(3) Vampire

(3) Vampire
74 vampire



dengan wajah yang memerah menahan emosi aqilla berjalan keluar dari kamar untuk menemui orang yang mengirim pesan kepada nya"apa yang sebenarnya dia ingin kan? berani beraninya dia mengajak ku ketemuan setelah kejadian itu?!"ucap aqilla dalam hati,aqilla tidak mempedulikan orang orang yang menatapnya heran


"mau kemana?"tanya soni


"kali ini aku akan menghancurkan masa sepan mu!"geram aqilla


soni melongo melihatnya"bagaimana mungkin dia tidak mempedulikan panggilanku!?"tanya soni dalam hati,dengan perasaan kesal soni langsung mengikuti aqilla


aqilla menyetop mobil taksi lalu pergi menuju sebuah tempat


soni diam diam mengawasi aqilla dari jarak jauh"untuk apa dia datang kesini?"tanya soni dalam hati sambil terus mengawasi gerak gerik aqilla


aqilla berubah garang saat melihat orang yang sudah menjadi targetnya"ada perlu apa tuan dion yang terhormat dan kaya raya ingin bertemu dengan ku?!"tanya aqilla sambil menahan emosi


dion langsung mendekati aqilla namun aqilla langsung memundurkan tubuhnya


"qilla,bisakah kita seperti dulu lagi?"tanya dion dengan tatapan memelas kearah aqilla


"hahaha,seperti dulu??"tanya aqilla"baiklah kita akan bersahabat seperti dulu asal kan kamu membunuh"belum selesai aqilla berbicara dion sudah memotongnya


"aqilla aku mohon"tanpa berpikir panjang dion langsung memeluk aqilla


"lepasin bangs*t!!!!"teriak aqilla marah


tinju soni terkepal melihat laki laki asing memeluk istri nya tepat didepan matanya


aqilla terus meronta hingga akhirnya dion melepas pelukannya


plak!!


tamparan yang sangat keras mengenai pipi dion"jangan pernah menyentuh ku dengan tangan kotor mu itu!!"bentak aqilla


dion tidak menyangka aqilla tega menampar nya,kilasan peristiwa lalu melintas begitu saja dibenak nya,momen kebersamaan antara dia dan aqilla tidak akan bisa terulang kembali


"aqilla kamu!!"dion memegang pipinya yang terasa panas akibat tamparan aqilla


"itu belum seberapa,jika ada kesempatan saya akan merenggut nyawa ibu anda dan membuat keluarga anda jatuh miskin lagi sama seperti dua tahun yang lalu!!"ucap aqilla menggebu gebu


dion memucat melihat kemarahan aqilla yang begitu besar


"mulai dari sekarang anda jangan pernah muncul dihadapan saya lagi atau anda akan menerima konsekuensinya!!"teriak aqilla


setelah itu aqilla langsung pergi meninggalkan dion


"qila,aku mencintaimu"ucap dion dengan suara pelan


"berani sekali dia mencintai istriku"rutuk soni


ditempat lain..


"ma ayo cepat!!"panggil arvin


"iya,sebentar lagi!"sahut arsy dari dasl kamarnya


arvin menghela nafas saking jengkelnya


beberapa menit kemudian...


diperjalanan menuju kediaman abizar


brak!?


ciiitttt!!!


suara rem mobil yang dikendarai oleh axel


axel terpaksa mengerem mendadak karna didepan mereka ada beberapa mobil menghadang dijalan


"kalian berdua tetap didalam"kata axel


"jangan keluar!"arsy menahan tangan axel agar tidak keluar dari mobil


"aku harus keluar"jawab axel


"arvin tolong jaga mama"kata axel kepada arvin


"pa jangan keluar!"pinta arvin


axel tidak mendengarkan nya


ceklek!!


sepuluh orang berbadan kekar datang menghadang axel


"apa mau kalian?"tanya axel


"kami menginginkan nyawa kalian"jawab salah satu dari mereka


"kurang ajar!!"geram axel


axel langsung menyerang mereka tanpa menunjukkan wujud asli nya,tentu saja sangat berat bagi axel untuk mengalahkan mereka karna mereka semua adalah vampire


"manusia dari mana lagi yang dirubah oleh mereka menjadi vampire?"tanya axel dalam hati


julio dan para bawahannya selalu menculik manusia dan merubah mereka menjadi vampire untuk dijadikan budak mereka


melihat axel kewalahan arsy langsung keluar dari mobil untuk membantunya


arsy langsung menyerang vampire yang berusaha menyerang axel dari belakang


"kenapa kamu keluar!!"teriak axel sambil terus berkelahi dengan para vampire jahat


