(3) Vampire

(3) Vampire
18 vampire



"oh ya,ada perlu apa??"tanya soni


"ngambil barang"azka menjawab dengan singkat


"apakah kamu benar benar tidak mau tinggal dirumah ini??"tanya soni tanpa ekspresi


"bukan seperti itu pa,belum saatnya aku membawa alya kerumah ini"azka mencoba memberi penjelasan


"hm,cepatlah ambil barang mu"kata soni lagi tanpa menoleh


soni sedikit kesal karna azka tidak ingin tidak dimansion


azka langsung pergi kekamarnya..


tak lama kemudian kembali keruang tamu


"siapa nama kamu??"azka bertanya kepada rayhan


"layhan"jawabnya


"rayhan,nama yang bagus"puji azka


"oh ya,mama kamu,maksud ku mama dimana sekarang??"tanya azka


"mama"belum selesai rayhan menjawab ponselnya berbunyi


"siapa??"tanya azka


"gue"jawab alya dari seberang sana


"oh,ada perlu apa??"tanya azka lagi


"berapa sandi pintu depan??"tanya alya


"simpel,199707"jawab azka


"yaudah"


tutt....dimatikan


"dasar istri nggak ada akhlak!"gerutu azka


azka kembali berbincang dengan rayhan


"panggil aku bang azka!"azka mengajari rayhan


"bang aska!"panggil rayhan


azka menatapnya tanpa ekspresi


"nama keren keren malah dipanggil aska!"dalam hatinya


"abang pulang dulu"Azka pamit kepada rayhan


"ya,dadah bang aska!"ucap rayhan


azka hanya melambaikan tangan


"pa,ars,axel om,em dan om satu lagi saya pamit dulu"ucap azka


"sebenarnya mereka berdua siapa sih??"tanya azka dalam hati


"papaku ternyata masih perjaka"ledek rasya


"rasya!!"geram soni


"hehe maaf om"nyali rasya langsung ciut saat melihat soni marah


"ayo kita pulang pa"ajak ars


"dia??"tanya soni


"bukankah dia anak mu??"tanya bimo kembali


soni mengacak rambutnya karna kesal


"oh iya aku lupa kalau dia anak ku"kata soni dengan enggan


"kami pulang dulu"pamit bimo


"ya"sahut soni


tinggalah azka dan rendi disana


"rayhan,ayo kita jalan jalan"ajak rasya


rayhan melihat kearah soni untuk meminta persetujuan


"pergilah!"kata soni


"yey!! makasih papa!!"rayhan sangat senang


"ayo om"rayhan sudah berlari keluar duluan


keesokan harinya..


dikantor polisi..


ruang tim divisi satu..


"alya!!"sapa defran


"hm"sahut alya sambil berjalan melewati defran


"al alya!!"defran berusaha mengejar alya


"apa lagi sih!!!"bentak alya


"malam ini kita jalan yuk"ajak defran


" nggak "alya menolaknya mentah mentah


"aku tidak suka penolakan!!"defran menarik tangan alya


boy baru saja datang "ada apa ini??"tanya boy


"lepaskan tangan alya!!"bentak boy saat melihat defran mencengkram tangan alya


defran langsung melepaskan tangannya


dengan amarahnya"kamu sudah besar,apa ibu mu tidak pernah mengajari bagaimana caranya menghormati dan menghargai perempuan?!!!"tanya boy sambil berteriak saking emosinya


"ada apa ada apa??"tanya ars,ia dan axel baru saja datang


boy dan defran hanya diam saja


"apa azka sudah datang??"tanya axel


"tu dia!"ars menunjuk arah pintu masuk


"ck darimana aja lo??tanya axel


"ada urusan dikit,kenapa?,apa aku melewatkan sesuatu??'tanya azka saat melihat ekspresi boy dan defran


"kami juga baru datang,tanya aja sama mereka berdua"jawab ars


azka beralih menatap boy dan defran


"a apa??!!!!"pekik mereka


azka langsung berlari masuk kedalam


diikuti oleh ars dan axel


"huh syukurlah"ucap azka saat melihat alya baik baik saja


azka hanya takut sela mengganggu alya


sela sengaja sibuk dengan komputer didepannya


"aku harus bisa mengendalikan emosiku atau azka akan semakin membenciku"gumamnya


ia tidak tahu kalau azka dan alya sudah menikah


boy masuk kedalam dengan tatapan bingung


"kenapa kalian lari lari tadi??"tanya boy


"oh itu,kami takut telat saja"jawab axel


"sungguh tidak masuk akal"gumam boy


"sebenarnya tadi ada apa antara kmu dan defran??"ars bertanya dengan ekspresi datarnya


