(3) Vampire

(3) Vampire
85 vampire



azka menggertakan gigi melihat istri nya ketakutan hingga jatuh pingsan


dengan hati hati azka membaringkan alya ditempat tidur


"maaf"ucapnya sedih


setelah menyelimuti alya azka langsung pergi menemui soni


brak!


azka membuka pintu ruang kerja soni dengan kasar


"kenapa papa bicara kasar sama alya! dia tidak ada hubungannya dengan semua ini!!"teriak azka


soni menutup laptop dan meletakkan nya diatas meja


"tau apa kamu seberapa bahaya nya kalau kamu sampai ditangkap julio?"tanya soni dengan suara sangat datar


"aku tidak peduli tentang semua itu!,yang aku pedulikan hanya alya dan tidak ada yang lainnya!"bentak azka


wajah soni memerah menahan emosi"kalau begitu pergi lah,bawa alya bersama mu dan jangan pernah menunjukkan wajah mu didepan ku lagi"soni menekan suaranya serendah mungkin


"pergi!!!"teriak soni


azka langsung keluar dari sana


brak!!! brak!!


soni menghancurkan barang barang yang ada diruangan itu


"kurang ajar!"urat tangan soni terlihat sangat jelas saking kesalnya


diruang tengah


"tuan muda tolong jangan pergi!"pinta aldo


"biarkan saja aldo!"soni sudah berdiri diujung tangga


"tapi tuan"protes aldo


soni berbalik pergi keruang kerja nya lagi


sementara azka sudah berjalan keluar mansion sambil menggendong alya


"tuan!"panggil aldo


rendi langsung menhadang didepan gerbang


"perlu anda ketahui kami bersikeras melarang anda keluar mansion bukan hanya untuk keselamatan diri anda sendiri,melain kan keselamatan kita semua"kata rendi


"jika anda berani kelaur dari pagar ini,maka hari ini akan menjadi hari terakhir anda melihat itu"tunjuk rendi kearah alya


deg!!


"berani kamu mengancam ku rendi!!"bentak azka


"hehe,sejak awal saya memang tidak menyukai wanita, terutama wanita dari kalangan manusia,karna mereka hanya bisa rengek dan menyusahkan saja"ucapan rendi terjeda"dengan anda melakukan pemberontakan bisa menjadi alasan bagi saya untuk membunuh wanita itu"sambung rendi


"cepatlah keluar,saya sudah tidak sabar ingin menarik jantungnya menggunakan tangan ini"ucap rendi sambil memperlihat kan tangan kanannya


"awas saja kamu! aku akan membuat perhitungan!!"ucap azka setengah berteriak


dengan perasaan kesal azka kembali ke dalam mansion


dibelakang pintu...


aqilla langsung berlari kekamar


rendi memicingkan matanya


didalam kamar..


"a apa yang ku dengar tadi?"tanya nya


"jangan jangan om rendi itu sikopat?"tanya aqilla dengan suara pelan


tadi aqilla mendengar suara ribut diruang tengah,aqilla diam diam mengintip dari pintu


"oh my good!!"pekik aqilla dalam hati


dengan cepat aqilla menghapus air mata yang membasahi pipi nya


saat soni sudah kembali keruang kerja,aqilla bergegas keluar kamar,dia berniat membujuk azka agar tidak pergi namun langkah nya terhenti saat mendengar suara azka dan rendi berdebat


"ngumpet dulu"aqilla bersembunyi dibelakang pintu


aqilla melompat keatas kasur"hiks kenapa aku bisa terjebak dengan para sikopat sikopat itu!!"jerit nya"mama,maafin qila,mungkin umur qilla nggak akan panjang lagi"ucap qilla


keesokan harinya..


"ck,gimana sih"gerutu aqilla


aqilla buru buru memakai sepatu miliknya"cepetan sebelum om sicopat datang!!"jerit aqilla dalam hati


setelah memakai sepatunya aqilla langsung berlari keluar mansion


"cepat buka!!!"pekik aqilla


dengan cepat para penjaga membukakan pintu gerbang,saat gerbang terbuka aqilla langsung berlari sekuat tenaga meninggal kan mansion


"kenapa nyonya rumah kita bersikap aneh semua?"tanya salah satu penjaga kepada aldo


"shuut!"aldo mengisyaratkan agar penjaga itu diam


penjaga itu langsung diam


di tempat lain..


