(3) Vampire

(3) Vampire
39 vampire



diluar gerbang...


mereka masih mencerna apa yang dikatakan oleh aldo tadi


beberapa menit yang lalu..


"apapun yang kalian lihat didalam mansion,jangan sekali sekali bercerita kepada orang lain"perkataan aldo membuat mereka bingung


mira yang mengetahui semuanya hanya diam tanpa berani mengatakan apapun


"mir sejak kapan kamu pacaran sama dia??"tanya ria


"lumayan lama,dua bulan setelah bekerja disini"jawab mira jujur


"apa!!,kok bisa bisanya aku tidak tahu?"tanya ria heran


dimansion...


aldo memucat melihat karna rendi menatapnya intens


"kau tahu aldo,aku hanya bersikap baik kepada manusia karna dia istri dari tuan ku,kalau tidak karna itu aku tidak akan mempedulikan mereka,bagiku mereka hanya makhluk yang lemah"kata rendi


"tuan"aldo langsung berlulut dihadapan rendi


"sudahl lah,kali ini aku maafkan,jangan sampai wanita kamu menceritakannya kepada orang lain,kalau itu sampai terjadi aku tidak akan mengampuni nyawanya"ancam rendi


"terimakasih tuan"ucap aldo


rendi tidak menanggapi aldo,dirinya langsung pergi keruang kerja soni karna azka sudah menunggunya disana


aldo berlari keluar mencari keberadaan mira,namun dia terlambat,mira sudah pulang kerumahnya bersama ria


"maaf mira"ucapnya sedih lalu kembali masuk mansion


ditempat lain...


nathan,bimo,sean dan soni berhasil menangkap ars dan axel,mereka membawanya pulang ke kediaman sastrawijaya


"kak sean besok pagi bawalah sea dan yang lainnya kemansion"pinta nathan


"baiklah"jawab sean


sean langsung melesat menuju apartemennya


dimansion..


ars dan axel berjalan seperti orang mabuk berat


arsy sangat terkejut melihat penampilan mereka yang acak acakan dan bercak darah segar memenuhi baju mereka"pa kenapa mereka jadi seperti ini?"tanya arsy


"ah rasanya sangat menyenangkan!"ucap ars sambil membanting tubuhnya diatas sofa


"sangat menyenang"ucap axel,axel ingin duduk kesofa tapi malah kebablasan sehingga membuat dirinya jatuh kelantai


"aish!,kursi saja tidak menginginkan ku"gerutunya sambil berusaha bangun


setelah mencoba beberapa kali akhirnya axel berhasil duduk diatas sofa


" kamu!"panggil axel


"sa saya?"tanya arvin


"iya,kata mereka kami adalah anakku,mana buktinya?,bisakah kamu membunuh"lama axel mencari objek targetnya"dia!"axel menunjuk kearah bimo


"apa! mem membunuh?!"tanya arvin terkejut


"iya,kenapa?,tidak bisa? dasar lemah"umpat axel


"arvin tertunduk lesu"benarkah kamu mamaku?"tanya arvin kepada arsy, aku masih sedikit tidak percaya,apalagi"kata arvin


"dan aku tidak ingin mempercayai kalau dia adalah papaku"kata arvin lagi sambil


"bagus lah,aku juga tidak mau punya anak lemah seperti kamu!"ucap axel


arsy menahan amarahnya saat mendengar peekataan axel barusan"kamu tidak membantu mengurus dan membesarkannya,seenaknya saja kamu bilang kalau dia lemah?,tunggu saja kamu"dalam hati arsy,ia sangat sedih mendengar ucapan axel tadi


"jangan dengarkan dia"kata bimo"arsy bawa arvin pulang dulu,aku akan memberi pelajaran kepada si bodoh ini dulu"kata bimo sambil menahan amarah


"pulanglah dulu,besok papa akan menjemput kalian"kata nathan


"dirga antarkan arsy dan arvin pulang!"suruh nathan


arsy tidak punya pilihan lain selain menurutinya


setelah puas menghajar keduanya ars dan axel diseret keruang bawah tanah dan dikurung disana


"baiklah pertunjukannya sudah selesai,saya pamit pulang dulu"kata soni sambil beranjak pergi


"aku harus melindungi azka"dalam hati soni


soni mengetahui semua yang terjadi karna rendi melaporkan kepadanya melalui pesan singkat


dikediaman diana.


