
"oh ya,ada perlu apa??"tanya soni
"ngambil barang"azka menjawab dengan singkat
"apakah kamu benar benar tidak mau tinggal dirumah ini??"tanya soni tanpa ekspresi
"bukan seperti itu pa,belum saatnya aku membawa alya kerumah ini"azka mencoba memberi penjelasan
"hm,cepatlah ambil barang mu"kata soni lagi tanpa menoleh
soni sedikit kesal karna azka tidak ingin tidak dimansion
azka langsung pergi kekamarnya..
tak lama kemudian kembali keruang tamu
"siapa nama kamu??"azka bertanya kepada rayhan
"layhan"jawabnya
"rayhan,nama yang bagus"puji azka
"oh ya,mama kamu,maksud ku mama dimana sekarang??"tanya azka
"mama"belum selesai rayhan menjawab ponselnya berbunyi
"siapa??"tanya azka
"gue"jawab alya dari seberang sana
"oh,ada perlu apa??"tanya azka lagi
"berapa sandi pintu depan??"tanya alya
"simpel,199707"jawab azka
"yaudah"
tutt....dimatikan
"dasar istri nggak ada akhlak!"gerutu azka
azka kembali berbincang dengan rayhan
"panggil aku bang azka!"azka mengajari rayhan
"bang aska!"panggil rayhan
azka menatapnya tanpa ekspresi
"nama keren keren malah dipanggil aska!"dalam hatinya
"abang pulang dulu"Azka pamit kepada rayhan
"ya,dadah bang aska!"ucap rayhan
azka hanya melambaikan tangan
"pa,ars,axel om,em dan om satu lagi saya pamit dulu"ucap azka
"sebenarnya mereka berdua siapa sih??"tanya azka dalam hati
"papaku ternyata masih perjaka"ledek rasya
"rasya!!"geram soni
"hehe maaf om"nyali rasya langsung ciut saat melihat soni marah
"ayo kita pulang pa"ajak ars
"dia??"tanya soni
"bukankah dia anak mu??"tanya bimo kembali
soni mengacak rambutnya karna kesal
"oh iya aku lupa kalau dia anak ku"kata soni dengan enggan
"kami pulang dulu"pamit bimo
"ya"sahut soni
tinggalah azka dan rendi disana
"rayhan,ayo kita jalan jalan"ajak rasya
rayhan melihat kearah soni untuk meminta persetujuan
"pergilah!"kata soni
"yey!! makasih papa!!"rayhan sangat senang
"ayo om"rayhan sudah berlari keluar duluan
keesokan harinya..
dikantor polisi..
ruang tim divisi satu..
"alya!!"sapa defran
"hm"sahut alya sambil berjalan melewati defran
"al alya!!"defran berusaha mengejar alya
"apa lagi sih!!!"bentak alya
"malam ini kita jalan yuk"ajak defran
" nggak "alya menolaknya mentah mentah
"aku tidak suka penolakan!!"defran menarik tangan alya
boy baru saja datang "ada apa ini??"tanya boy
"lepaskan tangan alya!!"bentak boy saat melihat defran mencengkram tangan alya
defran langsung melepaskan tangannya
dengan amarahnya"kamu sudah besar,apa ibu mu tidak pernah mengajari bagaimana caranya menghormati dan menghargai perempuan?!!!"tanya boy sambil berteriak saking emosinya
"ada apa ada apa??"tanya ars,ia dan axel baru saja datang
boy dan defran hanya diam saja
"apa azka sudah datang??"tanya axel
"tu dia!"ars menunjuk arah pintu masuk
"ck darimana aja lo??tanya axel
"ada urusan dikit,kenapa?,apa aku melewatkan sesuatu??'tanya azka saat melihat ekspresi boy dan defran
"kami juga baru datang,tanya aja sama mereka berdua"jawab ars
azka beralih menatap boy dan defran
"a apa??!!!!"pekik mereka
azka langsung berlari masuk kedalam
diikuti oleh ars dan axel
"huh syukurlah"ucap azka saat melihat alya baik baik saja
azka hanya takut sela mengganggu alya
sela sengaja sibuk dengan komputer didepannya
"aku harus bisa mengendalikan emosiku atau azka akan semakin membenciku"gumamnya
ia tidak tahu kalau azka dan alya sudah menikah
boy masuk kedalam dengan tatapan bingung
