengan fino


fino hanya diam saja saat mendengar kritikan kedua sahabatnya


"aku sudah terlanjur suka sama lo qil"gumam fino


"gue juga mau tidur"fino langsung pergi meninggal kan arvin dan doni


"what!!"seru doni


"nggak usah teriak teriak"ucap arvin, kesal mendengar teriakan doni


dikamarnya aqilla menangis tersedu sedu


"kenapa aku harus nikah diusia segini??"tanya aqilla


"aku masih ngin berteman,main dan jalan jalan sam teman teman yang lain!"eluh aqilla


tok tok tok


"ck siapa sih!!!"teriak aqilla kesal


ceklek!


ternyata soni yang datang


"kenapa nangis?"tanya soni


aqilla langsung menghapus sisa air mata nya"siapa juga yang nangis"sahut aqilla


"ck, jelas jelas tadi dia sedang menangis"gerutu soni dalam hati


"mau mandi om?"tanya aqilla


"hem"sahut soni


soni mengambil pakaian tidur dilemari kemudian pergi kekamar mandi


setelah soni masuk kekamar mandi aqilla langsung merebah kan tubuhnya ke atas kasur


ting!


ting!


ting!


baru saja aqilla mengaktifkan ponselnya sudah banyak notif yang masuk dari kedua sahabatnya


"qila lo dimana? jadi nggak nih?"tanya romeo


"lo bener bener kebangetan tau nggak!!"amuk melan


"maafin gue guys,bokap nggak ngijin gue keluar,hp gue disita jadi gue nggak bisa ngasih kabar ke kalian"balas aqilla menggunakan pesan suara


ting!


"masih idup lo?"tanya melan menggunakan pesan suara


ting!


"🗿🗿"romeo hanya membalas menggunakan emot batu


"sekali lagi gue minta maaf ya guys"ucap aqilla


klik!


pesan suara terkirim


"ya nggak papa,lain kali jangan gitu lagi ya,gue sampai boyokan karna kelamaan nunggu lo dan ternyata lo nya nggak dateng"balas melan


"iya,tayang aqoh!"balas aqilla


aqilla langsung pura pura tidur saat melihat bayangan tubuh soni yang akan keluar dari kamar mandi


dikamar azka..


"kenapa?"tanya azka karna alya terlihat sedang sedih


"tidak ada,aku hanya merindukan kak diana"jawab alya,alya tidka sepenuhnya berbohong,hanya saja dirinya tidak hanya merindukan diana,ia juga merindukan ayahnya


"sayang!"panggil azka


"hem"sahut alya


cup!


azka menciup pipi alya


"ish apaan sih!"gerutu alya,padahal dalam hatinya dia merasa bahagia diperlakukan seperti itu


"kamu belum datang bulan?"tanya azka


"aaa ngapain nanya seperti itu!??"kesal alya


"kan cuma nanya,memangnya tidak boleh?"tanya azka


buk!


alya langsung memukul azka menggunakan bantal


"ampun!!"ucap azka


"makanya jangan nyebelin!"pekik alya


"kan cuma nanya"sahut azka


"untuk apa nanya seperti itu?"tanya alya


"untuk ini"azka langsung menindih tubuh alya


deg!!


alya terkejut karna azka bertindak secara tiba tiba


"boleh?"tanya azka


alya menjawab dengan anggukan


"terimakasih sayang"ucap azka


akhirnya mereka berdua melakukan ritual suami istri untuk yang kesekian kalinya


maaf jika isi bab ini agak berantakan,besok akan diperbaiki karna author menulis sambil menahan kantuk🤧