"hanya salah paham"jawab boy,ia sengaja berbohong karna tidak ingin alya dan azka bertengkar nantinya


ars diam saja, tidak menanggapi boy lagi


"bohong!"dalam hati ars


"asem,dijawab malah diam"gerutu boy


"huaammm!!"aku sangat mengantu!"seru axel sambil meregangkan otot otot tubunya


"apa yang kalian lakukan semalaman??"tanya azka,azka tahu kalau mereka semalaman tidak tidur karna wajah ars dan axel terlihat lebih pucat dari biasanya


"nulis laporan,menghafal semua isi berkas yang disuruh papa untuk menghafalnya"jawab axel


ara tertunduk lesu"kami harus menghafalnya dalam dalam waktu satu minggu"kata ars


dia mengira setelah nathan kembali maka dia tidak perlu lagi dipusingkan oleh perusahaan,tapi ternyata dia salah


"ini sangat menyiksa,karna aku juga harus bekerja pada malam hari"curhat azka


soni,nathan,bimo,arga,rendi dan rasya mengajak rayhan menuju ke kastil tempat rafael mengurung sea dan yang lainnya


tepatnya rayhan sebagai petunjuk jalan


saat sampai disana ternyata anak buah rafael sudah siap siaga


"seperti nya mereka sudah mengetahui ketadnagan kita"ujar soni


"ars,aku tidak akan membawa kamu kedalam masalah ini,aku akan menyelesaikan semunya"gumam nathan


"bawa rayhan pergi!!"perintah nathan


rasya langsung membawa rayhan pergi dari sana


setelah rasya pergi nathan dan yang lainnya langsung melakukan penyerangan


rasya kembali kekediaman soni dan ternyata azka,ars dan axel sudah berada disana


"dari mana aja kamu dek??"tanya azka pada rayhan


"nunjukin jalan"jawab rayhan sambil tersenyum


"maksudnya??"azka tidak mengerti


"papa mau nyelamatin mama"jawab rayhan lagi


"hah!! nyelamatin? memangnya mama kamu kenapa?? diculik??"tanya azka bertubi tubi


"mama dikulung om lapael"jawab rayhan lagi


degg!!


'rafael??"gumam azka


rasya yang sejak tadi hanya diam saja akhirnya bersuara"lebuh baik kalian bantu orang tua kalian menyelamat mereka"kata rasya


"kami akan pergi kakuau tahu dimana tempatnya!!"jawab ars dengan kesal


"ikut dengan ku!!"seru rasya


saat ingin pergi tiba tiba axel teringat dengan rayhan"terus dia gimana??"tanya axel sambil menunjuk kearah rayhan


"oh iya,aku lupa dengan dia"gumam rasya


" rayhan,kamu ikut saja"ajak rasya


rayhan langsung mengikuti rasya


sesampainya disana ternyata pertempuran sudah terjadi


"jaga rayhan!!!"setelah mengatakan itu rasya langsung melesat menuju medan pertempuran


ars dan azka mengikuti rasya


"hm"dehem axel


"ini sangat menyebalkan"gumam axel,karna harus menjaga rayhan


"bang?"panggil rayhan


"ayo pulang,kita tunggu diluma aja"rengek rayhan


axel mengepal tangannya menahan amarah


"oke baiklah,ayo kita pulang"jawab axel,ia mencoba sedikit bersabar menghadapi rayhan


bug!!!


azka langsung menghajar anak buah rafael secara membabi buta


"akhhh!!!"jerit azka saat salah satu dari mereka berhasil menusuk dadanya


"mat* kau!!!!


sreekkk!!!


azka mengoyak perut orang yang sudah melukainya dengan sekali tusukan


" azka! awaaaass!!!"teriak ars


jlebb!!!


"ars!!!!"teriak azka


ars terluka dibagian punggung karna melindungi azka


melihat itu azka tidak tinggal diam,ia langsung menghadiahi orang itu pukulan yang sangat keras hingga membuatnya terpental sejauh beberapa meter