"coba kasih tau kakak al,sebenarnya apa yang terjadi rumah mertua kamu??"tanya diana


"em,ada yang neror ku disana,mereka musuh musuh papa soni,demi keselamatan ku papa nyuruh om rendi ngantar ku kesini dan untuk sementara waktu aku akan tinggal sama kakak disini"jelas alya


"apa teror?!"pekik diana


"iya"jawab alya


"yaudah kamu tinggal aja disini,kamu tenang saja aku tidak akan membiarkan siapapun nyakitin kamu"ucap diana


alya sangat senang karna diana sangat menyayanginya walaupun status dirinya hanya sepupu diana,tapi diana sangat menyayangi seperti saudari kandung


dimansion...


azka membentuk kepalanya kedinding"aku sangat merindukannya"gumamnya


"kendalikan dulu dirimu azka!,setelah itu kamu baru bisa membawa alya kembali kemansion ini lagi!"suara soni membuat azka sangat terkejut


"papa!!"seru azka


"asal kamu tau,ars dan axel disiksa kemudian dikurung oleh orang tua mereka diruang bawah tanah"kata soni


deg!!


"kenapa?"tanya soni


"karna mereka sudah menyakiti manusia"jawab soni


deg!


"a apakah papa juga mau mengurungku?"tanya azka ragu ragu


"tidak"jawab soni singkat


azka merasa lega mendengarnya


"asalkan kamu bisa mengendalikan diri mu secepat mungkin,setelah itu bawah menantuku kembali kerumah ini karna dia sudah mengandung pewaris abizar group"ucap soni


azka sangat terkejut mendengarnya"apa!!,yang benar saja pa,kami melakukannya belum sampai satu bulan!"kata azka


"kamu pikir kamu itu manusia biasa?"tanya hanya soni


azka langsung terdiam"tentu saja bukan"gumam azka


"papa sudah menyuruh sean mengamati alya secara diam diam,dan dia tahu kalau alya sedang mengandung"jelas soni


"oh"azka semakin bersemangat ingin bertemu dengan alya


"ya sudah,papa mau menemui rendi"setelah itu soni langsung keluar dari kamar azka


"rendi!!!"soni memanggil rendi


dengan rendi sudah berdiri dihadapan soni"iya tuan,apa yang bisa saya lakukan??"tanya rendi


"bereskan kekacauan yang dibuat azka dan kedua temannya,buat seolah olah mereka mati diterkam binatang buas"perintah soni


"baik tuan"rendi langsung pergi membawa beberapa bawahannya


sesampainya dilokasi rendi hanya duduk santai disebuah kersi sambil menunggu bawahannya bekerja


mereka mengoyak ngotak tubuh mayat mayat itu


dalam waktu setengah jam mereka sudah selesai melakukannya"tuan kami semua sudah beres"ucap aldo


"bagus"sahut rendi,rendi yang sebenarnya sangat membenci manusia sangat senang puas melihar hasil kerja para bawahannya


bukan tanpa alasan rendi membenci manusia semua karna keluarganya dihabisi oleh manusia 90 tahun yang lalu,rendi dan keluarganya yang tinggal tidak jauh dari permukiman warga dituduh membunuh salah satu penduduk desa,sudah berulang kali mereka menjelaskan bahwa mereka tidak membunuhnya tapi para penduduk desa tidak menghiraukan nya,mereka dengan brutal menangkap dan membakar keluarga rendi dengan brutal dan untung saja sebelum peristiwa naas itu terjadi rendi yang masih kecil sudah disembunyikan oleh ibunya disemak semak dekat rumah mereka


dari sana rendi menyaksikan semua yang dilakukan oleh para penduduk desa itu,meskipun rendi sudah membalas mereka semua tetapi rasa benci dihatinya belum juga hilang


keluarga rendi adalah manusia biasa, kecantikannya membuat lisa ibu dari rendi menjadi korban pemerkosaan,dirinya diperkosa saat sedang mengambil air disungai,saat itu beliau masihlah seorang gadis kecil yang masih bau kencur,entah darimana datangnya, tiba tiba tangan kekar memeluknya dari belakang,dirinya hanya bisa pasrah karna tenaganya tidak cukup untuk melawan,saat melakukan penyatuan dengan paksa lisa langsung pingsan karna saat itu dirinya masih perawan dan baru berumur 14 tahun,karna kejadian itu bukannya bersimpati mereka malah dikucilkan oleh para penduduk desa,setelah rendi lahir kakek rendi memutuskan membawa keluarganya pindah ketempat yang agak jauh dari permukiman penduduk agar tidak mendapat hinaan terus menerus dari penduduk desa