(3) Vampire

(3) Vampire
73 vampire



beberapa menit kemudian mereka masih berada di dalam gedung kosong tersebut..


"apakah ku takut danu?"tanya axel


danu yang ditatap seperti itu kaki nya langsung gemetar"ti tidak"jawabnya gugup


sementara aldo tampak diam,sepertinya ada yang mengganjal dihatinya"apakah tepat jika aku memberitahu nya sekarang??"tanya aldo dalam hati


dua puluh menit yang lalu..


"wanita jal*ng!!!"aldo langsung mengcengram tangan sela sekuat mungkin


"aaaa!!"jerit sela karna merasakan sakit sangat hebat ditangannya


beberapa detik kemudian sela malah tertawa"walaupun ada yang datang menyelamatkan dia,tetapi kamu tidak akan bisa berbuat apa apa setelah obat yang diminum nya bereaksi"ucap sela dengan suara pelan


"hahaha aku yakin obat itu akan bereaksi dengan cepat,kalau kamu penasaran darimana aku mendapat kan obat itu,lawan bisnis tuan soni lah yang memberikannya secara gratis kepadaku "ucap sela lagi


ucapan sela terus terngiang ngiang dipikiran aldo


"em nona"aldo mendekati alya


"tanyakan saja aldo"kata alya


"apakah sebelum ini anda ada meminum sesuatu yang diberikan oleh wanita itu??"tanya aldo harap harap cemas


"sela ngasih ice capuccino pas dikantor tadi"jawab alya jujur


duk!


aldo tersandar di dinding


tangannya terkepal kuat


azka penasaran kenapa aldo bertanya seperti iyu"sebenarnya ada apa aldo??"tanya azka


aldo berualang kali mengusap wajahnya"tadi wanita itu mengatakan telah memberikan obat kepada alya,dan yang dia bekerja sama dengan musuh tuan besar"jelas aldo


"a apa!!??"sangat terkejut mendengarnya


"sayang! kamu tidak apa apa kan? apa ada yang sakit? "tanya azka dengan panik


"perut"jawab alya sambil memegang perutnya


sebenarnya sejak tadi alya merasakan panas dibagian perutnya


azka langsung mengangkat alya dan membawanya pulang


"jangan bercerita kepada siapa pun jika kalian masih menyayangi nyawa kalian"kata axel,kemudian pergi mengikuti azka


di tempat lain..


"qila yok kita jalan jalan!"melan langsung menarik aqilla


"maaf gue harus pulang mel"tolak aqilla


melan sangat kecewa karna lagi dan lagi aqilla menolak ajakannya"lo kenapa sih semakin lama semakin berubah?!"tanya melan setengah berteriak


deg!


ini kali pertama melan membentaknya


"gue nggak berubah kok mel,hanya saja situasinya saja yang sudah berubah"jawab aqilla


"elo memang sudah berubah aqilla"kali ini romeo yang angkat bicara


"gue nggak berubah!!"jawab aqilla marah


"kalian nggak tau situasi gue!! gue sudah menikah! mana mungkin gue bisa sebebas dulu!!"jerit aqilla dalam hati


aqilla langsung berlari meninggal kan kedua sahabatnya


aqilla duduk dibangku taman"hiks,kalian nggak ada yang mengerti perasaan ku"tangis aqilla pecah


aqilla tidak mempedulikan tatapan orang orang disekitarnya


"mama qila kangen!!"teriak aqilla sambil menangis"hiks hiks mama!!"teriaknya lagi


ada yang menatapnya dengan tatapan aneh,ada pula yang merasa kasihan kepadanya


"dek ini cepat diminum"seorang laki laki mendekatinya sambil memberikan air mineral kepadanya.


aqila langsung mengambilnya"makasih "ucap aqilla


tanpa berpikir panjang aqilla langsung meminum air mineral pemberian orang asing tersebut..


laki laki itu tersenyum miring melihatnya


"jaga diri"setelah mengatakan itu laki laki itu langsung pergi


"eh tunggu!"panggil aqilla,namun laki laki itu tidak mendengarkannya


aqilla langsung pulang setelah puas menangis ditaman tadi


"nih mang mumpung saya lagi baik hati saya lebih kan ongkosnya"ucap aqilla dengan bangga,aqila langsung berlari masuk masuk mansion


