(3) Vampire

(3) Vampire
09 vampire



"baiklah,aku akan ikut dengan kalian"kata alya


"tapi al"protes boy


"nggak papa"alya meyakinkan boy


boy pasrah dan hanya melihat alya masuk kedalam mobil milik rendi


setelah itingan mobil pergi bayu langsung memarahi boy


"kenapa kamu membiarkan membawa alya,apa kamu kenal sama mereka??"tanya bayu


boy hanya menjawab dengan gelengan kepala


rasanya ingin sekali bayu memukul boy disaat itu juga


"terus ngapain kamu ngebiarin alya gitu aja?!"tanya bayu setengah berteriak saking jengkelnya


"udah,dia kan memang bod*h"cibir defran


"apa!?,kamu bilang aku bodoh?!!"bentak boy


ia tudak terima


"terus aku harus bilang apa?


pintar gitu??"tanya defran


"kamu!!"boy begitu kesal


"sudah sudah,lebih baik kita pulang sekarang,besok kita harus melaporkan semua kejadian ini kepada pak bily"bayu mencoba menghentikan pertengkaran diantara mereka


didalam mobil...


alya merasa takut saat melihat rendi dan sopirnya yang nyaris tanpa ekspresi


lima belas menit kemudian akhirnya sampai di tempat tinggal alya


"kenapa mereka bisa tau rumah aku ya?"tanya alya dalam hati


"terimakasih"ucap alya


rendi membalasnya dengan anggukan


"ck dasar sombong"gerutu alya


tok tok tok


"kak!!!"panggil alya


alya semakin gencar mengetuk pintu karna merasa ada yang sedang memperhatikannya dari jarak jauh


"kak dian!!!!"panggil alya


ceklek..


pintu dibuka


"sabar napa"gerutu diana


kakak sepupu alya


alya tidak menjawab diana,ia langsung masuk kedalam rumah


"geser"alya menggeser tubuh diana


dengan cepat alya menutup dan mengunci pintu


"selamat selamat"ucap alya sambil mengelus dadanya


"kamu kenapa sih al?? kayak abis dikejar aja?"tanya diana


"hehe nggak papa kok kak


aku kekamar dulu"setelah mengatakan itu alya langsung masuk kedalam kamarnya


"aku merasa ada yang mengikuti ku sejak tadi,aku harus segera menangkapnya"gumam alya


dimansion ABIZAR..


dirga dan beberapa bawahannya membawa azka,ars dan axel keruangan bawah tanah


julia yang sedang tertidur terkejut karna kedatangan mereka


perasaan julia mulai tidak enak saat melihat dirga dan yang lainnya membawa azka,ars dan axel kedalam ruangan


"selamat menikmati"ucap dirga


kemudian pintu langsung ditutup


tubuh julia gemetar melihat azka,ars dan axel perlahan berubah menjadi vampire


suara jeritan dan dirintihan masih sedikit terdengar dari luar


dirga membuka kembali pintu itu


setelah tidak terdengar suara jeritan lagi


dirga tersenyum puas melihat yang terjadi sangat sesui dengan yang diinginkan nya


azka,ars dan axel sudah menyantap dan meminum habis darah,jantung dan hati julia


"julia julia,ternyata kamu setengah manusia"dalam hati rendi


"tuan"sapa rendi saat melihat soni


soni me jawab dengan anggukan


"azka!"panggil soni


"papa"ucap azka


cukup lama soni mengamati mereka


"hm,sepertinya ingatan mereka belum juga kembali"dalam hati soni


"apakah itu terasa enak??"tanya soni kepada azka


"enak,lezat dan manis"jawab azka


soni sangat senang mendengarnya


ars,axel apakah kalian belum selesai??"tanya soni


ars langsung membuang sisa makanan ditangannya


"sudah"jawab keduanya serentak


"cepat bersihkan tubuh kalian"kata soni


azka,ars dan axel langsung berdiri


"papa pergilah dari sini,kami sudah menjadi kanibal"kata azka


soni tersenyum mendengar perkataan azka


"azka,ars,axel,kalian bukan kanibal seperti di film yang sering kalian tonton"jelas soni