"aaa!! aku hampir telat!!!"pekik melan sambil berlari menuruni tangga


"melan berangkat dulu om!"pekik melan


"tunggu ini...."dirga belum selesai mengatakan sesuatu tapi melan sudah keluar pintu apartemen


"dasar anak kecil"gerutu dirga


disekolah..


"nggak ada"sahut qilla


" lo abis di marah bokap lo ya?"tanya melan lagi


"sepuluh kali lebih bagus gue dimarah sama bokap dari pada masalah yang menimpah gue sekarang"jawab aqilla lemas


"makanya punya masalah tu diceritain,siapa tau gue atau melan bisa nolong"ucap romeo kesal


aqilla beryambah kesal mendengar ucapan romeo"kenapa lo yang kesal rom?!"tanya aqilla nyolot


tap tap tap


suara langkah kaki seseorang..


"selamat pagi pak"ucap para murid


"pagi!"sahut soni


"biang masalah sudah datang"ucap aqilla dengan suara pelan


deg!


soni langsung melihat kearah aqilla


dengan cepat aqilla melihat kearah lain


"wow jon,lo ganteng banget hari ini"ucap aqilla asal


"ma makasih.pujian nya qilla"sahut jon gugup


mata melan melotot,melan menempelkan tangan nya dijidat sang sahabat"nggak panas"ucap melan


"gue sehat melan,ntah kenapa akhir akhir ini gue tertarik melihat jon"sahut aqilla sambil mengedipkan mata kearah jon


pipi jon bersemu merah, berbeda dengan soni,bukan hanya pipinya yang memerah,melainkan seluruh wajahnya yang memerah"ekhem!"dehem nya


"yang tidak ingin belajar silahkan pergi keluar!"bentak soni


"baik!"sahut aqilla dengan nada tinggi


aqilla membereskan buku bukunya


soni memejam matanya"pikiran ku menjadi sangat kacau"gumam nya


"ck,dia kira dia siapa? gue nggak peduli mau dia sicopat atau bukan"gerutu aqilla dalam hati


saat ingin meninggalkan meja nya tiba tiba dadanya terasa sakit "ah!"leuh aqilla sambil memegang dadanya


"lo baik baik aja kan qil?"tanya melan


"kenapa?"tanya dion


soni langsung menghampiri aqilla"kamu kenapa?"tanya soni


"uhuk!"aqilla batuk menyemburkan darah dari mulutnya


"qilla!!"pekik melan


soni melotot melihatnya


"ada apa ini sebenarnya?"tanya soni bingung


"kenapa reaksi racunnya menjadi lebih cepat dari sebelumnya? bukan kah seminggu yang lalu sean sudah memberikan obat untuk menekan racun nya?"tanya nya dalam hati


"badan gue lemas banget"ucap aqilla


soni langsung menangkap tubuh aqilla yang akan jatuh


"ail qilla!"soni menepuk wajah aqilla


"bawa ke rumah sakit pak!"ucap romeo


tangis melan pecah" qilla lo kenapa?!!!!!"pekik melan


dengan cepat soni membawa aqilla ke rumah sakit


romeo langsung memberitahu diki


hampir semua murid dikelas ikut datang kerumah sakit.


dirumah sakit..


"bagaimana ini bisa terjadi?"tanya diki kepada soni


"maaf om,om jangan nyalaihin pak soni"potong romeo


"iya om,pak soni tidak melakukan apapun,aqilla sendiri yang tiba tiba batuk darah lalu pingsan"sambung ratih


"gue takin setelah ini pak soni akan jatuh cinta sama gue"dalam hati ratih


"maaf"ucap soni


"ck,kenapa dia masih saja minta maaf"gerutu ratih


soni melmpar tatapan tajam kearah ratih


ratih langsung menunduk kepala"maaf pak"ucap nya


"yang tidak berkepentingan silahkan kembali kesekolah!"kata soni


para murid sekolah langsung pergi kecuali melan,romeo dan dion


"bukankah,sean sudah memberi obat untuk memperlambat racun itu bekerja kenapa sekarang racun itu malah bekerja lebih cepat?!"tanya diki


deg!


"racun?!"tanya melan,romeo dan dion serentak


"diam kalian!"bentak diki


ketiganya langsung terdiam


"maafkan saya,saya tidak tahu kenapa ini bisa terjadi"sahut soni