(3) Vampire

(3) Vampire
41 vampire



setelah beberapa jam melakukan penyelidikan akhirnya beni dan yang lainnya pulang tanpa membawakan hasil


"sangat aneh,kenapa tidak ada satupun dari mayat mayat itu yang masih memiliki jantung?"tanya boy heran


"bahkan bayi sekaliapun tidak ada yang memiliki jantung"sambung sela


"oh ya azka,apa kamu mengenal orang yang membawa ODGJ tadi??"tanya boy


"dia bekerja dirumahku"jawab azka


"tapi aku merasa sedikit aneh,kenapa dia tiba tiba berada di tkp?" tanya azka


saat semua orang sedang kbingungan,tiba tiba ponsel milik boy berbunyi


"bagaimana?"tanya boy kepada orang yang berada diujung telfon


"apa!!!"boy sangat terkejut setelah mendapat kabar dari orang suruhannya


"ya sudah,terus lakukan pencarian"ucap boy,setelah itu boy langsung mematikan panggilan telfon


"tidak ada yang membawa pasien dengan ciri ciri seperti orang yang membawa ODGJ itu tadi,pihak rumah sakit juga mengatakan tidak ada pasiennya yang kabur"jelas boy


deg!!


semua orang membeku seketika


"sial,kenapa dia bergerak begitu cepat"gerutu azka dalam hati


"pertemukan kami dengan orang yang bekerja dirumah kamu itu"pinta bani kepada azka


deg!


"aishh!"umpat azka dalam hati


"baiklah"jawab azka


azka tidak punya pilihan lain selain membawa mereka kemansion,azka membelokkan mobilnya kearah mansion


"seperti nya anak itu sedang mencari mati"umpat bani karna bani tahu mansion milik siapa itu


"ayo masuk"ajak azka


"lo bego atau apa sih!,kenapa lo ngajak kami kemansion ini?"tanya defran dengan tatapan kesa


"bukankah kalian ingin bertemu dengan aldo? disinialh tempatnya"jawab azka kesal


"ada apa ini?"tanya rendi,rahangnya mengeras melihat banyak manusia berada di mansion


"om,mereka mau bertemu aldo"jawab azka


"silahkan masuk!"suruh rendi,ekspresinya yang sangat datar membuat danu merinding


diruang tamu...


"tunggu disini,saya akan memanggil aldo"ucap rendi dengan ekspresi datar dan dinginnya


"baiklah"sahut bani


mereka menatap sekeliling mereka yang penuh dengan lukisan yang menurut mereka itu lukisan yang sangat menyeramkan


alya ikut duduk seolah olah dirinya juga tamu dirumah itu


"mira! ria!"panggil azka


yang datang malah aldo


"silahkan diminum"ucap aldo sambil membagikan teh hangat kepada mereka satu persatu


"apakah anda mau juga tuan muda?"tanya aldo kepada azka


"tidak"jawab azka


"mana mira dan yang lainnya?"tanya azka,sepertinya dia lupa dengan kejadian semalam


aldo menatapnya datar"apakah tuan lupa kejadian semalam?"tanya aldo


lama azka memikirkannya"em oh iya"jawab azka sedikit malu


"kamu duduk disini,ada yang ingin mereka tanya kepadamu"suruh azka


tanpa banyak protes aldo langsung duduk di sofa


"aku ganti baju kekamar sebentar"ucap azka kemudian azka langsung pergi kekamarnya


"kamar!!??"tanya mereka serentak


azka langsung masuk kedalam kamar untuk berganti pakaian,azka memakai kaos lengan pendek dan celana jeans pendek"lumayan"ucap azka,kemudian dia keluar lagi dari kamar


"cepat diminum,anggap saja seperti rumah sendiri"kata azka kepada para teman dan seniornya


yang lainnya melongo mendengar perkataan azka


"papa mana om?"tanya azka kepada rendi


"ada apa?"soni langsung bergegas pulang setelah diberitahu oleh rendi


"sudah pulang pa?"tanya azka


"dasar anak tidak berguna"gerutu soni dalam hati


"tentu saja"sahut soni acuh


azka tahu kalau soni sedang kesal karna dia membawa atasan dan rekan rekannya kemansion


rendi langsung duduk di sofa ruang tamu"ada keperluan apa kalian datang kemari??"tanya soni dengan ekspresi datar


"kami datang kesini ingin bertemu dengan orang yang bernama aldo"jawab bani


deg!