"mana mungkin aku diam saja melihat suami ku di serang"jawab arsy


kedua nya berkelahi melawan para vampire jahat itu dengan sekuat tenaga


derrttt!!!


ponsel arsy bergetar


dengan perasaan panik arvin langsung mengangkat panggilan telfon dari rasya "tolong!!"teriak arvin


"ini siapa? mana arsy?"tanya arsya


"sa saya arvin,mama sama papa diserang!!"jawab arvin


rasya langsung mematikan panggilan telfon


brak!


tubuh arsy terpental mengenai mobil


ponsel ditangan arvin langsung terjatuh


"mama!!!"teriak arvin,arvin langsung menghampiri arsy


arsy langsung bangun kembali


uhuk!


darah segar menyembur dari mulut arsy


"arvin!!"arsy langsung menghalangi arvin


"mama diam disini saja,aku mau bantu papa"kata arvin


"jangan! tubuh kamu lemah! kamu tidak akan bisa menahan serangan mereka!"tahan arsy


arvin menepis tangan arsy"arvin!!!"teriak arsy


baru sekali serangan arvin sudah tersungkur ketanah


"ja jangan mendekat!"teriak arvi ndengan panik


blesh!!


pisau menembus jantung vampire jahat itu hingga membuat nya langsung tersungkur


"om!"ucap arvin


rasya tersenyum kearah arvin,lalu mengulur kan tangannya


arvin langsung menyambut uluran tangan rasya


bruk!


axel terpental cukup jauh


"papa!"arvin berlari menghampiri axel


jika saja mereka berubah wujud sudah sejak tadi para vampire itu dikalahkan


perkelahian berlanjut hingga kedua belah pihak nyaris kehabisan tenaga


saking lelah nya kewaspadaan arsy menurun


"awas!!"teriak rasya


jleb!!!


"rasya!!!!!!"teriak arsy


rasya tersenyum kearah arsy kemudian memuntah kan darah dari mulutnya


arsy menangkap tubuh rasya yang hampir jatuh


axel langsung menyerang vampire yang menusuk rasya


"hiks kenapa kamu menghalangi dia??!!"tanya arsy sambil menangis


axel berhasil mengalahkan vampire yang lainnya


"akh!!"nafas rasya tercekat


axel langsung memeriksa luka rasya,tubuh axel gemetar saat mengetahui letak luka rasya"jantungnya hancur"ucap axel dengan suara bergetar


"pa om rasya bisa selamat kan?"tanya arvin


axel hanya diam,dia tidak bisa menjawab pertanyaan rasya


kini rasya terbaring dipelukan arsy,meskipun sedang dalam keadaan sekarat rasya masih bisa tersenyum"a aku sa ngat ba hagia"ucap rasya dengan suara tercekat


arsy memegang wajah rasya"aku mohon kamu jangan banyak bicara dulu"pinta arsy sambil menangis sesenggukan


"jangan na nangis,ka mu terlihat je lek ka lau se dang mena ngis"hibur rasya


"hekh!!!"rasya semakin susah bernafas


tangan rasya terangkat mengelus air mata di pipi arsy


"a arsy, aku men cintai mu se sejak du lu!"ucap rasya dengan susah payah


"hekh!!"nafas rasya langsung berhenti


"tidak!!!! rasya jangan lakukan itu!!!"teriak arsy


axel termenung..


ungkapan cinta rasya untuk arsy membuat hatinya sakit sekaligus sedih


axel tertawa di iringi air mata membasahi pipinya"ternyata rasya sudah mencintai arsy jauh sebelum aku"tanya axel dalam hati


"om rasya!!!"panggil arvin sambil menggoyang goyang


"hiks maafkan aku rasya,aku tidak pernah menyadari perasaan kamu untuk ku,maaf aku tidak bisa membalasnya"ucap arsy


axel melihat perubahan pada tubuh rasya


"arvin masuk mobil sekarang!!"suruh axel


"ta tapi pa"protes arvin


"cepat!"bentak axel


arvin langsung masuk kemobil


sepuluh menit kemudian arsy dan axel menyusul masuk kedalam mobil


"om raysa mana?"tanya arvin


"papa tinggal,nanti biar dirga yang menjemput jasad nya,mobil kita akan terkena sial kalau digunakan membawa mayat"jawab axel


axel sengaja berbohong,tidka mungkin dia memberitahu rasya kalau jasad rasya sudah berubah menjadi abu