"kalian bertiga adalah keturunan vampire"jelas soni lagi


"apa!! vampire???"pekik ketiganya serentak


"apa!!!


ternyata kita bertiga vampire??"tanya axel tidak percaya


azka dan ars masih terdiam


"Sebaiknya dalam waktu satu minggu ini kalian bertiga jangan kemana mana"kata soni


"benarkah aku vampire??"tanya azka dalam hati


"bagaimana mungkin??'tanya ars


"kenapa tidak mungkin?


sedangkan orang tua kandung kalian adalah vampire"tanya soni lagi


mereka bertiga hanya diam saja


"pa,aku mau istirahat dulu,ayo ars axel"ajak azka


mereka bertiga berjalan keluar dari ruang bawah tanah


"kami pulang aja"kata axel


"yaudah,hati hati"sahut azka


"kepalaku rasa mau pecah memikirkan semua ini"ajak ars


"sama"sahut azka


azka langsung pergi kekamarnya


pyaaarrr!!!


azka memukul cermin yang berada dikamar mandi


aarrgghh!!!


"kenapa?!!!!!!!"teriak azka frustasi


"hehe ternyata aku bukan manusia,aku monsteer!"azka berdialog sendiri


"sudah berapa banyak aku membunuh??"tanya nya pada diri sendiri


soni memejamkan matanya sambil bersandar disofa favorit nya


"ini semua sudah menjadi takdir kamu azka"dalam hati soni


"bos"rendi memberikan selembar foto kepada soni


"dia benar benar mirip dengan istri azka dimasa lalu"kata soni


"jika nona muda masih hidup,kita tidak akan bisa membedakan yang mana nona muda yang asli"sambung rendi


lama soni menatap foto alya


"namanya??"tanya soni


"alya"jawab rendi


"apa!??


a alya??"tanya soni


rendi menjawab dengan anggukan


"wah!,sungguh tidak disangka"soni tersenyum senang


"kamu harus menjadi menantuku"gumam soni


ditempat lain..


mansion sastrawijaya


ars dan axel memaksa ingin bertemu dengar nathan dan bimo


"cepat beritahu dimana keberadaan mereka?!"tanya ars kepada dirga


"kenapa masih diam!!"bentak axel


"lebih baik kalian bertanya sama tuan soni,saya tidak tahu dimana keberadaan kedua tuan besar"jelas dirga


ia terpaksa berbohong karna nathan dan bimo melarangnya memberitahu ars dan axel


"maaf"dalam hati dirga


satu minggu kemudian....


alya merasa sangat kesepian karna ketiga rekannya belum masuk kerja kembali


kemudian alya menidurkan kepalanya diatas meja


"kenapa bayangan dan suara kamu terus berada dipikiranku??"tanya alya dalam hati


"pagi"sapa seseorang


"bahkan sekarang suara kamu terdengar begitu jelas" gumam alya


ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri


"ekhem"dehem azka karna tidak ada yang menyahut karna hanya ada alya diruangan itu


degg!!


jantung alya berdegup kencang saat menyadari keberadaan azka


"a ardi!!,berarti tadi??"tanya alya


ia tidak menyangka ternyata azka benar benar berada di sampingnya


alya bahkan tidak berani melihat kearah azka


beda lagi dengan azka,ia begitu bahagia mendengar isi hati alya


ia dengan sengaja mendekatkan mulutnya ketelinga alya


aroma tubuh alya membuat azka hampir hilang kendali


"sungguh aroma yang memabukkan"dalam hati azka


"tenang saja,hanya aku yang mendengarnya"bisik azka sambil meniup lembut telinga alya


dug! dug! dug!


jantung alya berpacu semakin cepat


"alya kau sungguh bodoh"gerutu alya dalam hati


alya langsung berdiri dari duduknya


ia berjalan menuju pintu keluar dan berpapasan dengan boy


"mau kemana??"tanya boy


"a aku mau ketoilet"jawab alya gugup


azka menahan tawa melihat alya menjadi salah tingkah karna ulahnya


maaf lama up nya teman teman๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™