"kenapa kalian lari lari tadi??"tanya boy
"oh itu,kami takut telat saja"jawab axel
"sungguh tidak masuk akal"gumam boy
"sebenarnya tadi ada apa antara kmu dan defran??"ars bertanya dengan ekspresi datarnya
"hanya salah paham"jawab boy,ia sengaja berbohong karna tidak ingin alya dan azka bertengkar nantinya
ars diam saja, tidak menanggapi boy lagi
"bohong!"dalam hati ars
"asem,dijawab malah diam"gerutu boy
"huaammm!!"aku sangat mengantu!"seru axel sambil meregangkan otot otot tubunya
"apa yang kalian lakukan semalaman??"tanya azka,azka tahu kalau mereka semalaman tidak tidur karna wajah ars dan axel terlihat lebih pucat dari biasanya
"nulis laporan,menghafal semua isi berkas yang disuruh papa untuk menghafalnya"jawab axel
ara tertunduk lesu"kami harus menghafalnya dalam dalam waktu satu minggu"kata ars
dia mengira setelah nathan kembali maka dia tidak perlu lagi dipusingkan oleh perusahaan,tapi ternyata dia salah
"ini sangat menyiksa,karna aku juga harus bekerja pada malam hari"curhat azka
soni,nathan,bimo,arga,rendi dan rasya mengajak rayhan menuju ke kastil tempat rafael mengurung sea dan yang lainnya
tepatnya rayhan sebagai petunjuk jalan
saat sampai disana ternyata anak buah rafael sudah siap siaga
"seperti nya mereka sudah mengetahui ketadnagan kita"ujar soni
"ars,aku tidak akan membawa kamu kedalam masalah ini,aku akan menyelesaikan semunya"gumam nathan
"bawa rayhan pergi!!"perintah nathan
rasya langsung membawa rayhan pergi dari sana
setelah rasya pergi nathan dan yang lainnya langsung melakukan penyerangan
rasya kembali kekediaman soni dan ternyata azka,ars dan axel sudah berada disana
"dari mana aja kamu dek??"tanya azka pada rayhan
"nunjukin jalan"jawab rayhan sambil tersenyum
"maksudnya??"azka tidak mengerti
"papa mau nyelamatin mama"jawab rayhan lagi
"hah!! nyelamatin? memangnya mama kamu kenapa?? diculik??"tanya azka bertubi tubi
"mama dikulung om lapael"jawab rayhan lagi
degg!!
'rafael??"gumam azka
rasya yang sejak tadi hanya diam saja akhirnya bersuara"lebuh baik kalian bantu orang tua kalian menyelamat mereka"kata rasya
"kami akan pergi kakuau tahu dimana tempatnya!!"jawab ars dengan kesal
"ikut dengan ku!!"seru rasya
saat ingin pergi tiba tiba axel teringat dengan rayhan"terus dia gimana??"tanya axel sambil menunjuk kearah rayhan
"oh iya,aku lupa dengan dia"gumam rasya
" rayhan,kamu ikut saja"ajak rasya
rayhan langsung mengikuti rasya
sesampainya disana ternyata pertempuran sudah terjadi
"jaga rayhan!!!"setelah mengatakan itu rasya langsung melesat menuju medan pertempuran
ars dan azka mengikuti rasya
"hm"dehem axel
"ini sangat menyebalkan"gumam axel,karna harus menjaga rayhan
"bang?"panggil rayhan
"ayo pulang,kita tunggu diluma aja"rengek rayhan
axel mengepal tangannya menahan amarah
"oke baiklah,ayo kita pulang"jawab axel,ia mencoba sedikit bersabar menghadapi rayhan
bug!!!
azka langsung menghajar anak buah rafael secara membabi buta
"akhhh!!!"jerit azka saat salah satu dari mereka berhasil menusuk dadanya
"mat* kau!!!!
sreekkk!!!
azka mengoyak perut orang yang sudah melukainya dengan sekali tusukan
" azka! awaaaass!!!"teriak ars
jlebb!!!
"ars!!!!"teriak azka
ars terluka dibagian punggung karna melindungi azka
melihat itu azka tidak tinggal diam,ia langsung menghadiahi orang itu pukulan yang sangat keras hingga membuatnya terpental sejauh beberapa meter