"ma mansion anda?"tanya bani,bukannya menjawab pertanyaan soni bani malah melontarkan pertanyaan lain


"benar,ini mansion saya,dan dia satu satunya anak saya,tapi sayang dia tidak terlalu berguna"jawab soni


"dia masih saja ngotot ingin bekerja sebagai detektif padahal dia adalah pewaris seluruh kekayaan dan sekaligus presdir di perusahaan ABIZAR GROUP"jawab soni dengan tenang


"apa!! presdir??"tanya mereka semua serentak


deg!!


mulut bani sampai menganga mendengarnya


"papa!"geram azka


"apa? kamu sudah berani melawan papa kamu sendiri??"tanya soni dengan tatapan tajam


azka langsung terdiam"habislah!"rutuk nya


alya tidak menyangka ternyata azka adalah orang kaya raya"kenapa dia berbohong?"tanya alya dalam hati


azka menatap alya"nanti akan aku jelaskan"gumam azka


"aldo!"soni memanggil aldo


"iya tuan"sahut aldo


"kemana saja kamu tadi??"tanya soni sambil menatap aldo tajam


"saya dari tadi ada dimansion!"jawab aldo dengan tegas


"apa anda mendengarnya?"tanya soni kepada bani


"kami perlu bukti cctv"ycap boy


"baiklah,rendi antar mereka ke ruangan cctv"kata soni


"baik tuan"jawab rendi


"silahkan"rendi memlersilahkan mereka berjalan didepan


soni menyandarkan punggungnya disofa"ini sangat menjengkelkan"gerutu nya


setelah sepuluh menit berjalan akhirnya mereka sampai di depan ruangan cctv


"silahkan" rendi mempersilahkan mereka masuk keruangan cctv


bani dan yang lainnya terpaku melihat para penjaga disana


"kenapa semuanya berwajah pucat?"bisik danu ketelinga azka


"mereka yang bekerja disini rata rata terserang penyakit kurang darah putih,karena sebab ity kulit mereka berwarna pucat"jawab azka asal


entah benar atau tidak jawabannya yang penting di jawab,itulah prinsip azka


"oh jadi gitu"tanya danu


azka hanya menjawab dengan anggukan


"ngomong ngomong kenapa kamu tidak mau jadi presdir saja?"tanta danu


"aku tidak begitu suka dengan suana kantor"jawab azka jujur


para penjaga langsung menunduk kepala saat azka berada dihadapan mereka


" ternyata rumah ini lebih besar dari perkiraan ku"gumam alya


"tapi kenapa semakin kesini semakin seram ya?"tanya alya dalam hati


dikediaman sastrawijaya..


sea dan rayhan sudah pindah ke mansion


"momy kenapa kita pelgi kesini??"tanya rayhan


sea tersenyum kearah rayhan"mulai sekarang kita akan tinggal dirumah ini"jawab sea


rayhan tampak bingung"kita tinggal disini bersama papa,opa,oma,oma salsa dan eyang"jelas sea


'mana papa??"tanya rayhan karna sejak tadi dirinya tidak melihat soni


"itu"tunjuk sea kearah ars


yang ditunjuk malah tampak kebingungan"aku harus bereaksi bagaimana??"tanya ars bingung


"datangi dia dan peluk dia"bimo mengajari ars


"setelah itu baru katakan kalau kamu adalah papanya yang sebenarnya"sambung nathan


"a aku rasa aku tidak akan bisa melakukan itu"tolak ars


hati sea serasa ditimpah ribuan ton batu saat mendengar penolakan ars


"tidak apa apa sea,kamu pasti kuat"sea berusaha menguatkan dirinya sendiri


"papa layhan itu papa soni,bukan dia!!"teriak rayhan marah


sea tidak dapat berkata apa apa saat melihat kemarahan dimata sang buah hati


"sekalang juga antelin aku ketemu papa!!"teriak rayhan lagi


deg!!


ars tiba tiba merasa sedih mendengar perkataan rayhan"ada apa dengan ku?"tanya nya dalam hati