"serebu doang"gerutu sopir taksi


langkah aqilla terhenti saat melihat begitu banyak sandal didepan pintu utaman"eh kok rame banget?"tanya aqilla dengan suara pelan


saat masuk ledalam dilihat nya soni sudah berada dirumah"kenapa mereka terlihat murung?"tanya aqilla dalam hati


tanpa bertanya lagi aqilla langsung masuk kedalam kamarnya untuk mengganti bajunya,setelah itu aqilla keluar dari kamar lagi


didapur.


"mbak mira kenapa semua orang terlihat murung??"tanya aqilla kepada mira


"nggak tau nona,tadi tiba tiba tuan muda pulang sambil menggendong non alya,setelah itu yang lainnya juga datang"jawab mira


"hem"aqilla menopang dagunya"nbak qila laper"ucap aqilla


aqilla melihat diana berlari menuju kamar azka"nggak jadi lapernya mbak"aqilla langsung mengikuti diana menuju kamar azka


"di dia"aqila menutup mulutnya"kak alya kenapa?"aqilla hanya mampu bertanya di dalam hati nya saja


diana menangis sejadi jadinya melihat alya tidak sadarkan diri"alya bangun dek!"panggil diana dengan suara bergetar


diana berbalik kearah azka"alya kenapa lagi?!"tanya diana,terlihat jelas diana sedang kesal dan marah


"biar saya yang menjelaskan nya"ucap sean


tatapan diana berali ke sean"cepat jelaskan!"pinta diana


"alya keguguran,teman satu kantornya memberikan obat penggugur kandungan ke minuman alya"jawab sean


"apa!!"teriak diana


diana berbalik menatap azka"itu pasti sela kan!!!"tanya diana sambil menahan amarah


azka hanya menjawab dengan anggukan,lidahnya terasa keluh,untuk mengucap kan satu kalimat pun dia tidak sanggup


"dimana kamu? kenapa kamu tidak melindungi alya?! kalau tidka sanggup bilang saja,biar saya yang menjaga!! dia satu satu nya keluarga yang saya punya!"azka hanya diam mendengar amukan diana,dia tidak berniat sesikitpun untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi


ditempat lain rafael dkk berpesta merayakan keberhasilan mereka


"ini baru permulaan,aku sudah tidak sabar ingin membun*h lebih banyak lagi"ucap baskoro


"cih! membun*h?"tanya rafael dengan tatapan remeh"aku belum melihat kamu membunuh siapapun,kamu sudah berani sombong didepan tuan julio!"rafael menyungging senyum saat melihat baskoro terdiam


tinju baskoro terkepal"aku tidak akan melupakan penghinaan ini,tunggu saja kau! saat aku sudah mendapatkan batu mulia aku akan menghabisi nyawa mu dengan tangan ku sendiri"dalam hati baskoro


dikediaman abizar..


"kak alya cepat bangun kak,aku sudah nggak tahan melihat anak tiri ku bersedih seperti itu"gumam aqilla


semua mata langsung melihat kearah aqilla


deg!


"hehe"aqila terpaksa menunjukkan senyum "perasaan gue cuma bergumam tadi,apa kedengaran ya?"tanya aqilla dalam hatu


aqilla langsung keluar dari kamar menuju kekamarnya


"ahh"alya merebah kan tubuhnya diatas kasur


"semoga kak alya baik baik aja"ucap aqilla


derrrtt


ponsel aqilla bergetar


"hallo siapa ini?"tanya qilla


"hai apa kabar qila?"tanya seseorang fiujung telfon


deg!


"maaf gue sibuk!"sahut aqilla datar,lalu mematikan panggilan telfon


"ck,dia menggunakan nomer baru" umpat qila


ting!!


pesan masuk ke pinsel aqilla


deg!!


tangan aqilla gemetar "kurang ajar!"umpat nya lagi,aqilla langsung bergegas mengambil tas selempang lalu memasukkan ponsel dan uang