(3) Vampire

(3) Vampire
32 vampire



azka terpental beberapa kali sehingga membuat tubuhnya terluka


"pergilah!!!"teriak azka sambil menahan sakit,airmata keluar dengan sendirinya karna tidak tega melihat orang yang dicintainya menangis


"azka!!"teriak alya,azka langsung memalingkan wajahnya kearah lain


mau tidak mau mereka harus pergi dari sana


disepanjang jalan mereka semua menangis karna tidak bisa melakukan apa apa


alya sampai pingsan saking sedihnya


ditempat tadi..


mereka bertarung sampai tenaga mereka hampir habis


kedua belah pihak terluka sangat parah,"aku tidak akan kalah oleh vampire campuran!!!"teriaknya


ars,axel dan dirga sudah terkapar ditanah


hanya azka dan vampire murni yang masih berdiri tegak


melihat itu azka langsung mengeluarkan semua kekuatan yang dia punya untuk melawan vampire murni tersebut..


dengan sihir dari batu yang berada di dalam tubuhnya azka menyerang vampire itu menggunakan api yang dibuatnya


"arrgghhh!!!"jerit vampire itu kemudian tubuhnya terbakar lalu lenyap menjadi debu


api yang dibuat menggunakan sihir dari batu mulia sangat ditakuti oleh para vampire murni,karna mereka akan langsung lenyap ketika bersentuhan dengan api itu


azka tersenyum puas kemudian ambruk ketanah,darah segar menyembur keluar dari mulutnya


saat ini rendi dan yang lainnya sudah sampai didesa


semua orang berkumpul menyambut mereka


ternyata polisi lainnya juga sudah berada disana


"ada apa dengan kalian?,kenapa kalian menangis?"tanya baron


"hiks hiks mereka menyuruh kami lari"jawab bani


"aa!!!!! aku merasa gagal menjadi pemimpin mereka"kata bani sambil menangis sesenggukan


alya tersadar dari pingsannya..


"azka mana??"tanya alya


"jawab om,azka mana??"tanya alya karna rendi tidak menjawabnya


"hiks azka!!"alya kembali menangisi azka


"ayo kita kesana"ajak baron


"bapak jangan membuat masalah baru!"bentak rendi


"apa maksud anda membentak saya? apa anda tidak melihat pangkat saya??"tanya baron sambil menunjukkan bintang yang menempel dibajunya


"maaf kali ini komandan harus menuruti dia,karna yang kita hadapi bukanlah manusia,tapi vampire,mereka sudah membunuh dua puluh lainnya,dan tadi datang lima lagi"jelas bani


deg!!!


"vampire??"tanya baron


"benar!"jawab bani


"hahaha sepertinya kamu sedang mabuk"ejek baron,dia tidak mempercayai bani


dihutan..


azka yang tadi pingsan kembali sadar lagi.


dia mencoba bangun mencari yang lainnya,"om!"panggil azka saat melihat dirga tergeletak tidak jauh darinya


ars dan axel juga mulai sadar


"om dirga!"panggil ars


mereka bertiga merangkak menghampiri dirga


ternyata luka dirga sangat parah"andai saja kita vampire murni,dalam hitungan detik luka akan sembuh dengan sendirinya"ucap axel


"ck,nggk bersyukur banget"gerutu ars


"tunggu dulu,saat pingsan tadi aku melihat seorang wanita yang sangat mirip dengan ars,dia sangat cantik,tersenyum kearahku,namun beberapa detik kemudian dia menangis dan menyalahkanku,dia mengatakan kalau aku sudah menghancurkan mimpinya"axel menceritakan apa yang ada dimimpinya


"jangan bilang kalau kamu??"tanya ars sambil menatap axel dengan tatapan jijik


"eh nggak gitu ars!!"bentak axel


"bisakah kalian membantuku berdiri dulu??"tanya dirga


'om!!"seru mereka bertiga


"maaf,kami sampai lupa sama om"ucap axel sambil cengengesan


dirga menatap mereka datar


"lebih baik kita kembali ke desa sekarang"kata dirga


"aahhh!!!"azka merasakan rasa sakit yang luar biasa dibagian jantungnya


"huek!!"azka memuntahkan darah segar


"azka!!"dirga sangat khawatir


ars langsung membantu azka berjalan,sementara axel membantu dirga


ars dan axel juga merasakan sakit dibagian dada mereka karna dihantam berkali kali oleh musuh


"sepertinya jantung azka terganggu karna azka memakai kekuatan batu mulia,aku harus segera membawanya pulang "dalam hati dirga


di rumah penduduk...


baron berjalan bolak balik"ck aku merasa seperti orang bodoh"gerutu baron


"serahkan wanita hamil itu!"tiba tiba saja nenek tua yang tadi pagi datang lagi


alya terkejut bukan main mendengar suara nenek itu lagi


"ini apa lagi!!!,mau main dukun dukunan??"tanya baron


"nyali mu besar sekali ingin mengganggu orang orang ku!"kata rendi


nenek itu tidak menanggapi rendi


"serahkan dia atau aku akan melakukan cara jahat?!"ancamnya


"kamu pikir aku takut sama kamu hah!!"bentak baron


nenek itu merapal beberapa mantra


aaarrgghhhh!!!"raung baron sambil memegang kepala


polisi lain langsung menodongkan senjata kearah nenek tua itu


melihat itu rendi langsung maju kededepan


"apa maksud anda melakukan itu?"tanya rendi


"siapa suruh dia bersikap kurang ajar"jawab nenek itu


"kalau dipikir pikir yang lebih kurang ajar itu anda,tiba tiba datang dan meminta teman kami,kamu pikir dia barang dengan seenaknya kami berikan"kata boy


"aku tidak peduli,serahkan gadis itu,kalian tidak akan bisa keluar dari desa ini sebelum menyerahkan dia,dan untuk keempat teman kalian yang masih dihutan mereka pasti sudah mati hahaha"kata nenek itu sambil tertawa


"anda pikir saya percaya??"tanya rendi sambil tersenyum remeh


"apa yang membuat kamu begitu yakin??"tanya nenek itu


"buktinya saya masih berdiri disini"jawab rendi,nenek itu tidak memgerti dengan apa yang dikatakan oleh rendi


"nah itu mereka"seru rendi


alya menangis bahagia melihatnya,begitu juga sela,dia sangat bahagia azka bisa selamat


"akhirnya sampai!"ucap ars


"kalian baik baik saja??"tanya bani


saat bani ingin mendekat azka langsung meneriakinya"jangan mendekat!!!"


"huekk!!"azka kembali muntah darah


"sepertinya jantungku bermasalah,aku merasakan sakit yang luar biasa"ucap azka


mereka berempat sangat pucat


"ba bagaimana kalian bisa selamat?"tanya nenek itu tidak percaya


"semua sudah kehendak sang pencipta,sebesar apapun kekuatan iblis,dia tidak akan bisa menghabisi manusia "jawab axel


"uhuk uhuk"axel juga batuk darah


"sepertinya kami sekarat"ucap axel


dari kejauhan terlihat beberapa orang datang..


ternyata itu soni,nathan,bimo dan sean


azka,ars,dan axel sangat senang melihat orang tua mereka sudah datang


disisi lain baron masih meraung kesakitan


"nenek tua! obati dia atau aku akan memgirimmu menyusul anak mu!!"bentak rendi


"kamu pikir aku takut??"tanya nenek tua


sepertinya nenek itu tidak bisa mengetahui mana manusia mana vampire


soni,nathan dan bimo langsung menghampiri anak mereka,sementara sean,dia menghampiri baron yang sedang mengerang kesakitan


sean menyentuh kepala baron dan merapal beberapa mantra


"tidak sakit lagi"ucap baron


"terima kasih"ucap baron lagi


sean tidak menanggapinya,dia langsung melihat dirga yang sedang kesakitan


"sini"sean menuntun dirga


"soni memejamkan mata menahan emosi,kenapa kamu memakainya?,itu nyawa kamu dan nyawa kami semua,kalau batu itu hancur kita semua akan mati!!!"teriak soni dalam hati


azka tersenyum melihat soni,kemudian..


"azka!!!"pekik soni


darah segar menyembur keluar dari mulut azka